p-Index From 2021 - 2026
1.503
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pariwisata
Winda Yunica
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL KUCING DAN TIKUS DI TK CIFOR CERIA DEPOK TAHUN 2021 Puji Yulianty; Winda Yunica; Ririn Tjahyaningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2529

Abstract

Permainan bagi anak-anak bukan hanya terkait dengan alat permainan, kawan bermain, tempat bermain atau lingkungan bermain. Anak dapat mengekspresikan diri dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang akan dialami ketika bermain. Keterampilan motorik kasar anak dapat dikembangkan salah satunya dengan permainan tradisional, misalnya kucing dan tikus. Permainan tradisonal sangat penting diperkenalkan pada anak karena mereka dapat mengetahui permainan tempo dulu serta dapat memainkannya sendiri tanpa bantuan dari orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional kucing dan tikus di TK B Cifor Ceria Kota Depok 2021. Subjek penelitian ini terdiri dari 10 orang anak. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) tindakan (3) observasi (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari 1 siklus, dengan dua kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan dan diskusi. Hasil penelitian ini menyatakan adanya peningkatan keterampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional, dibuktikan dengan skor rata-rata keterampilan motorik kasar awal anak 63,61% dan siklus I79,33%. Temuan penelitian bahwa permainan tradisional kucing dan tikus dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak TK B Cifor Ceria.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL UCING-UCINGAN TERHADAP KETERAMPILAN GERAK MANIPULATIF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD AL-DZAKWAN Ririn Tjahyaningsih; Winda Yunica; Dtakiyatuddaaimah Dtakiyatuddaaimah; Elsa Rahmanis Saleha
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2636

Abstract

Permainan tradisional mulai terkikis oleh perkembangan zaman, menyebabkan anak-anak kurangnya mengetahui tentang permainan tradisional. Salah satu permainan yang jarang di ketahui anak-anak adalah ucing-ucingan. Dalam permainan ucing-ucingan ini peran ucing yang di kandang oleh anak yang kalah dalam undian harus memiliki kemampuan berlari dengan kencang agar mampu mengenai atau menangkap teman-temannya yang berlarian. Dalam konteks ini permainan ucing-ucingan dapat berhubungan dengan keterampilan gerak manipulatif melalui gerakan seperti berlari, melompat dan sebagainya. Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional ucing-ucingan terhadap keterampilan gerak manipulatif. Metode yang di gunakan adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua sample kelas, yaitu kelas B1 terdiri dari 10 siswa sebagai kelas eksperimen yang di berikan permainan tradisional ucing-ucingan dengan kelas B2 yang terdiri dari 10 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara bereksperimen di kelas dengan menggunakan RPP. Berdasarkan hasil tes setelah dilakukan perhitungan thitung dan ttabel diperoleh thitung =2,298 dan ttabel =2,100, hasil perhitungan tersebut dibandingkan sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan dari awal. Maka dapat di simpulkan thitung>tabel yang artinya tolak Ho dan diterima H1 dengan interpensi terdapat pengaruh permainan tradisional ucing-ucingan terhadap ketarampilan gerak manipulatif pada anak usia 5-6 tahun di Paud Al-Dzakwan.
Peran Guru Dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Siswa Melalui Metode Bercerita Di Paud Amalliyah Cariu Lucky Dewanti; Winda Yunica; Siti Arumsari
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2945

