Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Orangtua dalam Mengimplementasikan Fun Litercy di Desa Pamegarsari Puji Yulianty
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 3 (2023): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i3.327

Abstract

Pengembangan Literasi menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Literasi merupakan aspek perkembangan bahasa dalam pendidikan anak usia dini. Literasi sering dilekatkan pada istilah membaca dan menulis, walaupun terminologi literasi lebih luas dari baca-tulis. Prinsip belajar sambil bermain tidak boleh hilang pada pembelajaran di PAUD. Tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan orangtua dalam pengembangan literasi anak. Penulis menggunakan metode pelatihan berupa kegiatan demonstrasi fun literacy kepada orangtua murid di PAUD Nurul Qolbu dan Al-Ihsani Desa Pamegarsari Parung Bogor. Kegiatan fun literacy ditujukan agar anak mengenal simbol untuk persiapan membaca, dapat mengenal huruf awal dari nama benda, menuliskan dan mengucapkan huruf a-z dan anak dapat menuliskan nama sendiri. Berdasarkan evaluasi dan refleksi yang dilaksanakan kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat bagi orangtua murid di PAUD Nurul Qolbu dan Al Ihsani salah satunya adalah orang tua dapat mempraktikkan di rumah cara mengajarkan fun literacy ke anak melalui kegiatan yang menyenangkan sesuai dengan prinsip anak usia dini.
PEMANFAATAN PERMAINAN EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI DI TKS ISLAM ARAFAH NEGLASARI BOGOR Puji Yulianty
Jurnal Anak Bangsa Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Anak Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jas.v3i1.59

Abstract

Development is a change in the structure and function of the body that lasts a lifetime, becoming more complex in terms of gross movement, fine movement, ability to speak and language, as well as socialization and independence. Cognitive development is a thinking process, namely the ability to connect, evaluate and consider an event or events. Cognitive potential is determined at the moment of fertilization (fertilization), but whether it is realized or not depends on the environment and the opportunities offered. Learn the importance of educational toys and learn how to apply learning to improve cognitive aspects with simple APE developed by TKS Islam Arafah Neglasari Bogor. This research is descriptive research using data collection techniques through interviews and observation. The subjects of this research were children aged 2 years and then class teachers, as well as children aged 3-4 years from kindergarten group A. Role playing helps children develop social skills. By role playing, you learn to share, line up or take turns and communicate with friends. Ability to manage emotions, including understanding feelings of fear, frustration, sadness, anger and jealousy. Children learn to manage and understand these emotions. To increase creativity and discipline, children usually adopt daily rules and patterns as well as the habits of children or parents and even adults around the child
IMPLEMENTATION OF TAUGHID EDUCATION IN EARsLY CHILDHOOD Ina Winarsih; Puji Yulianty; Heru Wardany
Cakrawala Pedagogik Vol. 9 No. 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.862

Abstract

Tawhid education in early childhood is a crucial foundation for developing children's faith, morals, and personality from an early age. This study aims to identify strategies for implementing Tawhid education in early childhood. The research method used was qualitative with a descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation involving teachers, parents, and early childhood education institutions. Participants were selected purposively to ensure relevance to the research focus. Data were analyzed using thematic analysis techniques to identify patterns and strategies for implementing Tawhid education. The results indicate that Tawhid education is implemented through the practice of worship, role models from parents and teachers, curriculum integration in early childhood education (PAUD), and community support. The discussion emphasizes the importance of collaboration between families, schools, and the community, as well as the need for innovation through the use of digital media. The conclusion suggests that Tawhid education can be effectively instilled from an early age, but further research is needed to evaluate the effectiveness of technology-based methods.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL KUCING DAN TIKUS DI TK CIFOR CERIA DEPOK TAHUN 2021 Puji Yulianty; Winda Yunica; Ririn Tjahyaningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2529

Abstract

Permainan bagi anak-anak bukan hanya terkait dengan alat permainan, kawan bermain, tempat bermain atau lingkungan bermain. Anak dapat mengekspresikan diri dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang akan dialami ketika bermain. Keterampilan motorik kasar anak dapat dikembangkan salah satunya dengan permainan tradisional, misalnya kucing dan tikus. Permainan tradisonal sangat penting diperkenalkan pada anak karena mereka dapat mengetahui permainan tempo dulu serta dapat memainkannya sendiri tanpa bantuan dari orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional kucing dan tikus di TK B Cifor Ceria Kota Depok 2021. Subjek penelitian ini terdiri dari 10 orang anak. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) tindakan (3) observasi (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari 1 siklus, dengan dua kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan dan diskusi. Hasil penelitian ini menyatakan adanya peningkatan keterampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional, dibuktikan dengan skor rata-rata keterampilan motorik kasar awal anak 63,61% dan siklus I79,33%. Temuan penelitian bahwa permainan tradisional kucing dan tikus dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak TK B Cifor Ceria.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN “MAKE A MATCH” ANAK USIA 4-5 TAHUN Ririn Tjahyaningsih; Desi Nurillah; Puji Yulianty; Ida Ripda
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif berpikir simbolik anak usia 4-5 tahun di RA AL-BAYAN Kecamatan Pamijahan melalui media pembelajaran “Make a Match”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya dilakukan lima kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 17 anak usia 4-5 tahun di RA AL-BAYAN Kecamatan Pamijahan yang terdiri dari 12 anak perempuan dan 5 anak laki laki. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, penilaian dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam peneliatan ini adalah kisi-kisi instrument penelitian dan rubrik peningkatan kognitif berpikir simbolik anak. Teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah apabila persentase menunjukan peningkatan dari tindakan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran "Make a Match" dapat meningkatkan kemampuan kognitif data. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan persentase nilai ratarata akhir persiklus. Pada pra siklus anak baru menunjukan kemampuan kognitif sebanyak 41%, yakni tingkat pencapaian perkembangan masih berkembang (MB). Sedangkan pada siklus 1 mencapai 65% berkembang sesuai harapan (BSH) dan di siklus 2 mencapai 89% yakni berkembang sangat baik (BSB).