ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Penanganan awal di lokasi kejadian menjadi faktor penting dalam mencegah perburukan kondisi korban sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan. Dalam situasi tersebut, relawan sering berperan sebagai penolong pertama, termasuk Bonek Disaster Response Team (BDRT) di Surabaya. Meskipun memiliki kontribusi penting, pengalaman subjektif relawan dalam memberikan pertolongan pertama masih belum banyak dieksplorasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman relawan BDRT dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive, yaitu relawan yang memiliki pengalaman langsung dalam penanganan korban kecelakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Keabsahan data dijaga melalui uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu pengalaman relawan dalam menolong korban, respons emosional dan psikologis selama proses pertolongan, proses penilaian kondisi korban dan pengambilan keputusan, serta motivasi yang mendorong keterlibatan relawan dalam kegiatan kemanusiaan. Relawan menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek teknis maupun psikologis, dalam situasi darurat di lapangan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan pertama oleh relawan memerlukan kesiapan keterampilan, ketahanan emosional, serta kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelatihan dan sistem dukungan bagi relawan guna meningkatkan kualitas pelayanan pra-rumah sakit. Kata Kunci: Pengalaman Relawan, Pertolongan Pertama, Kecelakaan Lalu Lintas, Fenomenologi. ABSTRACT Traffic accidents are a public health issue that significantly impacts morbidity and mortality. Initial care at the scene of the accident is a critical factor in preventing the victim’s condition from worsening before they receive further medical assistance. In such situations, volunteers often serve as first responders, including the Bonek Disaster Response Team (BDRT) in Surabaya. Despite their important contributions, volunteers’ subjective experiences in providing first aid have not yet been extensively explored scientifically. This study aims to explore the experiences of BDRT volunteers in providing first aid to victims of traffic accidents in Surabaya. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Informants were selected through purposive sampling, specifically volunteers with direct experience in assisting accident victims. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data validity was ensured through tests of credibility, reliability, confirmability, and transferability. The research findings reveal four main themes: volunteers' experiences in assisting victims; their emotional and psychological responses during the assistance process; the process of assessing victims’ conditions and making decisions; and the motivations driving volunteers’ involvement in humanitarian activities. Volunteers face various challenges, both technical and psychological, in emergency situations in the field. Keywords: Volunteer Experience, First Aid, Traffic Accidents, Phenomenology.