Biemo W Soemardi, Biemo W
Anggota KK Manajemen & Rekayasa Konstruksi, FTSL-ITB, Jl. Ganesha No.10 Bandung 40132.

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Experimental Investigation on the Effect of Web Opening Dimension on the Behavior of R/C Hybrid Deep T-Beam Subjected to Pure Torsion Ade Lisantono; Mohamad Sahari Besari; Ridwan Suhud; Biemo W Soemardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.1.1

Abstract

Abstract. An experimental study was conducted to investigate the effect of web opening dimension on the behavior of reinforced concrete hybrid deep T-beam subjected to pure torsion. Four reinforced concrete hybrid deep T-beams were tested under pure torsion, where the three beams with different dimension of circular web opening and the other beam without opening as a reference beam. The testing program and experimental results are presented. The results show that dimension of circular web opening with diameter more than 100 mm significantly reduces the cracking and ultimate torque. It is also shown that the angle of crack inclination with respect to the longitudinal axis of the beam increases with the increase of web opening dimension. Abstrak. Suatu studi eksperimental telah dilakukan untuk meneliti pengaruh dimensi bukaan pada perilaku balok tinggi-T hybrid beton bertulang yang dikenai torsi murni. Empat balok diuji dibawah beban torsi murni, dimana tiga balok mempunyai dimensi bukaan yang berbeda dan satu balok tanpa bukaan sebagai tolok ukur. Program pengujian dan hasil-hasilnya disajikan dalam makalah ini. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dimensi bukaan dengan diameter lebih dari 100 mm secara signifikan mengurangi kekuatan torsi pada saat retak dan saat maksimum. Hasil eksperimental juga menunjukkan bahwa sudut kemiringan retak terhadap sumbu memanjang balok meningkat dengan meningkatnya dimensi bukaan.
Kajian Penerapan Outsourcing pada Perusahaan Kontraktor dan Konsultan Biemo W Soemardi; Teguh L Santoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.2

Abstract

Abstrak. Outsourcing merupakan salah satu bentuk strategi yang umum diterapkan oleh perusahan-perusahaan konstruksi guna meminimalkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak efektif bagi pembiayaan tenaga kerja yang jumlahnya berfluktuasi sesuai dengan jumlah proyek yang diperoleh dan dikerjakan perusahaan. Makalah ini membahas upaya untuk mengetahui kemungkinan adanya pola khusus outsourcing yang diterapkan oleh perusahaan kontraktor dan konsultan Informasi mengenai adanya berbagai pola outsourcing diperoleh melalui survei dua tahap yang melibatkan perusahaan yang melakukan outsourcing serta tenaga yang direkrut melalui mekanisme outsourcing tersebut. Meski terdapat beberapa persamaan, pada dasarnya outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor berbeda dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan konsultan. Jika perusahaan-perusahaan kontraktor cenderung menekankan aspek kuantitas, dalam menerapkan outsourcing perusahaan konsultan cenderung untuk lebih menekankan pada aspek kualitas. Perbedaan tersebut tampak antara lain pada latar belakang, paradigma dan mekanisme penetapan besaran bonus yang berbeda dalam menerapkan outsourcing.Abstract. Outsourcing is a strategy commonly applied by construction companies to minimize ineffective labor expenses due to the fluctuation of number of projects obtained and executed by the construction companies. This paper discusses an attempt to determine whether there is an effective outsourcing pattern specifically implemented by construction contractors and consultants. Information on different outsourcing schemes are acquired through two-steps survey involving respondents from contractor and consultant companies, as well as the outsource. Despite their general similarities, in principle contractors and consultant companies are employing different outsourcing patterns. Contractors tend to focus on quantitative aspects whilst consultants are more interested in qualitative aspects of the outsource. These differences are reflected, among others in the background, paradigm as well bonus payment mechanism in applying outsourcing.
Penggunaaan Terak Nikel Sebagai Agregat Beton Pemberat Pipa Gas Lepas Pantai Saptahari Sugiri; Biemo W. Soemardi; Gde Pradnyana Sutha; Louis Louis
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 4 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.4.2

