Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Dan Pelatihan Bahasa Arab Untuk Santri Di Dayah Alkamariyah Gampong Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara Syarboini Syarboini; J. Nurhawani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.689 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i2.2 Februari.647

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dengan juduk peningkatan kompetensi Guru dan Pelatihan Bahasa Arab kepada santri Dayah al-Kamariya Gampong beunot Kecamatan Syamtalira Bayu. Berdasarkan observasi awal permasalahn yang muncul pada lokasi pengabdian mengenai kompetensi guru terutama dari segi metodologi pembelajaran di dayah tersebut. Permasalahan yang dialami oleh santri ingin belajar menguasai bahasa Arab namun sumber daya di Dayah agak terkendala. Tujuan yang ingin dicapai pada PKM ini diantaranya: 1) Untuk memahami dan menguasai percakapan dasar bahasa Arab oleh santri. 2) Untuk bisa memahami dan membuat Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru 3) Untuk bisa memahami dan melaksanakan pembelajaran E-Learning Dayah Al-Kamariyah. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM ini adalah pengabdian berbasis partisipasi yang lebih akrab dikenal dengan istilah Partisipatory Action Research (PAR). Beberapa hasil yang telah dicapai dalam pengabdian ini Guru yang sebelumnya belum mampu melaksanakan Penelitian Tindakan kelas namun setelah pelatihan ini sudah bisa melakukannya. Begitu juga dengan Metode pemebelajaran e-learning guru didayah tersebut telah bisa menguasai baik metodenya maupun dalam mendesain power poin melalui medi hand phone.
Tauhid dalam Perspektif Rabi’ah Addawiyah Syarboini Syarboini
Saree : Research in Gender Studies Vol. 3 No. 1 (2021): Saree : Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.332 KB) | DOI: 10.47766/saree.v3i1.540

Abstract

Along with the times, it is very important for the soul and every Muslim to be able to defend the faith and religion of Islam, especially with the various events that occur in society that show deviations in it from monotheism education such as shirk, believing in myths and even being willing to sacrifice religion. in order to obtain positions and positions. Rabi'ah Al Adawiyah was very obedient to Allah, the power of monotheism made her faith so strong, even though the trials she experienced were so heavy, the two Rabi'ahs paid attention to the behavior of zuhud, worship, and her love for Allah after she was released from slavery. Third, Rabi'ah Al Adawiyah is a very pious guardian. How often tears flow because of sadness and love for him. And the four Rabi'ah Al Adawiyah are the founders of the school of love, Rabi'ah finds true life is by loving Allah.
Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan Zulkarnain dalam Alquran Syarboini, Syarboini
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 5 No 1 (2020): Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah Perjalanan Zulqarnain dalam al-Quran Surat al-Kahfi kajian tafsir al Azhar ayat 83-98, masalah yang dikaji dalam pembahasan ini adalah tentang ibrah/ nilai-nilai pendidikan Islam. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Kisah Zulqarnain dalam al-Quran surat al-Kahfi ayat 83-98 dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dalam sejarah Zulqarnain. Metode penelitian yang digunakan kajian ini bersifat kajian perpustakaan dengan analisis deskriptif. Sumber data primer adalah al Quran, tafsir al-Azhar. Sumber data sekunder adalah buku-buku ensiklopedia Islam dan sumber bacaan lainnyayang berkenaan dengan judul kajian ini. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara menganalisis isi kandungan al-Quran. Berdasarkan masalah, tujuan dan metode di atas ibrah/ nilai pendidikan dalam kajian ini adalah sebagai berikut: Nilai pendidikan Kekuatan ayat 83-84, Nilai pendidikan Kepahlawanan ayat 85. Nilai pendidikan Kasih Sayang 86, Nilai pendidikan Keadilan 87, Nilai pendidikan Tawadhu`88, Nilai pendidikan Kebijaksanaan ayat 89. Nilai pendidikan Kekuatan Ukhuwah Insaniah ayat 90, Nilai pendidikan Mendidik 91-94, Nilai pendidikan sosial ayat 95, Nilai Kekuatan Ilmu Pengetahuan dan Kekuatan Fisik ayat 96-98.
Konsep Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Syarboini, Syarboini
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 6 No 1 (2021): Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, maka kita harus memperhatikan mengenai beberapa komponen yang dapat mempengaruhi pembelajaran, Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:, Siswa dan Guru, Kurikulum, Sarana dan prasarana pendidikan, Pengelolaan sekolah, meliputi pengelolaan kelas, guru, siswa, sarana dan prasarana, peningkatan tata tertib dan kepemimpinan, Pengelolaan proses pembelajaran, meliputi penampilan guru, penguasaan materi, serta penggunaan strategi pembelajaran, Pengelolaan dana dan Evaluasi Guru merupakan salah satu komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan, karena itu kualitas seorang guru khususnya para guru pendidikan agama islam tersebut harus ditingkatkan. Sumber daya manusia Indonesia masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan oleh pendidikan nasional yang kurang memenuhi standar.
Pola Asuh Orang Tua terhadap Pemahaman Taharah Anak Usia Sekolah Dasar Syarboini, Syarboini
Saree: Research in Gender Studies Vol. 2 No. 2 (2020): Saree : Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.33 KB) | DOI: 10.47766/saree.v2i2.536

