Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Hand Hygiene And Bacterial Colonies Count Of ICCU’ Visitors Hands: As An Indicator For Nosocomial Infection Prevention Sammy Erica Malau; Samuel M. Simanjuntak
Klabat Journal of Nursing Vol 1 No 1 (2019): Klabat Journal of Nursing
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.826 KB) | DOI: 10.37771/kjn.v1i1.381

Abstract

Latar belakang: Infeksi nosokomial diperoleh dan ditransmisikan ke pasien yang dirawat di rumah sakit melalui kontak langsung dengan tangan. WHO menjelaskan bahwa intervensi yang paling efektif dan ekonomis untuk mencegah infeksi nosokomial adalah dengan mewajibkan prosedur mencuci tangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah dan jenis koloni bakteri sebelum dan sesudah prosedur mencuci tangan, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan jumlah dan jenis koloni bakteri pada sebelum dan sesudah prosedur mencuci tangan. Metode: design penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan satu kelompok pretest-posttest. Partisipan penelitian ini adalah pengunjung Unit Perawatan Intensif Kritis (ICCU) Rumah Sakit Advent Bandung. Partisipan direkrut menggunakan metode convenience sampling. Penelitian ini menggunakan 10 sampel dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Rata-rata jumlah bakteri sebelum mencuci tangan adalah 73,40 sel / cm2, dan rata-rata jumlah bakteri pada setelah mencuci tangan adalah 12,50 sel / cm2. Staphylococcus Sapropytuicus, Bacillus sp. dan Staphylococcus epidermis juga ditemukan di tangan pengunjung. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah prosedur mencuci tangan dengan nilai p=0,002. Kesimpulan: Hasil penelitian ini adalah bukti yang valid bagi pengambil keputusan di rumah sakit untuk mempromosikan keberlanjutan kebijakan mencuci tangan sebagai bagian dari peningkatan kualitas asuhan keperawatan dan pada saat yang sama mempromosikan program pencegahan infeksi nosokomial dan keselamatan pasien.
Adiksi Gula: Bagaimana Pandangan Dan Pengalaman Masyarakat Indonesia Mengenai Kebiasaan Mengonsumsi Gula Yang Berlebih? Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi Michael Jonathan Sundana; Samuel Maju Simanjuntak
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2293

Abstract

Perilaku mengonsumsi gula telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, salah satunya diabetes mellitus tipe 2. Mengonsumsi gula secara berlebihan juga dapat merubah suasana hati, yang selanjutnya mendorong pada pencarian dan konsumsi gula lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan dan pengalaman masyarakat Indonesia terkait kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebih. Penelitian ini adalah sebuah studi kualitatif fenomenologi. Partisipan diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia untuk berpartisipasi, diberikan lembar informed consent untuk diisi sebelum diwawancarai. Data yang didapat dianalisis menggunakan interpretasi metodologis Colaizzi. Terdapat 6 partisipan yang terlibat secara sukarela dalam penelitian ini. Hasil analisis data yang diperoleh dari proses wawancara memunculkan 4 sub tema: sumber asupan gula, alasan mengonsumsi gula, motivasi untuk mengubah pola konsumsi gula, dan intervensi terkait kebiasaan mengonsumsi gula. Keempat sub tema ini membentuk 1 tema besar, yaitu kebiasaan mengonsumsi gula mengisi pengalaman dan memberntuk pandangan seseorang terhadap gula. Terdapat keberagaman dalam pandangan dan pengalaman masyarakat Indonesia terkait perilaku konsumsi gula secara berlebih. Melalui penelitian ini, perawat sebagai agen kesehatan diharapkan dapat mendorong perilaku konsumsi gula yang sehat kepada masyarakat
Ergonomi Tubuh, Posisi Kerja, dan Keluhan Nyeri Pekerja Pabrik di Myanmar Thinzar Li; Samuel M. Simanjuntak
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v8i2.3036