Abstract

Abstrak. Terak nikel merupakan produk limbah industri nikel yang banyak terdapat di Soroako, Sulawesi Selatan dan merupakan hasil limbah industri nikel PT. INCO. Dalam seminggu limbah terak nikel yang dihasilkan   mencapai 48679 ton. Terak nikel memiliki bobot yang berat sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan agregat beton pemberat pipa. Dengan semakin berkembangnya explorasi gas lepas pantai, maka penggunaan beton pemberat pipa gas semakin meningkat, dan oleh karenanya terak nikel menjadi sangat potensial untuk digunakan sebagai agregat beton pemberat karena bobotnya yang berat dan jumlah terak nikel yang sangat banyak. Berdasarkan hasil penelitian beton pemberat agregat terak nikel, dengan metoda ACI didapat kuat tekan 50.77 Mpa, kemudian campuran tersebut memenuhi persyaratan absorpsi beton dibawah 5% yaitu 0.69% dan berat jenis beton pipa pemberat terak nikel didapat 3267 kg/m3.Abstract. Nickel slag is a by-product from "PT INCO", a nickel mining industry in Soroako, South Celebes. The quantity of nickel slag product can reach to 48679 tons per week. Nickel slag has a very heavy weight thus making it suitable for use as aggregate material in concrete for weighted pipes. The rapid expansion of offshore gas explorations has given rise to the need and development of weighted pipes, and therefore nickel slag is very potential for use as aggregate in concrete for weighted pipes due to its heavy weight and abundance as by-product. Research studies on concrete for weighted pipes using nickel slag aggregate using ACI method resulted in a compression strength of 50,77 Mpa. Furthermore the mixture complies with the requirement for concrete absorption to be lower then 5% which is 0,69%, and the specific gravity is 3267 kg/m3.
Optimasi Penjadwalan Sumberdaya dengan Metode Algoritma Genetik dan Algoritma Momen Minimum Biemo W Soemardi; Dede Sumirto
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 3 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.3.1

Abstract

Abstrak. Penjadwalan sumberdaya merupakan salah satu aspek penting dalam pengendalian dan penjadwalan proyek. Metoda-metoda penjadwalan yang dikembangkan saat ini, seperti pendekatan coba-coba, algoritma heuristic, atau algoritma momen minimum, telah mampu menjawab problema penjadwalan sehingga fluktuasi penggunaan sumberdaya dapat diminimalkan. Selain penjadwalan sumberdaya dan problem perimbangan biaya-waktu, optimisasi dalam pencarian solusi terhadap dua fungsi objektif juga sulit dipecahkan melalui suatu program matematis sederhana. Tulisan ini membahas upaya menerapkan pendekatan algoritma genetik guna mencari solusi optimal dari problema penjadwalan sumberdaya dengan menggunakan pendekatan perimbangan biaya-waktu. Upaya mencari solusi optimal dilakukan dengan pendekatan algoritma momen minimum melalui penghitungan iteratif faktor peningkatan. Pada penelitian ini ditunjukan bahwa solusi mendekati optimal terhadap deviasi sumberdaya dan biaya total minimal dapat dicapai secara bersamaan. Abstract. Resource scheduling is one of the most important aspects of project control and scheduling. Existing methods such as Trial And Error Approach, Heuristics Algorithms, and Minimum Moment Algorithms, have the ability to solve resource scheduling problems, by means of minimizing fluctuations of resource utilization. In addition to resource scheduling and time-cost trade-off problems, the optimization for searching the optimal solution of two objective functions can hardly be solved by using simple mathematical programming. This paper presents an attempt to implement Genetic Algorithms approach in pursuit of finding optimal solution for resource scheduling problem by also considering the time-cost trade-off problems. Effort to find the optimal solution has been developed using minimum moment algorithm approach through the iterative calculation of improvement factor. The result shows that a near optimal solution for both resource schedule deviation and minimum cost can be achieved simultaneously.
Alternative Performance Measurement for Road Management Agencies Using Data Envelopment Analysis Method Biemo W Soemardi; Agung R. Fajri
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.3.1

