Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF SOY MILK TO OVERCOME POLIMENOREA IN PREMENOPAUSAL WOMEN IN THE TELUK BAYUR HEALTH CENTER WORK AREA 2022 Fatmawati Fatmawati; Dwi Hartati
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 7: Februari, 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i7.306

Abstract

Background: Low-dose hormon therapy using natural ingredients called phytoestrogens such as soy milk is a way to overcome or reduce classic symptoms of perimenopause such as menstrual disorders polymenorrhea. Data from the Puskesmas and Posbindu in the Teluk Bayur area, there were 68 women aged 40 years and over who complained of irregular menstruation with elderly people ranging from 40-55 years. Objective: To analyze the effectiveness of soy milk to treat polymenorrhea in peri-menopausal women in the working area of Teluk Bayur Health Center, Berau District. Method: The research design used is a quantitative approach with the praw experiment method. This one group pretest-posttest design consists of one predetermined group. The sample is peri-menopausal women in the working area of the Teluk Bayur Health Center, totaling 23 people. Data analysis used the wilcoxon test. Results: The intensity of polimenorea before giving soy milk to peri-menopausal women was found to be entirely abnormal (polimenorea) totaling 23 people (100%), whereas after giving soy milk to peri-menopausal women most were normal (not polimenorea) totaling 17 people (73 ,9%). Soy milk is effective for treating polymenorrhea in peri-menopausal women in the working area of the Teluk Bayur Health Center, Berau Regency (p value obtained 0.000 <0.05). Conclusion: soy milk is effective for treating polymenorrhea in peri-menopausal women in the working area of the Teluk Bayur Health Center, Berau Regency Keywords: Soy Milk, Polimenorea, Peri-Menapause
Efektifitas Pijat Perineum Terhadap Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Bpm Tanjung Redeb Kabupaten Berau Nur Inamah; Gita Masyita; Dwi Hartati; Ida Hayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.266 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.547

Abstract

Latar Belakang : Ruptur perineum merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dalam proses persalinan normal. Ruptur perineum dialami oleh 85% wanita selama masa kelahiran. Data tentang ruptur perineum di Indonesia terjadi pada 75% ibu melahirkan pervaginam. Ruptur perineum dapat dicegah jika perineum elastis, atau ibu bisa mengejan dengan baik. Upaya-upaya untuk mencegah ruptur perineum telah dilakukan antara lain dengan pijat perineum. Pijat perineum adalah teknik memijat perineum pada waktu hamil, atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomi. Tujuan : untuk mengetahui efektifitas pijat perineum terhadap kejadian rupture perineum pada ibu bersalin di BPM Nur Inamah. Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design(untreated control group design with dependent pretest and posttest samples) dengan populasi 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai ?= 0,046 dan 0,003 (?<0,05). Simpulan: terdapat efektifitas pijat perinium terhadap ruptur perinium pada ibu bersalin primigravida di BPM Tanjung Redeb Kabupaten Berau.
The Influence Of Elderly Gymnastics On Mother Anxiety At Sanggulan Health Centre Dwi Hartati; iin Safitri
Indonesian Journal of Wiyata Health Administration (IJWHA) Vol 1 No 1 (2021): Volume 01 Nomor 01, December 2021
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/ijwha.v1i1.1162

Abstract

The purpose of this study was to find out the effect of elderly exercise on the anxiety of climacteric mothers at the Sanggulan Village Support Health Center . This study This type of quasy experimental research with the research design is a one group pretest- posttest design. Total sample of 38 respondents using accidental sampling method. Result the Wilcoxon statistical test in the SPSS program obtained a value of p = 0.000, meaning that there was a difference between the results of the pre-test and post-test. There is an influence between elderly gymnastics and maternal climacteric anxiety
Pengaruh Pemberian Terapi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Akseptor Kb Akdr Di Puskesmas Tepian Buah Dwi Hartati; Tiana Okfita Sari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.812 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v3i4.581