Abstract

  ABSTRAK Latar Belakang: Pengetahuan tentang ergonomi tubuh sangat penting bagi pekerja untuk menyesuaikan posis dalam lingkungan kerja, mengurangi risiko cedera, penyakit serta meningkatkan kualitas kehidupan pekerja.Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi faktor-faktor ergonomis, dan postur yang berhubungan, serta menyelidiki hubungan antara jenis nyeri dan karakteristik posisi kerja. Metode: Ada 80 pekerja dari berbagai tempat kerja di Supermarket City Mart, Yangon, Myanmar yang dipilih secara acak sebagai partisipan penelitian ini. Data atribut yang berhubungan dengan subjek seperti perbedaan jenis pekerjaan, postur kerja, jenis nyeri dikaji menggunakan kuesioner. Postur tubuh pekerja diamati langsung sambil diberikan edukasi kesehatan melalui aplikasi zoom meeting. Data dianalisis dengan software SPSS menggunakan metode statistik deskriptif dan korelasional. Hasil: Data menunjukkan bahwa pekerja yang paling banyak mengeluh nyeri adalah penjaga toko (27,5%), penjual (26,3%) dan petugas administrasi (27,5%). Adapun tugas pekerjaan terbanyak adalah yang bekerja sebagai pengelola barang penjualan (30,0%) dan paling banyak mengeluh nyeri adalah pekerja yang memiliki pengalaman kerja > 1 tahun (47,5%). Pekerja yang harus bekerja tanpa komputer memiliki persentase terbanyak (55,0%), jenis nyeri yang paling banyak terjadi adalah nyeri pada kaki (27,5%). Diskusi: Kurang pemahaman tentang ergonomi tubuh para pekerja mengakibatkan keluhan nyeri yang disebabkan kurangnya gerakan seimbang pada postur tubuh selama jam-jam kerja. Kesadaran dan pemahaman pekerja tentang prinsip ergonomi postur tubuh akan sangat membantu mereka untuk menjaga kesehatannya melalui aktivitas dan perilaku hidup.
Ketaatan Penerapan Pola Makan dan Olahraga terhadap Gula Darah Puasa Maureen Jennifer Sundana; Samuel M. Simanjuntak
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v9i1.3096

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), diabetes melitus merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Asia Tenggara. Di Indonesia 2,0% penduduk menderita diabetes melitus pada tahun 2018. Pola hidup tidak sehat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan kejadian diabetes melitus. Karena itu, diperlukan kemampuan pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Pengelolaan diabetes melitus yang terbukti efektif selain terapi farmakologis adalah edukasi, terapi nutrisi, dan aktifitas fisik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ketaatan penerapan pola makan dan olahraga terhadap gula darah puasa. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus yang dibina PERSADIA Rumah Sakit Dustira yang berjumlah 60 orang. Adapun jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 25 orang yang direkrut secara accidental. Data diambil menggunakan kuesioner dan glukometer lalu dianalisa menggunakan aplikasi SPSS. Analisis statistik yang digunakan untuk analisis korelasi yaitu Pearson’s r. Hasil: Cukup bukti yang mendukung hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dalam sehari dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,034, frekuensi asupan makanan manis dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,046, frekuensi konsumsi makanan olahan dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,017, dan frekuensi makan di luar rumah dengan kadar gula darah puasa atau Fasting Blood Sugar (FBS) dengan p-value = 0,012. Diskusi: Pola makan yang tidak memperhatikan jenis, jumlah, dan jadwal konsumsi dan makanan manis akan meningkatkan kadar gula darah. Dibutuhkan program pendidikan dan bimbingan kesehatan kepada pasien untuk mengelola makanan sehingga dapat mengontrol kadar gula darah.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU ISOLASI MANDIRI PADA ORANG DEWASA DENGAN ANTIGEN REAKTIF Yohanis Kiuk; Samuel M Simanjuntak
Klabat Journal of Nursing Vol 5 No 2 (2023): Ever-evolving Nursing
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v5i2.963

