Dhemi Harlan, Dhemi
Kelompok Keahlian Teknik Sumber Daya Air, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN PERENCANAAN BENDUNG TAPAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN, PROVINSI SUMATRA BARAT Zulherfina, Melvi; Kumala, Yiniarti Eka; Harlan, Dhemi; Natasaputra, Suardi; Yuenza, Alif Kania Jenti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.47471

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya kawasan Kumbung memiliki daerah pertanian yang luas tetapi karena kurang memadainya sistem pengairan dan tidak maksimalnya pasokan air ke lahan pertanian mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi sawah irigasi. Direncanakan sebuah bangunan air yaitu bendung pada sungai Tapan untuk mengembangkan potensi sungai dan membantu penyediaan air supaya sawah berfungsi secara optimal. Dalam tulisan ini dibahas mengenai perencanaan sebuah bendung dari tahap pemilihan lokasi hingga kebutuhan stabilitas bendung. Terdapat tiga alternatif lokasi dalam perencanaan bendung Tapan ini, dimana alternatif ke dua yang terletak di Limau Purut mendapatkan poin layak terbanyak dari persyaratan yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan debit rancangan periode ulang 100 tahun sebesar 884,86 m3/s. Bendung inipun direncanakan menggunakan mercu tipe Bulat Satu Radius dan peredam energi tipe MDO. Setelah melakukan perhitungan gaya-gaya yang bekerja pada bendung dan melakukan pengecekan kebutuhan stabilitas bendung, bendung ini sudah memenuhi kebutuhan stabilitas terhadap Guling dan Geser.
Pemodelan Hidrodinamika Aliran dan Transportasi Sedimen pada Ruas Pertemuan Sungai Citarum Hilir dan Cibeet, Jawa Barat Suryadi, Yadi; Siregar, Ruth Helena; Harlan, Dhemi; Samskerta, I Putu
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Teknik Hidraulik
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v15i1.727

Abstract

Flooding and changes in riverbed morphology often become issues near river confluences, as observed at the confluence of Citarum Hilir and Cibeet Rivers. This study aims to analyze the cross-sectional capacity and riverbed changes around the confluence of Citarum Hilir and Cibeet Rivers. This study utilizes 1D numerical modeling MIKE 11 with Hydrodynamic and Sediment Transport Modules. The hydrodynamic modeling inputs are river network and cross-sectional profiles. Hydrographs with return periods of 2, 5, 10, and 25 years are used as upstream boundaries, and a discharge curve is used as the downstream boundary of the model. The model is calibrated using water surface elevation measurements taken from September 13-16, 2021. The hydrodynamic modeling results indicate that Citarum Hilir and Cibeet Rivers cannot convey flood discharges with a 2-year return period. The sediment transport modeling results show no significant changes in the riverbed of Citarum Hilir before the confluence, but degradation of approximately 0.38 – 0.46 meters occurs after the confluence. Degradation happens in zones of maximum velocity where flow turbulence and shear stress increase, causing erosion of the Citarum Hilir riverbed. Degradation also occurs near the Cibeet River confluence due to flow acceleration at the outer bend of the river. Flooding and sediment transport are natural factors that can alter the morphology of river confluences, such as the confluence of Citarum Hilir and Cibeet Rivers.Keywords:  Citarum river, Cibeet river, river confluence, hydrodinamic modeling, sedimen transport modeling 
ANALISIS KINERJA SALURAN PENGALIHAN BANJIR PADA DAS SIKAMBING KOTA MEDAN Jul Fachri, Fiqih; Harlan, Dhemi; Nugroho, Joko; Chaidar, Ana N.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41368

Abstract

Dalam rentang periode 2015 hingga 2024, Kota Medan mengalami 14 kejadian banjir yang menunjukkan rata-rata kejadian banjir setiap tahunnya. Salah satu penyebab utama dari kejadian banjir ini adalah meluapnya aliran Sungai Sikambing selama periode hujan tinggi. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibangun saluran pengalihan di area hulu Sungai Sikambing dengan tujuan mengalihkan debit banjir sebesar 30 m³/dtk ke Sungai Belawan. Untuk menilai kinerja saluran pengalihan banjir, penelitian ini ditingkatkan dari hasil perencanaan sebelumnya dengan analisis hidrologi dan permodelan hidrodinamik menggunakan HEC-RAS 2D, yang diterapkan pada kondisi debit desain periode ulang 25, 50, dan 100 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja saluran pengalihan mampu mereduksi debit banjir rata-rata sebesar 21,79%, reduksi luas genangan rata-rata sebesar 48,75%, reduksi waktu kejadian banjir rata-rata sebesar 35,56% dan penurunan kedalaman banjir rata-rata hingga 0,21 m. Meskipun saluran pengalihan ini efektif dalam mereduksi debit banjir pada semua kondisi, terdapat selisih sebesar 4,75% dari rencana reduksi debit banjir yang dilakukan sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi kinerja saluran pengalihan untuk pengendalian banjir di DAS Sikambing Kota Medan.
Evaluasi Efektivitas Normalisasi dalam Mereduksi Banjir Sungai Sadia Menggunakan HEC-RAS Hartawan, I Putu; Harlan, Dhemi; Mertawiasa, I Nyoman Yogi; Irwansyah, Deddy; Wicaksono, Arief Yudho
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 17, No 1 (2026): Jurnal Teknik Hidraulik
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v17i1.876

Abstract

Bima City is an area with a relatively high risk of flooding and experiences flooding almost every year. One of the main causes of flooding is the limited capacity of the Sadia River to accommodate the flow from the upper reaches of the Sadia Watershed (DAS), especially during periods of high-intensity and long-duration rainfall. As a flood control measure, the BBWS NT I have carried out structural measures in the form of normalizing the Sadia River along a length of ±4.5 km. This study aims to assess the performance of river normalization in reducing the area and depth of flooding around the Sadia River. The novelty of this study lies in the use of long-term satellite rainfall data for flood analysis. The study was conducted on a ±4.5 km segment of the Sadia River. The hydrological analysis began with a study of the watershed characteristics to determine the input flood discharge using HEC-HMS. Rainfall data were obtained from the Global Precipitation Measurement (GPM) satellite for the period 2001–2024, which was calibrated and tested for correlation with rainfall data from the Rainfall Observation Station (PCH Kumbe). The 25-year return period flood discharge (Q25) was determined using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method, calibrated using the bankfull discharge (Q2). Hydraulic analysis was performed using HEC-RAS 1D to obtain water surface profiles and HEC-RAS 2D to map flood inundation patterns, calibrated against the 2016 flood event. Simulations were conducted for two conditions: existing conditions, and post-river normalization conditions. The analysis results show that under existing conditions, the Sadia River is unable to accommodate a Q25 flood discharge of 167 m³/sec, with a flood area of 89.87 ha and a depth of 0.1–4.0 m.After normalization, the flood area can be reduced by 40.74%.