Ambarwati Ambarwati
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PHBS melalui Kampanye Penggunaan Masker Vera Fitriana; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Luluk Cahyanti; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Eva Sintiya Rahayu; Nisrina Ayu Wulandari
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.118

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyebaran penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan. Salah satu bentuk penerapan PHBS adalah penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari, khususnya di tempat umum dan keramaian. Namun, kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan PHBS melalui kampanye penggunaan masker. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi secara langsung, pembagian masker, pemasangan media promosi kesehatan, serta demonstrasi penggunaan masker yang benar. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpang 7 Kudus. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker sebagai bagian dari PHBS. Masyarakat menjadi lebih sadar akan manfaat masker dalam mencegah penularan penyakit serta lebih termotivasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif dalam sesi edukasi dan praktik penggunaan masker yang benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui kampanye penggunaan masker efektif dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan PHBS.
GAMBARAN PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Noptalia Suyahni; Ambarwati Ambarwati; Heriyanti Widyaningsih; Eny Pujiati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.240

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 mempunyai beberapa faktor resiko seperti usia, aktivitas fisik, gaya hidup yang memengaruhi kondisi psikologis pasien, seperti munculnya kecemasan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan Penelitian: untuk mengetahui gambaran penerapan terapi SEFT dalam menurunkan kecemasan pada pasien DM tipe 2. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Sampel berjumlah 16 pasien DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diterapkan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) selama 3 hari berturut turut dengan durasi 15 -25 menit. Presentase tingkat kecemasan sebelum diberikan mengalami kecemasan berat (87,5%), dan lainnya mengalami kecemasan berat sekali (12,5%), setelah diberikan tindakan presentase kecemasan sedang menjadi (56,3%) dan kecemasan ringan menjadi (43,8%). Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien DM tipe 2.Kesimpulan: Terapi SEFT efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, yang ditunjukkan oleh perubahan tingkat kecemasan dari sebagian besar mengalami kecemasan berat dan sangat berat menjadi kecemasan sedang dan ringan setelah intervensi selama tiga hari berturut-turut.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesehatan Wanita Premenopause melalui Pendekatan Komunitas dan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Vera Fitriana; Ayu Noor Fatikasari; Rayya Shofichul Najwa; Jamaludin Jamaludin; Alvi Ratna Yuliani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.619

Abstract

Premenopause merupakan fase transisi dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen sehingga menimbulkan berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Permasalahan pada fase ini meliputi rendahnya pengetahuan serta ketidakmampuan dalam mengelola stres, sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan wanita premenopause melalui pendekatan komunitas dan penerapan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan MBSR, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan kader kesehatan, sedangkan pelatihan MBSR mencakup teknik pernapasan sadar, body scan meditation, relaksasi dan kesadaran diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik dari 20% menjadi 73,3% serta penurunan tingkat stres kategori berat dari 26,7% menjadi 6,6%. Intervensi efektif meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengelola stres, didukung pendekatan komunitas yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup wanita premenopause.   
Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Luluk Cahyanti; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
Edukasi Penerapan Meditasi untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Hirza Ainin Nur; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.