Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI SMK JAYA CIMUNING BEKASI Nofa Anggraini; Maimunah; Mariyani
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.433 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i1.392

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO penderita IMS pada tahun 2015 sebanyak 250 juta. Menurut profil kesehatan Jawa Barat penderita IMS pada tahun 2017 menempati urutan ke3 sebanyak 5.466 kasus. Angka kejadian IMS pada remaja ditemukan 9% dari berbagai usia diantaranya mulai dari umur 15-29 tahun.. Bekasi menempati urutan kedua se-Jawa Barat setelah Kota Bandung yaitu sebanyak 23.301 kasus selama periode < 2004 – 2016 (Profil Kesehatan Jawa Barat, 2016). Tingginya IMS ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Informasi yang salah tentang seks dapat mengakibatkan pengetahuan dan persepsi seseorang mengenai seluk beluk seks itu sendiri menjadi salah. dan berbahaya Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan metode promosi kesehatan peningkatan pengetahuan tentang infeksi seksual menular Hasil: Kegiatan promosi kesehatan ini penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang infeksi seksual menular Kesimpulan: Perlu dilakukanya promosi kesehatan tentang infeksi seksual menular di kalangan remaja.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU KEMANG PERMAI KELURAHAN JATIBENING BARU KECAMATAN PONDOK GEDE Maimunah; Rahayu Khairiyah; Novita
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.854 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i2.416

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, balita yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai dengan status Universal Child Immunitation (UCI) yang ditetapkan oleh WHO, yaitu sesuai dengan cakupan BCG minimal 90%, DPT I dan DPT II minimal 90%, DPT III minimal 80%, Hepatitis B 90%, Polio minimal 95% dan campak minimal 90%. Pada umumnya ibuibu masih merasa takut dan enggan membawa anaknya untuk imunisasi ke posyandu karena takut bayinya menjadi sakit setelah pemberian imunisasi (SDKI, 2012). Pada tahun 2014 cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Indonesia mencapai 86,8%. Angka ini belum mencapai target nasional, yaitu 100%. Keadaan tersebut sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan pendidikan kesehatan peningkatan pengetahuan tentang imunisasi dasar. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang imunisasi dasar. Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan perawatan tali pusat pada setiap ibu yang baru melahirkan.