Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Monitoring Glukosa Secara Berkelanjutan terhadap Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-1 dan Tipe-2 Donny Nurhamsyah; Yanny Trisyani Wahyuningsih; Ajeng Andini Sutisnu; Anggita Dyah Kirana; Anisa Dwi Putri; Gina Saufika; Puput Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v6i2.7917

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik kronis yang dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Kunci penting dalam pengelolaan diabetes melitus ini adalah pengontrolan glukosa darah. Sebuah studi klinis menunjukkan, terdapat salah satu intervensi yang dapat diberikan guna mengontrol kadar glukosa darah, yaitu monitor glukosa berkelanjutan. Beberapa uji klinis terdahulu menyebutkan bahwa monitor glukosa berkelanjutan ini telah terbukti dapat meningkatkan deteksi hipoglikemia dan hiperglikemia pada pasien diabetes. Tujuan: Studi ini bertujuan guna mengetahui bagaimana prinsip kerja dan pengaruh CGM pada pasien dengan diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2 khususnya di ruang perawatan intensif serta peran yang dapat perawat tunjukkan dalam pelaksanaannya. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pendekatan Narrative Review dan berpedoman pada Preferred Reporting from Systematic Reviews and Meta-Analytic (PRISMA) dengan kriteria yang telah ditentukan. Dari 15 artikel yang lolos seleksi judul dan abstrak, 5 artikel tidak masuk ke dalam kriteria dikarenakan artikel-artikel tersebut membahas mengenai artikel dengan intervensi campuran. Hasil: CGM dinilai dapat meningkatkan pemantauan dan dapat menurunkan risiko terjadinya kejadian hipoglikemia pada pasien. Perawat memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada pasien terkait pemantauan kadar glukosa secara berkelanjutan. Simpulan: Kondisi ketidakstabilan kadar glukosa darah baik karena kondisi tertentu maupun karena penyakit diabetes perlu segera dilakukan kontrol monitoring untuk mencegah terjadinya komplikasi serius seperti mortalitas maupun morbiditas pada pasien. Continuous Glucose Monitoring (CGM) merupakan sistem terbaru yang bisa digunakan untuk monitoring glukosa secara kontinyu dibandingkan dengan monitoring standar.Kata Kunci: Diabetes Melitus, hiperglikemi, hipoglikemia, monitoring glukosa berkelanjutan
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA BERBASIS EXPLICIT-REFLECTIVE NATURE OF SCIENCE ACTIVITY TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP Anisa Dwi Putri; Joko Sudomo; Putri Anjarsari
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (October, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA berbasis Explicit-Reflective Nature of Science (NOS) Activity terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Moyudan semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy experiment. Pada penelitian ini, kelas eksperimen menggunakan pendekatan berbasis Explicit-Reflective Nature of Science (NOS) Activity dan pada kelas kontrol menggunakan pendekatan berbasis inkuiri terbimbing. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling dengan populasi sebanyak 189 peserta didik dari kelas A-F dan sampel sebanyak 64 peserta didik yang berasal dari 32 peserta didik kelas VII B dan 32 peserta didik kelas VII D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yakni pretest, kuis, dan posttest keterampilan berpikir kritis dan instrumen non-tes lembar observasi keterampilan berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengggunakan Independent Sample T-Test, effect size, dan regresi linier sederhana. Hasil analisis skor pretest dan posttest dengan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2 tailed) 0,000 0,025, sehingga dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan. Perhitungan effect size menghasilkan nilai Cohen’s d sebesar 1,4 dengan kategori tinggi. Perhitungan korelasi antara keterampilan berpikir kritis peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran IPA berbasis Explicit-Reflective Nature Of Science Activity menghasilkan R= 0,752 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 dan model persamaan regresi diperoleh Y = 32,609 + 0,832X.Kata kunci: Pembelajaran IPA, Explicit-Reflective NOS Activity, Keterampilan Berpikir Kritis.
Reorienting Legal Protection of Employment in Indonesia in Facing Globalization and Digitalization Topan Ahmad Anhari Harahap; Cita Suci; Anisa Dwi Putri; Abdillah Tarigan
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 3 No. 1 (2026): ISNU Sahabat Januari
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jsisnu.v3i1.1262

Abstract

The rapid development of globalization and digitalization has fundamentally transformed employment relations in Indonesia. Conventional employment patterns characterized by stable and formal work arrangements have increasingly shifted toward flexible and precarious forms of employment, particularly with the rise of the digital economy and platform-based labor. This transformation poses significant challenges to the existing labor law framework, which was originally designed to regulate permanent and formal employment relationships. As a result, many platform and gig economy workers are excluded from normative labor protections, including social security, wage protection, and job security, due to their classification as independent contractors or partners rather than employees. Labor law serves a strategic function as a protective instrument for workers, who are generally in a weaker bargaining position compared to employers. Within the welfare state paradigm, such protection is intended not only to provide legal certainty but also to promote social justice and societal welfare. However, the dynamics of globalization and digitalization have exposed a regulatory gap between evolving employment practices and existing legal norms, potentially weakening the protection of workers’ rights. This study applies a qualitative research method using a normative-juridical approach. Data were collected through a systematic review of labor law regulations and relevant legal literature and analyzed descriptively and qualitatively. The study emphasizes the urgent need to reorient Indonesian labor law policies to balance economic growth, investment interests, and the constitutional obligation to ensure equitable legal protection for all workers, particularly those in digital and non-standard employment relationships.