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian awal yang penulis laksanakan, permasalahan di PAUD Amalliyah yang ditemukan dilapangan adalah Bagaimana peran guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa siswa. Jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif, data dalam penelitian tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitung lainnya. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan peran guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa siswa di PAUD Amalliyah pada kelompok A usia 4-5 tahun, adalah guru sudah melakukan stimulasi kepada anak namun perlu ditingkatkan dengan mengunakan berbagai cara yang lebih menarik serta mengunakan metode yang berbeda seperti bercerita, membaca, menulis dan menyimak agar perkembangan bahasa anak dapat meningkat, perkembangan bahasa anak pada kelompok A usia 4-5 tahun di PAUD Amalliyah Cariu dengan memberikan contoh mengajarkan stimulasi perkembangan bahasa anak didik agar perkembangan bahasa dan aspek perkembangan bahasa berkembangan sesuai dengan tahap usia anak. Dari hasil penelitian menunjukan metode bercerita dalam stimulasi bahasa sangatlah baik bagi perkembangan bahasa siswa, dapat meningkatkan kosakata dengan cepat. Anak akan belajar bagaimana berpartisipasi dalam suatu percakapan dan menggunakan bahasanya untuk memecahkan masalah. Menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain, anak akan mendapatkan banyak sekali kosakata, sekaligus dapat mengekspresikan dirinya melalui bahasa.
PERAN GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS SISWA PAUD ANANDA CARIU BOGOR Lucky Dewanti; Yusuf Haryanto; Winda Yunica; Nursah Sukri
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 1: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i1.3383

Abstract

Pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam memajukan generasi penerus bangsa. Pembentukan karakter adalah salah satu aspek yang sangat mendukung untuk memajukan pendidikan saat ini. Disamping itu, guru juga mengamati tingkat perkembangan siswa dengan melihat siswa ketika bermain menggunakan APE di waktu istirahat. Motivasi adalah seni mendorong siswa untuk terdorong melaksanakan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. dalam penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini mewujudkan dengan menafsirkan satu variabel, kemudian menghubungkannya dengan variabel data yang lain, dan disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat naratif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang menggungkap situasi social tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data yang relevan diperoleh dari situasi alamiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi mendeskripsikan, menguraikan, dan menggambarkan tentang penerapan. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu: 1) Observasi. Observasi yaitu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap objek. Teknik observasi ini dilakukan untuk menemukan data-data atau informasi dari seluruh aktifitas yang dilakukan oleh guru dan anak didik secara sistematis dengan menggunakan lembar observasi. 2) Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh dokumen tentang kegiatan penerapan motorik halus pada anak melalui media permainan, sekitar sekolah ,pada teknik dokumentasi ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan menelaah dokumen-dokumen penting sekolah yang menunjang masalah penelitian.
KOLABORASI PENGASUHAN ORANGTUA DAN GURU DALAM MEMBANTU PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN Ririn Tjahyaningsih; Lucky Dewanti; Winda Yunica; Lia Mardhotillah
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi pengasuhan orangtua dan guru dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5 – 6 tahun di PAUDQU Tunas Al-Falaq kecamatan Citeureup Bogor melalui pola asuh yang di gunakan oleh orangtua dan guru di rumah dan di sekolah Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus Subjek penelitian ini adalah 16 anak usia 5 - 6 tahun di PAUDQU Tunas Alfalaq Citeureup Bogor yang terdiri dari 6 anak perempuan dan 10 anak laki laki. Teknik pengumpulan datanya menggunakan Angket , Lembar observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam peneliatan ini adalah kisi-kisi instrument penelitian dan rubrik peningkatan aspek sosial emosional anak usia 5 – 6 tahun. Teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan data yangdidapatkan perkembangan sosial emosional anak dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pola asuh orangtua dan guru yang rata – rata menggunakan pola asuh otoriter dan demokratis pada anak.
PENGARUH PERBEDAAN POLA ASUH ANTARA GENERASI 2000-AN DAN 90-AN TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI R.A MELATI PADANG BARAT Winda Yunica; Gema Septiani
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3849

Abstract

Penelitian ini menganalisis hasil assessment 38 desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2022 berdasarkan kriteria Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan panduan dari Kementerian Desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 10,5% desa wisata yang mencapai status mandiri, sedangkan mayoritas berada dalam kategori berkembang, rintisan, atau potensi rintisan. Temuan utama meliputi potensi desa wisata berbasis budaya dan alam, serta tantangan dalam digitalisasi, infrastruktur, dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi strategis mencakup penguatan kolaborasi Penta Helix, digitalisasi berbasis komunitas, dan program pelatihan SDM berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan untuk pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Lombok Tengah.