Dedy Kastama Hardy
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains dan Teknologi, Universitas Dhyana Pura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dedy Kastama Hardy; Natalia Yudha; Nengah Sarikumpul
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.557 KB)

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi utama dalam menuju keselamatan pasien, penerapan budaya keselamatan di rumah sakit adalah sesuatu yang mutlak harus diaplikasikan sejalan dengan sistem keselamatan agar mampu menurunkan KTD secara signifikan. RSUD Wangaya Kota Denpasar mengalami penurunan pelaporan total kasus insiden keselamatan pasien (IKP), dan terlaporkannya insiden pasien jatuh berdampak moderat yang menggambarkan kurang maksimalnya sistem keselamatan pasien yang berdampak pada lemahnya budaya pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Wangaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya keselamatan pasien terhadap kinerja pegawai di RSUD Wangaya dilihat dari dimensi persepsi staf terkait keselamatan pasien, frekuensi pelaporan kejadain dan respon non punitive terhadap kesalahan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan di 5 unit kerja RSUD Wangaya pada bulan Maret 2019. Populasinya adalah seluruh tenaga profesional pemberi asuhan (PPA) di RSUD Wangaya yang telah bekerja lebih dari 1 tahun yang berjumlah 353 orang. Sampel penelitian berjumlah 85 orang diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisa data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariate dengan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara budaya keselamatan pasien dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya, semakin kuat budaya keselamatan pasien maka semakin tinggi kinerja pegawai begitu sebaliknya semakin lemah budaya keselamatan pasien maka semakin rendah kinerja pegawai RSUD Wangaya. RSUD Wangaya diharapkan dapat meningkatkan motivasi pelaporan kejadian dan memberikan umpan balik dari setiap kejadian yang dilaporkan. Kata kunci; keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien, kinerja, insiden keselamatan pasien
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAKTIFAN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN KRAMA BADUNG SEHAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BADUNG Dedy Kastama Hardy; Ni Putu Seniasih; Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.709 KB)

Abstract

Penonaktifan kepesertaan jaminan kesehatan KBS disebabkan karena adanya sanding data dari dinas terkait lintas sektoral. Dengan adanya sanding data tersebut mengakibatkan lebih dari 40.000 kartu peserta jaminan kesehatan KBS (PBI APBD) tidak aktif. Kepesertaan KBS yang dinon-aktifkan diantaranya karena adanya peserta yang sudah meninggal, adanya peserta yang menikah ke luar Daerah Badung dan adanya peserta yang sudah mendapatkan tanggungan dari tempat kerja atau memiliki tanggungan ganda. Namun dari empat puluh ribuan kepesertaan yang tidak aktif tersebut tidak semuanya disebabkan karena ketiga alasan tersebut di atas, sehingga dari empat puluh ribuan peserta yang kepesertaannya dinon-aktifkan, datang kembali untuk mengaktifkan kepesertaan jaminan kesehatan KBS yang mereka miliki sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat (KBS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 200 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji chi square ≤ 0,05.Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, peraturan syarat kepesertaan, kemampuan membayar iuran, kemauan membayar iuran terhadap pengaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, peraturan syarat kepesertaan, kemampuan membayar iuran, kemauan membayar iuran terhadap pengaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Kata Kunci : Kesehatan, Krama, Badung, Jaminan Kesehatan