Abstract

Abstract. Performance assessment is the most important phase in each organization cycle to determine whether the organization has been functioning in accordance to the fundamental purpose of the organization existence. This is also true for the National Road Implementation Agencies (BBPJN/BPJN) as the technical supporting units of the Directorate General of Bina Marga - Ministry of Public Works that are responsible for the maintenance and functioning of the national roads in Indonesia. As public institution, currently BBPJNs and BPJNs are accountable for their performances and to be assessed in accordance to government assessment mechanism using Performance Report of Government Institution - LAKIP. Departing from some weakness on the current mechanism, this paper is to discuss the development a performance assessment model using DEA (Data Envelopment Analysis) approach as a complementary model to the existing performance measurement model. Using DEA approach, relative efficiency amongst road agencies can be compared, which will then can be utilized as the basis for decision by the Directorate General of Bina Marga on BBPJN/BPJN's future workplan and budgeting.Abstrak. Pengukuran kinerja merupakan tahap yang paling penting dalam setiap siklus organisasi untuk mengetahui apakah organisasi tersebut telah berfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan keberadaannya. Hal serupa juga berlaku bagi Balai dan Bali Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, yang merupakan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum yang berfungsi dan bertanggungjawab terhadap pemeliharaan dan penyelenggaraan jalan nasional di Indonesia. Sebagai instansi publik, saat ini kinerja BBPJN dan BPJN perlu dinilai dan dituntut pertanggungjawabannya melalui mekanisme Laporan Kuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Berangkat dari kelemahan-kelemahan LAKIP, makalah ini membahas pengembangan model penilaian kinerja dengan pendekatan analisa selubung data - DEA, sebagai model pendukung untuk menilai kinerja BBPJN/BPJN. Penggunaan pendekatan DEA, efisiensi relatif antara Balai/Balai Besar dapat dibandingkan,  yang selanjutnya dapat diguakan sebagai landasan pengambilan keputusan bagi Direktorat Jenderal Bina Marga untuk menyusun rencana kerja dan anggaran mendatang bagi Balai/Balai Besar tersebut.
Isu Strategis pada Pengadaan Pengusahaan Jalan Tol dalam Kerjasama Pemerintah dan Swasta Reini D. Wirahadikusumah; Sapitri Sapitri; Betty Susanti; Biemo W Soemardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2013.20.3.7