Abstract

Pengetahuan diperoleh melalui penginderaan melalui indera pendengaran dan penglihatan, sementara sikap dipengaruhi oleh keyakinan yang diperoleh melalui proses belajar, isolasi mandiri adalah tindakan membatasi diri selama 14 hari untuk mencegah penularan virus, seperti Covid-19. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku sangat penting terhadap penanganan covid-19 selama pandemi. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk menguji Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Isolasi Mandiri pada Orang Dewasa dengan Antigen Reaktif. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan selama 1 minggu. hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku responden terhadap isolasi mandiri yang dilakukan adalah mengenai cara isolasi mandiri saat terkena COVID-19. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam isolasi mandiri adalah memiliki pemikiran yang positif, mempelajari cara merawat diri melalui media, menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, perlu juga dihindari stres dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. KATA KUNCI: Isolasi mandiri, Pengetahuan, Perilaku, Sikap, Isolasi Mandiri. ABSTRACT Knowledge is obtained through sense through the senses of hearing and sight, while attitudes are influenced by beliefs obtained through the learning process. Self-isolation is an act of self-limitation for 14 days to prevent transmission of viruses such as Covid-19. Knowledge, Attitudes, and Behavior are critical in handling Covid-19 during a pandemic. Therefore, this study was conducted to test Knowledge, Attitudes, and Self-Isolation Behavior in Adults with Reactive Antigens. Researchers used qualitative research. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation. The study was conducted for one week. The study results show that the respondents' knowledge, attitudes, and behavior regarding independent isolation are regarding how to self-isolate when exposed to COVID-19. Some things that need to be considered in self-isolation are having positive thoughts, learning how to take care of ourselves through the media, and implementing health protocols such as wearing masks, keeping our distance, washing our hands, and increasing our immune system. In addition, it is also necessary to avoid stress and change lifestyles to be healthier. KEYWORDS: Attitude, Behavior, Knowledge, Self-Isolation.
Children Daily Eating Behavior and Sugar Consumption Pattern: A Phenomenological Study Grace Vita Anggi Roma Uli Simbolon; Samuel Maju Simanjuntak
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v16i2.1891

Abstract

The pattern of food consumption is a picture of the type of food consumed, the amount of food consumed, and the lifestyle of the community. The pattern of eating is formed in the same way as a person's eating habits. The habit of consuming sugar among children can also be associated with the existence of several health problems such as diabetes mellitus. This study aims to explore and find consumption patterns of daily food and fluid intake in the age group of children that contain sugar in the community around Parongpong, West Bandung. and themes that will conclude the phenomenon of consumption and dependence on sugar in community groups. This research is a qualitative phenomenological study, where the aim is to reduce the individual experience of a phenomenon into a description that finds the universal essence of the phenomenon. 7 key informants were voluntarily involved in this study. The verbatim data were analyzed for their ethical and emic meanings using the Colaizzi method. The results of the analysis of the data obtained during the interviews were able to bring up 6 sub-themes. The six sub-themes raised 3 major themes, namely consumption patterns of daily sugar intake for the youth age group, understanding the need for change and approaches to reducing sugar intake, and types of approaches in changing sugar consumption patterns for adolescents.
Sugar Consumption of the Adult Age Group: Phenomenological Study Rani Nuraeni; Samuel Maju Simanjuntak
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v16i2.1892

Abstract

Sugar consumption has been associated with some diseases such as diabetes mellitus in Indonesia. Qualitative informations regarding sugar consumption patterns among adult individuals is an essential approach to construct appropriate approaches to the emerging problems. The qualitative descriptive method with the phenomenological approach of this research employed a purposive sample technique with data saturation as the number determinant. The key informants who meet the requirements and are willing to participate are given an Informed Consent to be filled in before the interview. Interviews were done by semi structured guided questions. The Colaizzi 7 steps qualitative analysis technique are used to examine the data obtained 7 key informants participated voluntarily in this study. Results: There are 3 sub-themes emerged from the verbatim data: sugar sources, adjustment of the type of sugar intake, attempts to change sugar consumption patterns, and interventions related to sugar eating habits. The three sub-themes formed three major themes: the pattern of sugar intake and consumption time in daily routine, the attempt to change the habits of sugar consumption, the approach in changing the patterns of sugar consuming habits in adults through experience and knowledge, daily practice and through health education. As a health educator, it is expected to be able to modify society’s sugar consumption habits.
PENGARUH OROPHARYNGEAL KOLOSTRUM TERHADAP GEJALA INFEKSI PADA BAYI PREMATUR DI RUANG NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT Hanum, Farida; Simanjuntak, Samuel Maju; Nurjanah, Nunung
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i2.1634

