Hirza Ainin Nur
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Hirza Ainin Nur; Luluk Cahyanti; Alvi Ratna Yuliana; Vera Fitriana; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i1.1298

Abstract

The online learning process is learning in a network or called distance learning using information technology such as the internet. During the COVID-19 pandemic, online learning is mandatory in all educational institutions, both in Indonesia and abroad. In 2022 online learning will still be carried out in several educational institutions, one of which is Higher Education. There are several problems caused by online learning, one of which is student mental health. Mental health is defined as a healthy soul where a person feels happy physically and mentally, recognizes one's potential, is able to deal with stress, thinks positively, and is useful for others. Students are prone to experiencing mental health disorders because the stage of student development is in the late adolescent phase, where in this late adolescent phase students will experience an identity crisis, self-determination, and experience pressure from the environment. Signs and symptoms of mental health disorders include stress, depression, anxiety, confusion, anxiety, frustration, fear, sleep and eating patterns disturbances, feeling depressed, difficulty concentrating, and psychotic disorders. The impact of disturbed student mental health can result in reduced quality of life, use of psychoactive substances, psychotic disorders, and suicide. This study aims to determine the mental health of students in the online learning process during the COVID-19 pandemic. The research method used is quantitative with an analytic descriptive approach. The sample used was 220 students using total sampling. The research instrument uses SRQ-20. Data analysis used univariate analysis with frequency distribution tables. The results showed that as many as 56.82% of students were indicated to have mental health problems, and the remaining 43.18% were not indicated to have mental health problems. The conclusion of the study is that most students experience disturbed mental health, so it is hoped that there will be regular mental health screening of students.
Implementasi Terapi Modalitas Life Review menggunakan Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Icca Narayani Pramudaningsih; Eny Pujiati; Hirza Ainin Nur
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3188

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan fase akhir dari siklus kehidupan yang ditandai dengan adanya proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi kognitif. Fungsi kognitif sangat penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari karena meliputi kemampuan memori, orientasi, perhatian, bahasa, hingga kemampuan dalam mengambil keputusan. Penurunan fungsi kognitif dapat menurunkan kualitas hidup, kemandirian, bahkan berisiko menimbulkan ketergantungan pada orang lain. di Indonesia berdasarkan Riskesdas (2018) prevalensi penurunan fungsi kognitif pada lansia cukup tinggi, di mana sekitar 22% lansia mengalami gangguan kognitif ringan hingga sedang. Penanganan penurunan kognitif yang sering digunakan yaitu terapi modalitas Life Review dengan modifikasi permainan ular tangga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Terapi Modalitas Life Review menggunakan Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment Design dengan metode One Group Pre-test-post-test design. Populasi penelitian ini adalah lansia di panti Panti Sosial Potroyudan sebanyak 80 lansia. Sampel sebanyak 35 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Mei 2025 menggunakan instrumen kuesioner Mini Mental Status Eximinitation (MMSE). Analisa data penelitian menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan fungsi kognitif lansia setelah diberikan intervensi terapi modalitas. Nilai rata-rata fungsi kognitif sebelum intervensi adalah 21,87, kemudian meningkat menjadi 25,96 setelah dilakukan terapi modalitas selama empat minggu. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penerapan terapi modalitas terhadap fungsi kognitif lansia. Kesimpulan: Terapi modalitas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia dengan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05). Terapi modalitas Life Review dengan menggunakan permainan ular tangga bisa menjadi salah satu implementasi nonfarmakologis dalam program pelayanan kesehatan lansia untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PHBS melalui Kampanye Penggunaan Masker Vera Fitriana; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Luluk Cahyanti; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Eva Sintiya Rahayu; Nisrina Ayu Wulandari
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan. Salah satu bentuk penerapan PHBS adalah penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari, khususnya di tempat umum dan keramaian. Namun, kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan PHBS melalui kampanye penggunaan masker. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi secara langsung, pembagian masker, pemasangan media promosi kesehatan, serta demonstrasi penggunaan masker yang benar. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang 7 Kudus. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai bagian dari PHBS. Masyarakat menjadi lebih sadar akan manfaat masker dalam mencegah penularan penyakit serta lebih termotivasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif dalam sesi edukasi dan praktik penggunaan masker yang benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui kampanye penggunaan masker efektif dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan PHBS.
Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Luluk Cahyanti; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
Edukasi Penerapan Meditasi untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Hirza Ainin Nur; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.