Bongguk Haloho
Universitas Simalungun

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemahaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Soekarno Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Role Playing Muhammad Gazali Bancin; Corry Corry; Bongguk Haloho
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2357

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the understanding of Soekarno's heroic values in shaping the character of students with the Role Playing model. The method used in this research is descriptive-qualitative research method. Qualitative descriptive research is research that aims to describe, summarize various conditions, as situations or various reality phenomena that exist in society which are the object of research and seeks to draw that reality to the surface as a characteristic, character, model, sign or description of the condition, situation or certain phenomenon. The results of the study show that the understanding of Soekarno's heroic values is very influential in the formation of the character of students with the role playing model. Learning history, will develop students' activities to study various events, to then be understood and internalized to themselves so as to give birth to examples for behaving and acting.
Penguatan Karakter Peserta Didik Melalui Pembelajaran IPS Terpadu Sri Wahyuni; Bongguk Haloho; Ulung Napitu; Corry Corry
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2794

Abstract

Character is inherent in every individual which is reflected in behavior patterns in everyday life. A person's character is influenced by environmental factors (nurture) and innate factors (nature). This character education aims to develop a person's ability to make good and bad decisions, maintain what is good, and realize that goodness in everyday life wholeheartedly. Where at this time the condition of the Indonesian nation is experiencing a decline in character. We realize that if this demoralization is not corrected immediately, this nation that we love will be on the brink of collapse. Therefore character education is a habit, so the formation of one's character requires communities of character. The role of schools as communities of character in character education is very important. Schools develop character education processes through learning processes, habituation, extracurricular activities, and working with families and communities in their development.
Pengaruh Kreatifitas Guru Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Terhadap Peningkatan Minat Belajar Siswa Pada Pendidikan Dasar Bongguk Haloho; Ulung Napitu; Ease Arent
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2806

Abstract

The method used in this study is a qualitative research method carried out by means of literature studies or library research that examines relevant theories.Learning in elementary schools in this study uses integrated thematic learning. This study aims to determine the effect of teacher creativity in integrated thematic learning on increasing students' learning interest in elementary schools. The results of this study indicate that integrated thematic learning greatly influences student learning interest, because thematic learning aims to increase students' understanding of concepts meaningfully. In this thematic learning students are required to be more active and think critically as well as in the student centered learning process. For this reason, teachers must be creative in implementing integrated thematic learning in order to achieve increased student interest in learning
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA (P5) BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Ulung Napitu; Corry Corry; Bongguk Haloho; Ease Arent; Resna Napitu; Indra Gandi Purba; Samrin Girsang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rx3a8n50

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2024, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai - nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Ulung Napitu; Corry Corry; Bongguk Haloho; Resna Napitu; Tuty Ariani Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/g2ak0821

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jorlang Hataran Arnauli Tamba; Ramainim Saragih; Bongguk Haloho
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/tkxjdq58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Jorlang Hataran. Populasi dan sampel dari penelitian ini sebanyak 47 orang guru SMK Negeri 1 Jorlang Hataran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi yang tinggi dapat mendorong peningkatan kinerja guru. Oleh karena itu, manajemen sekolah disarankan untuk terus memperhatikan dan mengembangkan aspek motivasi kerja tersebut guna menunjang kualitas pendidikan yang lebih baik
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SEBAGAI UPAYA MENDORONG MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Bongguk Haloho
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4566

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis dianggap sebagai modal intelektual yang sangat penting bagi peserta didik, sebagai unsur kematangan berpikir yang esensial.  Mengajarkan keterampilan berpikir kritis bertujuan agar peserta didik dapat mempelajari cara mengatasi masalah secara terstruktur dan kreatif, sehingga mereka dapat menemukan berbagai alternatif solusi. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, diperlukan suatu model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang inovatif agar peserta didik merasa tertarik dan termotivasi selama mengikuti pembelajaran. Guru yang telah menerapkan model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, pasti akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL adalah suatu model pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang kompleks sebagai sarana untuk mendorong: pemahaman konsep, pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan dalam memecahkan masalah, keterampilan komunikasi, kesempatan untuk berkolaborasi dalam kelompok, serta menemukan dan menilai bahan penelitian, dan belajar secara berkelanjutan.  Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang berfungsi sebagai tinjauan literatur dari jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data yang terdapat dalam artikel ini disajikan secara deskriptif, menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini mencakup pencarian, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis, dan artikel online yang relevan dengan masalah yang akan dikaji.
KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMPERKUAT KARAKTER PESERTA DIDIK Bongguk Haloho
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4567

Abstract

Kreativitas guru dalam memanfaatkan kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat karakter siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya setempat (seperti gotong royong, cerita rakyat, kesenian daerah) ke dalam proses pembelajaran melalui metode inovatif (proyek budaya, media digital, kemitraan dengan tokoh adat). Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami, merasa memiliki, dan menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan toleransi, sekaligus melestarikan budaya serta membangun identitas diri yang kuat dalam menghadapi era globalisasi. Dengan demikian, peserta didik merasa terhubung dengan materi dan menumbuhkan identitas budaya yang kuat. Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang bersifat literature review jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data dalam artikel ini disajikan secara deskriptif yang menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan lebih lanjut. Adapun proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini adalah mencari, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis dan artikel online yang sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Selanjutnya data yang diperoleh dibaca, dianalisis, diolah, dan disimpulkan untuk menghasilkan kesimpulan.