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Pola Asuh Orang tua terhadap pemahaman taharah anak Usia sekolah dasar. Asuhan orang merupakan hasil dari adanya proses pembelajaran. Hal tersebut menggambarkan bahwa kepedulian merupakan salah satu bagian dari hasil belajar sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar juga sama dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepedulian. Thaharah atau bersuci menduduki masalah penting dalam syari`ah Islam. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah, ibadah kita kepada Allah Swt tidak akan diterima. Sebab beberapa ibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. Tanpa thaharah, ibadah tidak sah. Asuhan orang tua tentang pemahaman tata cara bersuci (thaharah) merupakankemampuan kedua orang tentang tata cara bersuci dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tentang tata cara bersuci (thaharah). Hikmah dan manfaat thaharah sangatlah banyak, tidak hanya berhubungan dengan masalah ritual ibadah semata, tetapi mengandung banyak hikmah dan manfaat yang lebih mendalam dan luas. Hal-hal yang wajib disucikan yang pertama najis Kaidah umum yang berlaku dalam bersuci dari najis ialah menghilangkan najis sampai bersih, tanpa sisa, baik bentuk, rasa, warna maupun baunya.’Istinja’ adalah bersuci dengan air atau yang lainnya untuk membersihkan najis yang berupa kotoran yang ada atau menempel pada tempat keluarnya kotoran tersebut (qubul dan dubur) seperti berak dan kecing. Wudhu adalah membersihkan anggota tubuh tertentu (wajah, dua tangan, kepala dan kedua kaki) dengan menggunakan air, dengan tujuan untuk menghilangkan hadas kecil atau hal-hal yang dapat menghalangi seorang muslim melaksanakan ibadah salat atau ibadah lainnya. Mandi secara umum dapat berarti meratakan air ke seluruh anngota tubuh dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki. Tayammum menurut istilah (syariat) tayammum berarti beribadah kepada Allah Swt. yang secara sengaja menggunakan debu yang bersih dan suci untuk mengusap wajah dan tangan dibarengi niat menghilangkan hadas bagi orang yang tidak mendapati air atau tidak bisa menggunakannya.
Implementing Higher-Order Thinking Skills Oriented Assessment in Islamic Religious Education Rahmah, Syarifah; Ramlan; Wardhani, Nia; Alwiyah, Syarifah; Syarboini
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v10i1.152

Abstract

This study aims to critically examine the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS)-oriented assessment in the first-semester final examination of Islamic Religious Education (IRE) at SD IT Anak Shaleh, with particular attention to the coherence between instructional planning, classroom enactment, and evaluative practices in fostering students’ higher-order cognitive capacities. Employing a qualitative descriptive design with a content analysis approach, the research collected data through non-participant observation, semi-structured interviews, and systematic document analysis of assessment instruments, syllabi, learning outcomes, and institutional archives. This study analysed data through iterative stages of reduction, categorical display, and inferential interpretation and ensured credibility through methodological and source triangulation, peer debriefing, and audit trail validation. The findings reveal that HOTS-based items predominantly target the L4–L6 cognitive levels of Bloom's Revised Taxonomy and align with the Merdeka Curriculum framework. The integration of the REACT pedagogical model (relating, experiencing, applying, communicating, and transferring) effectively enhanced contextual reasoning, analytical judgment, evaluative reflection, and creative synthesis across core IRE domains, including aqidah, fiqh, and Qur’an-Hadith. Quantitative score trends indicate a substantive improvement in student performance, increasing from an initial range of 50%–65% to 70%–82%, representing gains of 17%–22%, thereby substantiating the efficacy of HOTS-oriented assessment in activating advanced cognitive processes. Despite these contributions, the study faces limitations due to its single-site scope and reliance on qualitative interpretation, which may constrain generalisation. The originality of this research lies in its integrative analysis of learning objectives, instructional processes, and summative assessment within a unified HOTS framework at the primary level, positioning teachers as deliberate designers of cognitive architecture rather than mere evaluators.