Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Identifikasi Struktur Geologi Dasar Laut Sulawesi Berdasarkan Anomali Magnetik Alpiana, Fila; Purwanto, Catur; Arman, Yudha; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.229 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur geologi di Laut Sulawesi dengan menggunakan metode magnetik. Data yang diperoleh dari hasil survei yaitu data intensitas medan magnet. Pengolahan data awal dilakukan koreksi harian dan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) pada data hasil survei untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian di reduksi ke kutub dan selanjutnya dilakukan pemisahan anomali lokal dan regional dengan filter gaussian regional/residual untuk mendapatkan anomali lokal. Didapatkan nilai anomali magnetik pada daerah penelitian -290,0 nT hingga 335,6 nT. Berdasarkan anomali magnetik dan pola struktur daerah penelitian, diduga adanya Struktur geologi yaitu sesar. Variasi nilai intensitas medan magnet merupakan parameter dalam menentukan nilai suseptibilitas. Nilai suseptibilitas Laut Sulawesi yaitu 0,0656 SI hingga 0,0677 SI. Berdasarkan nilai suseptibilitas, struktur geologi daerah penelitian didominasi batuan jenis andesit, basaltik, dan batuan metamorf.Kata Kunci: Metode Magnetik, Struktur Geologi, Suseptibilitas, Anomali Magnetik
Interprestasi Data Anomali Medan Magnetik Total Transformasi Reduksi ke Kutub di Laut Flores Rohyati, Eny; Purwanto, Catur; Arman, Yudha; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.314 KB) | DOI: 10.26418/pf.v7i3.36112

Abstract

Penelitian dengan menggunakan metode magnetik di laut Flores telah dilakukan. Data medan magnet total diukur menggunakan Proton Precision Magnetometer (PPM) dan kapal Geomarin III dengan jumlah lintasan yaitu sebanyak 20 lintasan. Data anomali medan magnetik total selanjutnya dilakukan koreksi diurnal dan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) untuk menghasilkan data intensitas anomali medan magnetik total. Data anomali magnetik total selanjutnya ditransformasi reduksi ke kutub. Pola kontur intensitas anomali medan magnetik total hasil reduksi ke kutub digunakan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan Laut Flores. Berdasarkan peta kontur anomali medan magnetik total dilokasi penelitian secara umum terdistribusi antara -156.1 nT sampai 321.9 nT. Anomali rendah -156.1 nT sampai 0 cenderung mengikuti titik pengukuran yang berdekatan dengan adanya indikasi gunung api bawah laut di lokasi penelitian.Kata Kunci : metode magnetik, anomali medan magnet total, reduksi ke kutub, laut flores