Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Rendahnya Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang ( MKJP) Pada Orangtua Mahasiswa AKPER AKBID Bhakti Husada Cikarang Tahun 2021 Ade Krisna Ginting; Iin Ira Kartika; Mutianingsih
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.892 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v13i1.254

Abstract

Penduduk merupakan sumber daya yang paling penting dan berharga bagi setiap bangsa dan negara.Hasil sensus penduduk tahun 2019 menunjukan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 267 juta jiwa.Banyaknya jumlah penduduk dapat menjadi satu permasalahan bila nantinya disesuaikan dengan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan program KB, dimana salah satu metode KB adalah metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Menurut SDKI tahun 2017 hanya 14% wanita menggunakan MKJP. Hal ini menunjukan masih rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan MKJP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan rendahnya pemilihan kontrasepsi MKJP pada orang tua mahasiswa AKPER AKBID Bhakti Husada Cikarangtahun 2021.Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu orang tua (ibu) mahasiswa AKPER AKBID Bhakti Husada Cikarang dengan jumlah 295 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form.Pengolahan data dengan editing, coding, scoring dan tabulating dan dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan faktor yang berhubungan terhadap rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu jumlah anak dengan nilai OR 6,09, faktor ekonomi dengan nilai OR 4,03, selanjutnya faktor peran tenaga kesehatan dengan OR 26,96 dan faktor terakhir yang berhubungan dengan rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang adalah efek samping dari alat kontrasepsi dengan nilai OR 14,90. Dapat disimpulkan faktor yang paling berhubungan terhadap rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang adalah peran tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang metode kontrasepsi jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang
Efektivitas Manajemen Stres Multipel terhadap Stres, Burn Out dan Risiko Gangguan Mental Emosional pada Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan : Effectiveness of Multiple Stres Management Techniques on Stres Scale, Burn Out and Mental Emotional Disorder Risk in Postgraduate Nursing Students Yunita Astriani Hardayati; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Kurniati, Safra Ria; Mutianingsih; Siti Hajar Salawali; Budi Anna Keliat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3520

Abstract

Latar belakang: Stres merupakan hal yang sering dialami oleh mahasiswa pascasarjana terutama berkaitan dengan penampilan akademik. Paparan terhadap stres yang berlebihan tanpa kemampuan koping dan manajemen stres yang tepat bisa membuat mahasiswa mengalami gangguan kesehatan psikologis yang lebih serius seperti depresi hingga bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program manajemen stres yang dilakukan pada mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-post test control group design. Sampel penelitian merupakan mahasiswa pascasarjana yang mengikuti dan tidak mengikuti mata kuliah manajemen sebanyak 74 mahasiswa. 3 Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres, SRQ-20, dan Burn Out Self Test. Analisis dilakukan menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Teknik manajemen stres yang diberikan kepada kelompok intervensi secara signifikan mampu menurunkan tingkat stres (p value 0,002), menurunkan skala burn out (p value 0,003) dan menurunkan tanda gejala gangguan mental emosional (p value 0,003). Sementara pada kelompok kontrol justru menunjukkan peningkatan skala stres dari skor rata-rata 161,14 menjadi 186,27, peningkatan skala burn out dari skor 28,27 menjadi 29,08 dan peningkatan tanda gejala gangguan mental emosional dari skor 3,19 menjadi 4,14. Kesimpulan: Manajemen stres multipel efektif diterapkan untuk menurunkan stres akademik mahasiswa program pascasarjana. Manajemen stres multipel direkomendasikan untuk diterapkan di perguruan tinggi untuk menurunkan tingkat stres mahasiswa terutama berkaitan dengan stres akademik.