Abstract

Latar Belakang : AKDR menjadi salah satu pilihan cara atau metode kontrasepi yang digunakan dalam jangka panjang berfungsi untuk mengatur jarak dan menunda kehamilan. Berdasarkan data SDKI 2019, unmet need (tidak menggunakan kontrasepsi) mencapai 10,6 % dari jumlah WUS. Salah satu kendala penggunaan KB AKDR adalah kecemasan sebelum pelaksanaan prosedur. Salah satu cara menurunkan kecemasan dilakukan dengan teknik non-farmakologi melalui terapi slow deep breathing. Dimana teknik ini menggunakan pendekatan relaksasi napas dalam yang merupakan bagian dari asuhan kebidanan dengan memberikan edukasi kepada klien dengan harapan dapat menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi slow deep breathing terhadap tingkat kecemasan akseptor KB AKDR di Puskesmas Tepian Buah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre eksperiment dengan pendekatan one group pre-post-test design dengan sampel sebanyak 16 responden. Alat ukur kecemasan mengunakan skala HARS, analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: kecemasan sebelum intervensi slow deep breathing rata- rata 19,81 pada kecemasan ringan, setelah dilakukan intervensi nilai rata-rata menjadi 12,94 (tidak ada kecemasan). Terdapat pengaruh yang signifikan dari slow deep breathing terhadap penurunan kecemasan akseptor KB AKDR (p-value 0,000) Kesimpulan dan Saran: Terapi slow deep breathing merupakan teknik non-farmakologi efektif dan diharapkan dilakukan pada akseptor KB AKBDR dalam rangka menurunkan kecemasan.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Benua Baru Kabupaten Kutai Timur Mila Apriliana Sobon; Risnawati; Widya Astutik; Dwi Hartati
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The incidence of stunting in Indonesia in 2022 with a prevalence of 24.4%. The government's target for 2024 is for stunting to decrease to 14%. Stunting is a condition where a toddler has a length and height according to age with a Z-score of -3 SD to <-2 SD. Stunting can be caused by several factors, namely a history of LBW, exclusive breastfeeding, anemia in toddlers and eating behavior. Objective: to determine the factors that cause stunting in Benua Baru Village, East Kutai Regency. Method: This research is a quantitative research with a cross sectional design. This research was conducted in Benua Baru Village in July 2023. The population in this study was toddlers aged 24-59 months. Samples were taken using the Total Sampling technique, namely 38 toddlers. Results: There is a relationship between the history of LBW and the incidence of stunting (0.015), there is a relationship between the history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (0.013), there is a relationship between anemia in toddlers and the incidence of stunting (0.015), and there is no relationship between eating behavior and the incidence of stunting ( 1,000). Conclusion: The results of the study show that there is a relationship between a history of LBW, exclusive breastfeeding and anemia in toddlers with the incidence of stunting.
Pengaruh Penggunaan Birth Ball Terhadap Intensitas Nyeri Kala I Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Klinik Kartika Jaya Dan Klinik Ramlah Parjib I Kota Samarinda Fera Yuanita; Dwi Hartati
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 3 (2023): NJMS - Oktober 2023
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hanesty, 2017 kutipan Gea, 2019 terhadap 2.700 parturien di 212 pusat obstetric dri 36 negara menemukan bahwa persalinan yang berlangsung tanpa nyeri 15%, persalinan dengan nyeri sedang 30%, persalinan di sertai dengan nyeri hebat 35%, dan persalinan dengan nyeri yang sangat hebat 20%. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan birth ball terhadap intensitas nyeri kala I pada ibu bersalin primigravida. Menggunakan rancangan pra-eksperimental (one-group pre-posttest design). Dengan jumlah sampel sebanyak 21 orang yang dipilih menggunakan metode nonprobability sampling, yaitu accidental sampling. Proses pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengetahui tingkat skala nyeri dan lembar SOP untuk pemberian metode birth ball. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon dengan penggunaan SPSS versi 20 didapatkan hasil p value = 0,000 <0,05 maka dapat disimpulkan Ha diterima artinya ada pengaruh intensitas nyeri kala I pada ibu primigravida sebelum dan sesudah penggunaan birth ball. Diharapkan kepada bidan klinik atau tenaga Kesehatan lainnya untuk dapat memanfaatkan birth ball sebagai asuhan kebidanan untuk intensitas nyeri persalinan kala I
Hubungan Sikap dan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Kombeng Tahun 2026 Norifa Ifan; Chandra Sulistyorini; Sucita Tripertiwi; Dwi Hartati
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 11 No 1 (2026): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v11i1.2526