Abstract

Abstrak. Studi mengenai permasalahan terkait investasi jalan tol telah banyak dilakukan, namun kajian ini fokus pada tahap pengadaan pengusahaan jalan tol. Berdasarkan studi literatur  teridentifikasi delapan isu pada tahap tersebut yaitu: i) proses pengadaan, ii). penilaian prakualifikasi dan seleksi, iii). metode pemberian konsesi, iv). kontrak konsesi, v). pengadaan tanah, vi). penentuan tarif, vii). permasalahan investasi, dan viii). aspek legal. Selanjutnya, dilakukan wawancara terstruktur dengan para pelaku yaitu dengan BPJT sebagai perwakilan pemerintah, dengantiga BUJT, dan dengan wakil dari Asosiasi Jalan Tol. Pada wawancara didiskusikan dan diperoleh penajaman pemahaman terhadap delapan aspek pengadaan pengusahaan jalan tol. Di samping masalah klasik pembebasan lahan, kajian ini telah mengidentifikasi potensi perbaikan pada tahap pengadaan pengusahaan jalan tol. Waktu lelang dapat dipersingkat dengan memperbaiki proses penyusunan dokumen lelang. Di samping itu, perlu dikaji bobot penilaian aspek finansial/teknis yang dapat meningkatkan keseimbangan antara kepentingan investor dan pemerintah. Penentuan tarif tol diharapkan dapat mencakup pertimbangan risiko utama secara lebih terukur. Terdapat kebutuhan dari investor untuk mendapatkan kepastian ketentuan terkait risiko-risiko utama agar diatur dengan lebih spesifik dan kontrak konsesi. Kajian ini juga mengindikasikan bahwa berbagai upaya pemerintah (diantaranya dalam rangka pembebasan lahan melalui dana bergulir BLU) dianggap oleh para BUJT sebagai suatu kemajuan, namun implementasi penegakan aspek legal masih belum optimal.Abstract. Challenges in toll road investments have been explored in numerous studies; this paper focuses on the issues during procurement stage of investors. Based on initial study, eight issues related to procurement were identified, i.e., i). the process, ii). the evaluation on prequalification and selection stages, iii) the method of concession award, iv). the contract, v). the land acquisition, vi). the calculation of initial tariff, vii). the requirement for investments, and viii). legal/law enforcement. These issues were then confirmed to the relevant parties: the toll road authority (i.e., BPJT), three major investors, and the association of toll road investors (i.e. ATI). In-depth interviews with representatives of these stakeholders were conducted to gain more substantial resolution on the eight issues of procurement. While investors agree that the procurement controlled by the toll road authority has improved, the solution to the classic problem of land acuisitions is still ineffective. The procurement process is taking too long, risking inflating construction costs. The much higher weighting of financial aspect to technical aspect used bid in evaluation is critized. Investors believe that tariff calculation should reflect better risk allocation and the concession contract should be more unbiased in order to attract wider investments much needed for Indonesian toll road sector.
An Overview of Technology Landscape in Construction Materials for the Indonesian Construction Industry Rani G. K. Pradoto; Biemo Woerjanto Soemardi; Abdhy Gazali; Hintama Nathaniel Sunarjo; Andira Triana Putri; Rika Permatasari Purba; Ignatius Mahardika
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.3

Abstract

Abstract.  The Indonesian construction sector plays a substantial role in the nation's economic growth. According to the World Economic Forum, this industry currently contributes approximately 6% to the global GDP and is projected to increase to 14.7% by 2030. Nevertheless, the construction sector predominantly relies on traditional craft-based methods, resulting in suboptimal performance and quality due to limited technology utilization. Hence, the Indonesian construction industry must increase investment in technology adoption, development, and application to enhance national development support. Material technology plays an essential role in construction projects. A survey of 40 Indonesian contractors revealed that the utilization priority for concrete and steel materials remains high under normal conditions and during the covid-19 pandemic. This study aims to provide a comprehensive overview of the historical development, utilization, contribution, and future strategy for concrete and steel construction material technology in Indonesia. Contrastingly, this data is crucial for shaping construction technology development and utilization policies in Indonesia. The study will systematically chart the technological landscape in the country, employing literature reviews, interviews, and questionnaires as its methodology. Keywords: Material technology, technology development, technology utilization. Abstrak. Sektor konstruksi Indonesia memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi negara ini. Menurut World Economic Forum, industri ini memberikan kontribusi sekitar 6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global dan diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 14,7% pada tahun 2030. Namun, sektor konstruksi masih sangat mengandalkan metode tradisional, yang mengakibatkan kinerja yang kurang optimal dan kualitas yang rendah karena rendahnya penggunaan teknologi. Oleh karena itu, industri konstruksi Indonesia harus meningkatkan investasi dalam adopsi, pengembangan, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan dukungan pengembangan nasional. Teknologi material memainkan peran penting dalam proyek konstruksi. Sebuah survei terhadap 40 kontraktor Indonesia mengungkapkan bahwa prioritas pemanfaatan material beton dan baja tetap tinggi dalam kondisi normal dan selama pandemi covid-19. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan historis, pemanfaatan, kontribusi, dan strategi masa depan untuk teknologi material konstruksi beton dan baja di Indonesia. Sebaliknya, data ini krusial dalam kebijakan pengembangan dan pemanfaatan teknologi konstruksi di Indonesia. Studi ini akan secara sistematis menggambarkan lanskap teknologi di negara ini, dengan menggunakan studi literatur, wawancara, dan kuesioner sebagai metodologi utamanya. Kata-kata kunci: Teknologi material, pengembangan teknologi, pemanfaatan teknologi.