Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) SEBAGAI AGREGAT TAMBAHAN PADA CAMPURAN ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Jupriah Sarifah; M. Husni Malik Hasibuan; Fani Sahfitri
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i1.7668

Abstract

Kerang  pada umumnya hanya bagian isinya saja yang diambil untuk dikonsumsi, sehingga sisa cangkang kerangnya menjadi limbah. Salah satunya adalah limbah cangkang kerang darah. Upaya untuk meminimalisir limbah cangkang kerang darah dapat dilakukan dengan caramenjadikan cangkang kerang darah sebagai material tambahan agregat kasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental berbagai persentase penggunaan cangkang kerang darah dengan variasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 buah pada masing-masing variasi dan Kadar Aspal yang digunakan 5,5 %. Dari hasil pengujian karakteristik Marshall dalam pengujian Marshall Test dengan kadar aspal 5,5% didapat rata-rata kadar aspal 66 gr, Flow tertinggi terdapat pada campuran 10% sebesar 3,88 mm, Stabilitas tertinggi terdapat pada campuran 10% sebesar 1.504,61 kg, VMA tertinggi terdapat pada campuran 10% sebesar 39,35%, VIM stabil sebesar 0,97%, VFB tertinggi terdapat pada campuran 7,5% sebesar 97,87%, dan MQ tertinggi terdapat pada campuran 10% sebesar 406,61 gr/mm. Persentase cangkang kerang yang besar menyebabkan nilai stabilitas dan flow semakin meningkat. Sementara VMA, VFB, dan MQ terjadi penurunan dan kenaikan sedangkan VIM stabil. Dari hasil Pengujian Marshall  menggunakan cangkang kerang ini masih mampu menahan beban lalu lintas dan dapat digunakan pada perkerasan jalan yang volumennya rendah.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI DALAM PADA PROYEK PERENCANAAN TEKNIS MANAJEMEN PERSAMPAHAN DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATRA UTARA (STUDI KASUS) Jupriah Sarifah; Bangun Pasaribu; Taufiq Hariri
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i1.7665

Abstract

Pondasi adalah struktur bagian bawah dari konstruksi bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah dan merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam pekerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang akan memikul dan menahan suatu beban yang bekerja di atasnya. Dalam perencanaan pondasi perlu diperhitungkan besar beban yang diterima dan daya dukung tanah setempat. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, pada perencanaan kali ini  pondasi ditujukan pada Proyek Perencanaan Teknis Manajemen Persampahan (PTMP) Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumater utara, untuk mengetahui besar daya dukung tiang yang dapat menahan beban tersebut, untuk memahami tentang pondasi. Pondasi yang digunakan pada proyek perencanaan Teknis Manajemen Persampahan (PTMP) ini adalah pondasi tapak dan pondasi tiang bor. Nilai daya dukung pondasi tiang bore pile, untuk dimana kapasitas daya dukung pondasi tiang dihitung berdasarkan data Standart Penetration Test (SPT). Berdasarkan hasil didapat menunjukkan bahwa daya dukung tiang bor pada kedalaman 12 meter untuk mengambil kondisi tanah yang seragam dengan daya dukung rata-rata sebesar 48,7189 ton. Daya dukung tiang kelompok didapat sebesar 193,511 ton. Serta didapat daya dukung tapak sebesar 20,531 ton, maka dikombinasikan pondasi tapak dan pondasi tiang bor di dapat 60,531 ton.
EVALUASI KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE TIANG TUNGGAL DAN KELOMPOK PADA PROYEK PEMBANGUNANBOX CULVERT BH 14 A, 14 B LINTAS KERETA API MEDAN - BINJAI Lamroy David M. Manurung; Jupriah Sarifah; Ronal H. T. Simbolon
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v1i2.6694

