Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Posyandu Remaja dengan Pendekatan Kolaborasi Interprofesi Kesehatan (Application Mother And Baby) Sarana Promotif Kesehatan Ibu dan Anak Zumrotul Ula; Rasi Rahagia
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): SABAJAYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.903 KB) | DOI: 10.59561/sabajaya.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Peran Posyandu Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Ibu Dan Anak di Medoka Semampir, Kec. sukolilo, Kota. Surabaya. Dengan tujuan untuk mengetahui pengembangan Program Posyandu, remaja Peran posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, dan Posyandu sebagai pusat informasi kesehatan masyarakat, kajian ini mengunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah para kader posyandu, para kader PKK Desa, tenaga medis, dan para anggota posyandu. Hasil penelitian menujukkan bahwa Persepsi masyarakat terhadap Program Posyandu cukup postif, Posyandu memiliki peranan penting dalam meningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui proses pelayanan kesehatan, dan Posyandu sudah menjadi pusat informasi kesehatan masyarakat.
Efektif Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Tuberkulosis: Effective Knowledge and Community Attitudes in Tuberculosis Prevention Efforts Lina Yunita; Rasi Rahagia; Fauziah H. Tambuala; A. Suyatni Musrah; Andi Asliana Sainal; Suprapto Suprapto
Journal of Health (JoH) Vol 10 No 2 (2023): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v10n2.619

Abstract

Knowledge directly affects a person; attitudes arise due to the presence of knowledge from the individual. Tuberculosis is an infectious disease that causes death. Tuberculosis is transmitted through the air and is influenced by risk factors that play a role in transmission, such as people's attitudes, knowledge, and behaviour. This study aims to determine the influence of knowledge and community attitudes in preventing tuberculosis. The research design uses a descriptive survey with an observational approach. Accidental sampling method with a total of 52 respondents. Research instruments using questionnaires and observation sheets. Data analysis with multivariate linear regression test. The results of the statistical knowledge test with a p-value: of 0.811, an attitude of 0.599 and a multivariate logistic regression test showed that among the variables of understanding and attitude, the knowledge variable was more significantly related to efforts to prevent tuberculosis, as evidenced by the sig value. P value: 0.997 and Exp (B) 2.256. It can be concluded that the attitude and towards tuberculosis prevention efforts, but knowledge has partial value to Tubercollusis prevention efforts. Suggestions need to be made to educate them massively and continuously about tuberculosis, which are main causes, ways of transmission, and prevention.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT DI RUANG HCU RUMAH SAKIT Dr. ISKAK TULUNGAGUNG Rasi Rahagia; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.494

Abstract

Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Beban kerja yang tinggi dapat merujuk pada tuntutan tugas yang berat, jumlah pasien yang banyak, jadwal kerja yang padat, dan tanggung jawab yang besar. Turnover intention merujuk pada niat atau keinginan individu untuk meninggalkan pekerjaan mereka dalam waktu yang relatif dekat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan turnover intension pada perawat di ruang HCU Metode: Penelitian ini yaitu analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Pearson dengan signifikansi α = <0,05 dengan program SPSS 23. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner beban kerja dan CBAS (Caring Behaviors Assessment Scale). Penelitian ini dilakukan di RS Dr. Iskak Tulungagung. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,011. Ini berarti ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan turnover intension pada perawat di ruang HCU rumah sakit Dr. Iskak Tulungagung. Kesimpulan: Semakin rendah beban kerja semakin memungkinkan bagi perawat menunjukkan turnover intension dalam memberikan asuhan keperawatan. Kata Kunci : Beban kerja, turnover intension, perawat
PENGARUH PELATIHAN TRIASE TERHADAP PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENERAPAN TRIASE DI UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS TUNGGUL WULUNG MALANG Rasi Rahagia; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.498

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan dan sikap perawat berhubungan dengan kecepatan respon waktu pelayanan. Pelatihan sebagai metode yang terorganisir untuk memastikan bahwa individu memiliki pengetahuan dan keterampilan. Triase adalah adalah cara cepat tepat untuk menentukan tindakan berdasarkan prioritas berdasarkan tingkat kegawatdaruratan kondisi kegawatdaruratan pasien. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat tentang penerapan triase di unit gawat darurat Puskesmas Tunggul Wulung Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan jumlah sampel 10 dengan tehnik total sampling. Hasil: menemukan bahwa terdapat pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat dan bidan tentang penerapan triase di unit gawat darurat secara bermakna. Hubungan jenis kelamin, umur, lama kerja dan tingkat pendidikan dengan pengetahuan tidak memiliki hubungan bermakna. Kesimpulan: Perlu adanya pelatihan dengan waktu yang lebih lama dan metode yang berbeda dan meyusun serta mengaplikasikan triase sesuai standar prosedur operasional. Kata Kunci : triase, pengetahuan, pelatihan
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT DI RUANG HCU RUMAH SAKIT Dr. ISKAK TULUNGAGUNG Rasi Rahagia; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.494

Abstract

Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Beban kerja yang tinggi dapat merujuk pada tuntutan tugas yang berat, jumlah pasien yang banyak, jadwal kerja yang padat, dan tanggung jawab yang besar. Turnover intention merujuk pada niat atau keinginan individu untuk meninggalkan pekerjaan mereka dalam waktu yang relatif dekat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan turnover intension pada perawat di ruang HCU Metode: Penelitian ini yaitu analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Pearson dengan signifikansi α = <0,05 dengan program SPSS 23. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner beban kerja dan CBAS (Caring Behaviors Assessment Scale). Penelitian ini dilakukan di RS Dr. Iskak Tulungagung. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,011. Ini berarti ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan turnover intension pada perawat di ruang HCU rumah sakit Dr. Iskak Tulungagung. Kesimpulan: Semakin rendah beban kerja semakin memungkinkan bagi perawat menunjukkan turnover intension dalam memberikan asuhan keperawatan. Kata Kunci : Beban kerja, turnover intension, perawat
PENGARUH PELATIHAN TRIASE TERHADAP PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENERAPAN TRIASE DI UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS TUNGGUL WULUNG MALANG Rasi Rahagia; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.498