Abstract

Background: Postnatal care (PNC) is an essential effort to detect early danger signs during the postpartum period. Physiologically, the puerperium lasts for 42 days (6 weeks) after delivery; therefore, postpartum visits should ideally be conducted in accordance with health service standards within this period. The coverage of postpartum visits in the working area of the Kombeng Public Health Center showed a decline from 2024 to 2025, from 82.1% to 71.4% (a decrease of 10.7%), which is suspected to be related to maternal attitudes and family support regarding the importance of postpartum examinations. Objectives: This study aimed to determine the relationship between attitude and family support with postpartum visits among mothers. Methods: The study employed a quantitative method with an analytic descriptive design and a cross-sectional approach. The population consisted of all postpartum mothers during the 42-day postpartum period in January–February 2026, with a total sample of 38 respondents using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires and maternal and child health (MCH) books/medical records, and analyzed using the Fisher’s Exact Test. Results: The results showed that most mothers had a positive attitude (63.2%), received family support (73.7%), and completed postpartum visits (73.7%). There was a significant relationship between attitude and postpartum visits (p = 0.002), as well as between family support and postpartum visits (p = 0.01). Conclusions: Conceptually, a less supportive maternal attitude toward postpartum visits is generally characterized by the perception that examinations are not necessary in the absence of complaints, whereas a positive attitude is reflected in the awareness that the postpartum period is a vulnerable phase requiring health monitoring. These findings indicate that psychosocial factors play a role in compliance with postpartum visits; therefore, improving education and involving families are essential to optimize postpartum visit coverage for the early detection of maternal health problems.
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Post Partum Sarah Ruth Nikijuluw; Dwi Hartati; Tuti Meihartati; Ida Hayati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 19 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v19i1.385

Abstract

Latar belakang: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada ibu postpartum merupakan upaya penting dalam menunjang keberhasilan ASI eksklusif. Di RSUD Malinau, program IMD belum berjalan optimal karena kurangnya pengetahuan ibu dan lemahnya dukungan keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD pada ibu post partum di ruang bersalin RSUD Malinau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang melahirkan normal di RSUD Malinau berjumlah 30 orang dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tervalidasi. Analisis data menggunakan Fisher’s exact test. Hasil: Mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik sebanyak 19 responden (63,3%), dukungan keluarga mayoritas mendukung sebanyak 21 responden (70,0%), dan pelaksanaan IMD mayoritas berhasil sebanyak 22 responden (73,3%). Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan pelaksanaan IMD (p = 0,001) dan terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD (p = 0,032). Kesimpulan: Ibu yang memiliki pengetahuan baik dan mendapat dukungan keluarga cenderung berhasil melaksanakan IMD. Diharapkan ibu lebih proaktif mencari informasi tentang IMD sejak masa kehamilan dan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pelaksanaan IMD.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Wus Menggunakan Metode Kontrasepsi Di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau Nilta Nilta; Risnawati Risnawati; Sucita Tripertiwi; Dwi Hartati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 19 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v19i1.388

Abstract

Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis dalam pengendalian jumlah dan jarak kelahiran guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Meskipun program KB telah lama digalakkan, tingkat penggunaan metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) di beberapa wilayah terpencil masih tergolong rendah, termasuk di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Dari 56 WUS yang memiliki pasangan, hanya 6 orang (10,7%) yang menjadi akseptor KB. Rendahnya minat penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan WUS, akses kepelayanan kesehatan, serta dukungan suami. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah 50 WUS, sampel 38 orang menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Februari 2026. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Likelihood Ratio dan Chi-Square. Hasil: Mayoritas WUS berpengetahuan baik (52,6%), akses kepelayanan sulit (52,6%), dan mendapat dukungan suami cukup mendukung (47,4%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan minat KB (p = 0,000), akses kepelayanan dengan minat KB (p = 0,017), dan dukungan suami dengan minat KB (p = 0,000). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan suami dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi.
The Role of Parents, Teachers, and Self‑Esteem in Shaping Adolescents’ Premarital Sexual Behaviour Sarah Astuti Hidayah; Risnawati Risnawati; Hestri Norhapifah; Dwi Hartati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 3 (2026): March 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170309

Abstract

Premarital sexual behaviour refers to intimate actions between two individuals who are emotionally attached but not legally married. Such behaviour is influenced by internal factors, including self‑esteem and depression, as well as external factors such as the roles of parents and teachers. Understanding these determinants is essential for developing effective adolescent reproductive‑health interventions. This study aimed to determine the relationship between parental roles, teacher roles, and self‑esteem with premarital sexual behaviour among adolescents at SMP Negeri 26 Samarinda. This research employed an observational analytic design with a cross‑sectional approach. The study involved 183 male and female students selected through stratified random sampling. Data were collected using structured questionnaires, and statistical analysis was performed using the chi‑square test to assess associations between variables. The findings showed no significant relationship between parental roles and premarital sexual behaviour among adolescents at SMP Negeri 26 Samarinda (p = 0.461). Similarly, no significant association was found between teacher roles and premarital sexual behaviour (p = 0.341). Self‑esteem was also not significantly associated with premarital sexual behaviour (p = 0.913). The study concludes that parental roles, teacher roles, and self‑esteem are not significantly associated with premarital sexual behaviour among adolescents at SMP Negeri 26 Samarinda. These results suggest that other factors may play a more substantial role in influencing adolescent premarital sexual behaviour and should be explored in future research.Keywords: parents; teachers; self‑esteem; premarital sexual behaviour