Abstract

Pondasi sebagai dasar konstruksi harus mampu memikul seluruh beban konstruksi dan beban lain yang ada diatasnya, untuk diteruskan sampai kelapisan tanah atau batuan dibawahnya. Pembangunan Box Culvert BH 14A, 14B di lintas kereta api Medan - Binjai menggunakan pondasi utama yaitu pondasi bored pile. Jenis pondasi yang digunakan ini dipilih berdasarkan kondisi lapisan tanah yang ada di daerah tersebut. Pondasi bored pile  yang digunakan untuk memikul bangunan Box Culvert perlu dilakukan Analisa kapasitasnya supaya dapat diketahui apakah pondasi tersebut aman untuk dilaksanakan. Data penyelidikan tanah yaitu sondir yang diperoleh dari lapangan dan data DED (Detail Engineering Design) / data perencanaan dipakai sebagai acuan untuk menghitung beban yang ada di atas pondasi bored pile yaitu Analisa beban Box Culvert, analisa kapasitas tiang tunggal, analisa kelompok tiang. Tujuan dari perhitungan analisa tersebut untuk mendapatkan hasil kapasitas bored pile. Analisa kapasitas bored pile yang diperoleh adalah beban maksimum Box Culvert sebesar 32.700 kg dan diketahui bahwa kapasitas tiang tunggal yang diijinkan pada pondasi bored pile sebesar 62.969 kg dinyatakan mampu menahan beban maksimum dari tembok penahan tanah dan analisa kapasitas tiang kelompok didapatkan sebesar 143.289 kg dan lebih tinggi dari pada beban total memakai kombinasi pembebanan sebesar 15.806 kg yang bekerja pada Box Culvert. Dengan demikian pondasi bored pile yang dilaksanakan dinyatakan aman.
PENGARUH NILAI KUAT TEKAN BEBAS TERHADAP PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI PADA TANAH LEMPUNG Darlina Tanjung; Jupriah Sarifah; Jul Putra Ardian
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i1.7662

Abstract

Tanah penyusun kerak bumi secara umum dibagi jadi 2 kelompok yakni tanah (soil) serta batuan (rock). Batuan ialahbutiran mineral yang satu dengan yang lain dihubungkan akan gaya-gaya kohesif secara permanen.Kuat tekan bebas ialah tekanan axsial benda uji ketika terjadi keruntuhan ataupun ketika terjadi regangan axsial 20%.Secara umum, perbaikan tanah telah dilaksanakan pada pekerjaaan konstruksi yang bertujuan dalam rangka meningkatkan daya dukung tanah supaya bias menampung beban konstruksi yang nantinya ada di atasnya. Metode yang seringkali dipakai yakni stabilisasi tanah memakai tambahan bahan stabilisasi. Dipenelitian ini, bahan stabilisasi yang dipakaiyakni abu sekam padi.Melalui pengambilan sampel tanah serta pengujian di laboratorium dalam rangka mengetahui nilai index properties tanah asli sertaengineering properties memakai Uji Kuat Tekan Bebas. Sampel tanah mencakup atas 5 Variasi campuran abu sekam padi, yaknikadar abu sekam padi sebesar 0%, 2%, 4%, 6%, serta 8% atas sampel tanah asli. Hasil penelitiannya uji kuat tekan tanah memakai campuran abu sekam padi terhadap tanah asli memperlihatkan bahwasanya penambahan campuran abu sekam padi kurang efektif jadi bahan stabilisasi tanah dikarenakan nilai kuat tekan bebasnya semakin menurun.
ANALISA KONFIGURASI KELOMPOK TIANG PANCANG TERHADAP DAYA DUKUNG DAN EFISIENSI TIANG PADA PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN TANJUNG BALAI M. Husni Malik Hasibuan; Jupriah Sarifah; Ferdi Irawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v1i2.6688

Abstract

Pada proyek pembangunan Rumah Susun Tanjung Balai pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang mini pile dengan sistem group pile. Sistem group pile pada pondasi di pembangunan rumah susun ini direncanakan memiliki jumlah tiang pancang yang berbeda yaitu dua tiang, tiga tiang, empat tiang, Sistem group pile tidak lepas dari perencanaan konfigurasi yang paling baik untuk mendapatkan nilai daya dukung dan efisiensi tiang yang tinggi. Maka dari itu, pada penelitian ini akan dilakukan variasi konfigurasi tiang pancang dengan memodelkan konfigurasi yang berbeda dengan jumlah tiang yang sama dengan pembangunan rumah susun ini. Selanjutnya, akan dibandingkan nilai daya dukung dan efisiensi mana nilai yang terbaik. Perhitungan dalam penelitian ini menggunakan metode langsung (Direct One) dan faktor effisiensi tiang untuk analisis daya dukung tiang. Perhitungan dilakukan berdasarkan data tanah yang didapat berupa data sondir. Besarnya nilai effisiensi tiang (Eg) dalam suatu kelompok tiang tersebut dipengaruhi oleh susunan tiang, jumlah baris, jumlah tiang dalam satu baris, dan jarak tiang seperti konfigurasi 3 tiang dari proyek (V3) memiliki nilai efisiensi (Eg) = 0,817 dan (Qg)= 205,27 sedangkan dari Analisa tiang rencana (V3-1) memiliki nilai efisiensi (Eg) = 0,861 dan (Qg) = 216,32. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa pengaruh konfigurasi tiang pancang kelompok terhadap daya dukung tiang dipengaruhi oleh besarnya effisiensi tiang (Eg) semakin besar effisiensi tiang semakin besar pula daya dukungnya.