Abstract

The problem of prematurity continues to be a concern in today's modern era. Preterm birth is a major cause of neonatal morbidity and mortality. One of the efforts to prevent infection in preterm infants is by giving oropharyngeal colostrum to preterm infants. Objective: to analyze the effect of oropharyngeal colostrum on symptoms of infections in preterm infants in the NICU Room of Ummi Hospital Bogor. Method: the type of research used in this study was a pre-experimental design with one group pre-post test design. non-probability sampling technique with purposive sampling. The measuring instrument used was the form Newborn-Assessment-Observation-Chart and Early Warning Score with Mc Nemar analysis. The number of respondents was 26 premature infants. Results: the characteristics of respondents aged one-day premature babies 22 respondents (88.5%). Birth weight ? 1,500 gr 15 respondents (57.7%), and 53.8% were female. Symptoms of suspected infection during the pre-test were 16 respondents (61.5%) and the uninfected category amounted to 10 respondents (38.5%). At the same time, the post-test obtained symptoms of non-infection of 16 respondents (61.5%) and suspected infection of 10 respondents (38.5%). Conclusion: This study obtained p = 0.07 which showed no effect of oropharyngeal colostrum administration on the incidence of infection in premature infants in the NICU room of Ummi Bogor Hospital.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan IMT dan Kadar Gula Darah Perawat Profesional Ernawaty Siagian; Samuel Maju Simanjuntak
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.24 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2905

Abstract

Obesity that occurs in nurses as health workers, which should be a role model in a healthy lifestyle related to physical activity patterns and diet. Obesity is a major risk factor for increased cardiovascular disease, type 2 diabetes and hypertension. One of the factors contributing to obesity is eating large portions of food (more than needed), foods high in energy, high in fat, high in simple carbohydrates and low in fiber. The purpose of this study was to describe the attribute variables, daily activity patterns, BMI and blood sugar levels of nurses. As well as finding out whether there is a relationship between attribute variables, activity patterns on BMI and blood sugar levels of nurses. The method used in this research is descriptive correlational by using purposive sampling technique of 50 respondents who work in Bandar Lampung hospital. Physical activity data were collected using a structured interview guide for the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), as well as BMI measurement and examination of fasting blood sugar levels. BMI results showed that obese I (58%). Obese II (42%), Results of fasting blood sugar levels, pre-diabetes (28%), diabetes (4%). Meanwhile, the results of the moderate physical activity pattern were 80% METs-minutes / week. Analysis using the correlation formula, namely Pearson r and Spearman rho, shows that there is a significant relationship between age and physical activity patterns (METs-minutes / week) with a p value of 0.022 <0.05. There is a significant relationship between marital status (marital) and physical activity patterns with a p value of 0.005. Nurses have an essential role, first, namely to promote health and primary prevention. Provide support to nurses to achieve and maintain a healthy weight.
Adiksi Gula: Bagaimana Pandangan Dan Pengalaman Masyarakat Indonesia Mengenai Kebiasaan Mengonsumsi Gula Yang Berlebih? Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi Jonathan Sundana, Michael; Maju Simanjuntak, Samuel
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2293

Abstract

Perilaku mengonsumsi gula telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, salah satunya diabetes mellitus tipe 2. Mengonsumsi gula secara berlebihan juga dapat merubah suasana hati, yang selanjutnya mendorong pada pencarian dan konsumsi gula lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan dan pengalaman masyarakat Indonesia terkait kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebih. Penelitian ini adalah sebuah studi kualitatif fenomenologi. Partisipan diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia untuk berpartisipasi, diberikan lembar informed consent untuk diisi sebelum diwawancarai. Data yang didapat dianalisis menggunakan interpretasi metodologis Colaizzi. Terdapat 6 partisipan yang terlibat secara sukarela dalam penelitian ini. Hasil analisis data yang diperoleh dari proses wawancara memunculkan 4 sub tema: sumber asupan gula, alasan mengonsumsi gula, motivasi untuk mengubah pola konsumsi gula, dan intervensi terkait kebiasaan mengonsumsi gula. Keempat sub tema ini membentuk 1 tema besar, yaitu kebiasaan mengonsumsi gula mengisi pengalaman dan memberntuk pandangan seseorang terhadap gula. Terdapat keberagaman dalam pandangan dan pengalaman masyarakat Indonesia terkait perilaku konsumsi gula secara berlebih. Melalui penelitian ini, perawat sebagai agen kesehatan diharapkan dapat mendorong perilaku konsumsi gula yang sehat kepada masyarakat