Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Terapi Komplementer pada Orang dengan Lupus di Sumatera Selatan Dian Wahyuni; Eddy Mart Salim; Nova Kurniati; Eka Yulia Fitri,; Khoirul Latifin
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v6i1.821

Abstract

specific parts and in general, which are called Lupus Erythematosus Systems. Research on the use of complementary therapies in Odapus is still limited. The purpose of this study was to determine the type of complementary therapy used by Odapus in South Sumatra. Descriptive research design, at the South Sumatra Lupus Association, total sampling. The results are as follows for the characteristics of respondents: by 96% of women, 88% of adults, and 68% used Complementary therapies. This study used seven types of complementary therapy, but the most used for Odapus were only three types, namely exercise therapy in the form of walking and cycling, which are physical activities that can improve blood flow and reduce cytokines that can trigger inflammation. Sholat and Do’a, two types of spiritual therapy, provide psychological peace so that the body relaxes, Odapus is not stressed, and does not release corticosteroid hormones to prevent recurrence. The three traditional medical therapies are in the form of using herbs, which must be communicated with health workers because some herbs are immunostimulatory, so Odapus cannot be consumed, and there are herbs that have anti-inflammatory properties. In conclusion, most Odapus in South Sumatra use complementary therapy. The type of complementary therapy that is widely used is exercise therapy in the form of walking and cycling, spiritual therapy with prayer, and traditional healing therapy using herbs.
Pemberdayaan Sekolah Dasar melalui Edukasi tentang Keterampilan Deteksi Dini Status Gizi untuk Pencegahan Obesitas pada Siswa Firnaliza Rizona; Yeni Anna Appulembang; Fuji Rahmawati; Sigit Purwanto; Khoirul Latifin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka obesitas pada anak sekolah meningkat setiap tahunnya hampir di seluruh negara. Pencegahan semenjak dini diperlukan untuk membantu mengurangi angka peningkatan berat badan yaitu salah satunya melakukan deteksi dini obesitas melalui pengukuran status nutrisi siswa yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah. Namun belum banyak guru yang mengetahui bagaimana mengukur status nutrisi anak. Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengukur status nutrisi siswa. Pelatihan ini dibantu menggunakan buku panduan penilaian status gizi siswa yang telah dikembangkan sebelumnya. Guru berdiskusi secara berkelompok dengan menggunakan buku panduan lalu dilakukan demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan keterampilan dalam mengukur status nutrisi siswa. Berdasarkan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan agar usaha yang dilakukan dalam pencegahan ketidaknormalan status gizi siswa mengikutsertakan pihak sekolah.