Sulaiman
Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI PADA BALITA DI PUSTU SAPANANG Sulaiman; Muhammad Hatta; Nur Amaliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.466

Abstract

Latar Belakang : Kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrient selama seribu hari pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa. Tujuan : Untuk memberikan pengetahuan terkait stunting pada balita Metode : Metode penelitian yang digunakan ialah pemberian penyuluhan dan edukasi pada ibu yang memiliki anak stunting, sumber data dari UPTD Puskesmas Bungoro Hasil: . Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ahli gizi dan petugas kesehatan lingkungan (kesling), serta dilakukan pula observasi kepada dua anak stunting juga wawancara kepada orangtua, ditemukan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi stunting ialah sebagai berikut: pola makan yang tidak memenuhi gizi seimbang selama proses kehamilan dan setelah bayi lahir, pola makan anak sejak lahir sampai usia dua tahun, pemberian ASI eksklusif yang kurang dari 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) terlalu dini (kurang dari enam bulan), pengasuhan orangtua yang kurang tepat (sering membentak anak, kurang dekat dengan anak, melakukan tindakan yang membuat anak menjauh dari orangtua), sanitasi lingkungan yang kurang baik, tidak mengenalkan toilet training kepada anak sejak dini, dan genetic tidak memiliki peran signifikan terhadap kejadian stunting Kesimpulan: setelah dilakukan penyuluhan pemahaman terkait stunting pada balita dan dapat menyadari pentingnya hal tersebut.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANNANTI KABUPATEN SINJAI Sulaiman; Muhammad Hatta; Jufri; Basri; Andi Ayumar; Hamzah Tasa; Dian Adriana Amri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.638

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan adanya motivasi yang mampu memengaruhi dan membimbing sekelompok individu dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor kunci yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 33 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Gaya kepemimpinan di Puskesmas Mannanti tergolong dalam kategori sesuai (66,7%), dengan gaya kepemimpinan yang paling dominan diterapkan adalah gaya demokratis dan/atau liberal. Tingkat motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 18 orang (54,5%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai ρ = 0,026 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti, Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Puskesmas Mannanti, khususnya kepala puskesmas, menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan/atau liberal guna meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga kinerja dan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih optimal.