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan dan sikap perawat berhubungan dengan kecepatan respon waktu pelayanan. Pelatihan sebagai metode yang terorganisir untuk memastikan bahwa individu memiliki pengetahuan dan keterampilan. Triase adalah adalah cara cepat tepat untuk menentukan tindakan berdasarkan prioritas berdasarkan tingkat kegawatdaruratan kondisi kegawatdaruratan pasien. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat tentang penerapan triase di unit gawat darurat Puskesmas Tunggul Wulung Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan jumlah sampel 10 dengan tehnik total sampling. Hasil: menemukan bahwa terdapat pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat dan bidan tentang penerapan triase di unit gawat darurat secara bermakna. Hubungan jenis kelamin, umur, lama kerja dan tingkat pendidikan dengan pengetahuan tidak memiliki hubungan bermakna. Kesimpulan: Perlu adanya pelatihan dengan waktu yang lebih lama dan metode yang berbeda dan meyusun serta mengaplikasikan triase sesuai standar prosedur operasional. Kata Kunci : triase, pengetahuan, pelatihan
Analysis of Factors Affecting Healthy Reproductive Behavior in Adolescents in the Digital Era Zumrotul Ula; Rasi Rahagia; Suprapto
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 4 No. 03 (2025): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v4i03.1322

Abstract

Adolescents in the digital era face opportunities and challenges in maintaining healthy reproductive behavior due to easy access to information and social media influence. This quantitative cross-sectional study surveyed 320 high school students aged 15–19 in Surabaya, Indonesia, using stratified random sampling. Data collected from April–July 2025 via self-administered questionnaires were analyzed with descriptive statistics, chi-square tests, correlations, and logistic regression. The findings showed that 62.5% of adolescents had good reproductive behavior, which was significantly associated with high knowledge (73.3% vs. 36.8%, p < 0.001), positive attitudes (71.4% vs. 45.5%, p = 0.001), strong parental guidance (80.6% vs. 39.3%, p < 0.001), supportive peer influence (73.7% vs. 46.2%, p = 0.002), and controlled digital media exposure (80.0% vs. 41.4%, p < 0.001). Multivariate analysis identified strong parental guidance (AOR = 3.65; 95% CI: 2.12–6.28) and controlled digital media exposure (AOR = 3.21; 95% CI: 1.85–5.58) as the strongest predictors, followed by high knowledge (AOR = 2.45), positive attitudes (AOR = 1.78), and supportive peers (AOR = 1.92). In conclusion, adolescent reproductive behavior is shaped by a combination of individual, family, peer, and digital factors, with parental guidance and digital literacy emerging as the most critical protective elements. Strengthening family involvement and promoting responsible digital engagement are recommended to foster healthy adolescent reproductive behavior.
Pengalaman Relawan sebagai First Responder dalam Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas: Studi Fenomenologi Bonek Disaster Response Team di Surabaya Mahesa Armando Duta; Rasi Rahagia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25594

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Penanganan awal di lokasi kejadian menjadi faktor penting dalam mencegah perburukan kondisi korban sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan. Dalam situasi tersebut, relawan sering berperan sebagai penolong pertama, termasuk Bonek Disaster Response Team (BDRT) di Surabaya. Meskipun memiliki kontribusi penting, pengalaman subjektif relawan dalam memberikan pertolongan pertama masih belum banyak dieksplorasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman relawan BDRT dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive, yaitu relawan yang memiliki pengalaman langsung dalam penanganan korban kecelakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Keabsahan data dijaga melalui uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu pengalaman relawan dalam menolong korban, respons emosional dan psikologis selama proses pertolongan, proses penilaian kondisi korban dan pengambilan keputusan, serta motivasi yang mendorong keterlibatan relawan dalam kegiatan kemanusiaan. Relawan menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek teknis maupun psikologis, dalam situasi darurat di lapangan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan pertama oleh relawan memerlukan kesiapan keterampilan, ketahanan emosional, serta kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelatihan dan sistem dukungan bagi relawan guna meningkatkan kualitas pelayanan pra-rumah sakit. Kata Kunci: Pengalaman Relawan, Pertolongan Pertama, Kecelakaan Lalu Lintas, Fenomenologi.  ABSTRACT Traffic accidents are a public health issue that significantly impacts morbidity and mortality. Initial care at the scene of the accident is a critical factor in preventing the victim’s condition from worsening before they receive further medical assistance. In such situations, volunteers often serve as first responders, including the Bonek Disaster Response Team (BDRT) in Surabaya. Despite their important contributions, volunteers’ subjective experiences in providing first aid have not yet been extensively explored scientifically. This study aims to explore the experiences of BDRT volunteers in providing first aid to victims of traffic accidents in Surabaya. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Informants were selected through purposive sampling, specifically volunteers with direct experience in assisting accident victims. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data validity was ensured through tests of credibility, reliability, confirmability, and transferability. The research findings reveal four main themes: volunteers' experiences in assisting victims; their emotional and psychological responses during the assistance process; the process of assessing victims’ conditions and making decisions; and the motivations driving volunteers’ involvement in humanitarian activities. Volunteers face various challenges, both technical and psychological, in emergency situations in the field. Keywords: Volunteer Experience, First Aid, Traffic Accidents, Phenomenology.