Yusuf Haryanto
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Exploration of Teachers' Competencies in Welcoming Deep Learning Based on Mindful, Meaningful, and Joyful Learning (MMJ) Helwiyah Makarim; Yusuf Haryanto; Ana Ratnasari; Resya Fakhrunnisa
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i3.1869

Abstract

This study aims to explore teachers’ competencies in addressing students’ learning needs within the implementation of the Kurikulum Merdeka and to identify essential competencies for supporting deep learning practices. The study employed a mixed-method approach with exploratory qualitative dominance. Data were collected through closed-ended questionnaires administered to 40 teachers, in-depth interviews with 5 teachers, and a literature review examining trends in the implementation of the Kurikulum Merdeka. The findings reveal that teachers positively perceive the flexibility offered by the curriculum; however, they still encounter difficulties in designing learning experiences that integrate mindful, meaningful, and joyful learning principles. The study identified six key competencies that need strengthening to support effective deep learning implementation: critical thinking, empathy, reflection, collaboration, adaptation, and humanization. These findings indicate that teachers require a more contextual, reflective, and value-based competency development approach. The study proposes the BERKAH framework as a conceptual model for strengthening teacher competencies in deep learning practices. The implications of this study highlight the importance of developing teacher professional training programs grounded in the BERKAH framework to enhance the quality of elementary education. Further research is recommended to validate and test the effectiveness of the framework in broader educational contexts.
Evolusi Edu-Tech: Transformasi Digital Peran Komite Sekolah Di Madrasah Ibtidaiyah Bogor Al Juska Sasni Akbar; Ida Royani; Yusuf Haryanto; Suriyani
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v6i2.18019

Abstract

Background: Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan meningkatkan transformasi peran komite sekolah dalam pengelolaan pendidikan di era digital, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah Bogor. Dalam kondisi ideal, komite sekolah diharapkan berperan aktif dalam memberikan nasihat, mendukung kegiatan, mengawasi, dan menjadi penengah dalam pengambilan keputusan pendidikan yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa meskipun komite sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Bogor telah melaksanakan tugasnya dengan baik, masih terdapat tantangan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung program-program sekolah secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, mengumpulkan data melalui penelitian dokumen, wawancara, dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite sekolah telah berperan baik dalam mendukung terealisasinya program sekolah, termasuk program unggulan yang melatih siswa menjadi mudzaki sejak dini dengan memanfaatkan platform digital. Program ini memberikan edukasi positif yang mengubah pola pikir siswa terhadap lingkungan sekitar dan meningkatkan literasi digital mereka. Dampak dari transformasi peran komite sekolah ini adalah peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Bogor, dengan program kerja komite yang secara keseluruhan membantu mensukseskan program sekolah di era digital.   Background: This study aims to understand and improve the transformation of the role of the school committee in managing education in the digital era, especially in Madrasah Ibtidaiyah Bogor. In ideal conditions, the school committee is expected to play an active role in providing advice, supporting activities, supervising, and becoming a mediator in educational decision-making that is increasingly integrated with digital technology. However, the reality in the field shows that although the school committee in Madrasah Ibtidaiyah Bogor has carried out its duties well, there are still challenges in utilizing digital technology to support school programs more effectively. This study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method, collecting data through document research, interviews, and direct observation. The results of the study show that the school committee has played a good role in supporting the realization of school programs, including a superior program that trains students to become mudzaki from an early age by utilizing digital platforms. This program provides positive education that changes students' mindsets towards the surrounding environment and increases their digital literacy. The impact of this transformation of the role of the school committee is an increase in the quality of education in Madrasah Ibtidaiyah Bogor, with the committee's work program as a whole helping to make school programs a success in the digital era.
PERAN GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS SISWA PAUD ANANDA CARIU BOGOR Lucky Dewanti; Yusuf Haryanto; Winda Yunica; Nursah Sukri
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 1: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i1.3383

Abstract

Pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam memajukan generasi penerus bangsa. Pembentukan karakter adalah salah satu aspek yang sangat mendukung untuk memajukan pendidikan saat ini. Disamping itu, guru juga mengamati tingkat perkembangan siswa dengan melihat siswa ketika bermain menggunakan APE di waktu istirahat. Motivasi adalah seni mendorong siswa untuk terdorong melaksanakan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. dalam penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini mewujudkan dengan menafsirkan satu variabel, kemudian menghubungkannya dengan variabel data yang lain, dan disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat naratif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang menggungkap situasi social tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data yang relevan diperoleh dari situasi alamiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi mendeskripsikan, menguraikan, dan menggambarkan tentang penerapan. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu: 1) Observasi. Observasi yaitu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap objek. Teknik observasi ini dilakukan untuk menemukan data-data atau informasi dari seluruh aktifitas yang dilakukan oleh guru dan anak didik secara sistematis dengan menggunakan lembar observasi. 2) Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh dokumen tentang kegiatan penerapan motorik halus pada anak melalui media permainan, sekitar sekolah ,pada teknik dokumentasi ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan menelaah dokumen-dokumen penting sekolah yang menunjang masalah penelitian.