Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Audit Tenure, Ukuran Kantor Akuntan Publik dan Pengalaman Auditor Terhadap Kualitas Audit Fariq Salikin; Haris Sarwoko
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.5138

Abstract

Kualitas audit ialah elemen krusial dalam memelihara transparansi serta kepercayaannya dalam laporan keuangan. Memastikan tidak ada dalam laporan keuangan yang diaudit ialah tugas utama auditor. Lamanya audit, besarnya Kantor Akuntan Publik (KAP), dan tingkat keahlian auditor ialah beberapa variabel yang dapat memengaruhi kualitas audit. Tujuan dari riset ini ialah buat meskor  bagaimana masa kerja audit, besarnya KAP, dan pengalaman auditor memengaruhi kualitas audit. Data penelitian dikumpulkan mengaplikasikan metode survei dan metodologi kuantitatif. Auditor KAP yang terdaftar di IAPI di Jakarta Selatan diberikan kuesioner. Mengaplikasikan perangkat lunak SPSS versi 25, beberapa pendekatan regresi linier diaplikasikan buat menganalisis data.Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya masa jabatan audit dan skala Kantor Akuntan Publik memberikan dampak negatif dan significant terhadap kualitas audit, sementara pengalaman auditor memberikan dampak positif dan significant pada kualitas audit.
HUBUNGAN KOMPETENSI PENGGUNA, KUALITAS SISTEM, INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI, DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI EMPIRIS DI UNIVERSITAS INDONESIA MAJU) Siti Marwiyah; Haris Sarwoko
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/eg4sap78

Abstract

Penggunaan teknologi informasi telah mendorong institusi pendidikan tinggi untuk menerapkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan mereka. Tapi penelitian tentang hal-hal yang memengaruhi kinerja SIA masih belum konsisten dan biasanya berfokus pada hal-hal teknis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif untuk melihat bagaimana kompetensi pengguna, kualitas sistem, infrastruktur teknologi, dan dukungan manajemen memengaruhi kinerja SIA, dengan kepuasan pengguna sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian adalah 73 pengguna SIA yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem dan infrastruktur teknologi tidak signifikan, tetapi keterampilan pengguna dan bantuan manajemen meningkatkan kinerja SIA. Setiap variabel berdampak positif pada kepuasan pelanggan. Kepuasan pengguna berdampak positif pada kinerja SIA dan membantu mengatur hubungan antara dukungan manajemen dan kinerja SIA.
Indonesia PENGARUH LOCUS OF CONTROL, KODE ETIK AUDIT DAN FEE AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT DIMODERASI DENGAN PENGALAMAN AUDITOR Muhammad Zikriannor; Haris Sarwoko
JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI UNSURYA Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Unsurya
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jbau.v11i2.2184

Abstract

Kualitas audit menempati posisi sebagai salah satu unsur krusial dalam proses pemeriksaan, yang menjadi pijakan utama bagi terbangunnya kepercayaan publik terhadap kewajaran laporan keuangan yang telah diperiksa. Riset ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana Locus of Control, Kode Etik Audit, dan Fee Audit memberikan pengaruh terhadap Kualitas Audit, dengan menempatkan Pengalaman Auditor sebagai variabel yang memoderasi keterkaitan antarvariabel tersebut. Besaran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow, dengan teknik penarikan sampel berupa non-probability sampling jenis convenience sampling, hingga diperoleh 97 orang auditor yang berpraktik di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Jakarta sebagai partisipan riset ini. Pengolahan data ditempuh melalui pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0, yang meliputi tahap evaluasi outer model, inner model, hingga pengujian hipotesis lewat prosedur bootstrapping. Temuan riset memperlihatkan bahwa Fee Audit beserta Pengalaman Auditor sama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan atas Kualitas Audit. Di lain pihak, Locus of Control memang berpengaruh positif kendati tidak signifikan, sedangkan Kode Etik Audit malah memperlihatkan arah pengaruh negatif yang juga tidak signifikan. Lebih jauh, Pengalaman Auditor tidak terbukti mampu berperan sebagai pemoderasi bagi keterkaitan antara Locus of Control, Kode Etik Audit, ataupun Fee Audit dengan Kualitas Audit. Dari sini dapat disimpulkan bahwa, dalam lingkup riset ini, unsur ekonomi berupa besaran Fee Audit serta lamanya jam kerja auditor justru memegang peranan yang jauh lebih besar ketimbang faktor kepribadian dan nilai-nilai etis dalam menentukan mutu audit yang dihasilkan.
Pengaruh Pengalaman Auditor, Risiko Audit, dan Skeptisme Professional terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan Muhammad Zuhdi Gazali; Haris Sarwoko
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh pengalaman auditor, risiko audit, dan skeptisme profesional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi auditor eksternal yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling, sehingga diperoleh sebanyak 97 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui survei lapangan dengan menyebarkan kuesioner kepada auditor eksternal sebagai instrumen penelitian. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SMART-PLS untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman auditor, risiko audit, dan skeptisme profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa auditor yang memiliki pengalaman lebih tinggi, mampu mengidentifikasi dan menilai risiko audit secara tepat, serta menerapkan sikap skeptis profesional dalam setiap proses pemeriksaan akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menemukan indikasi kecurangan pada laporan keuangan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi auditor melalui pengalaman, pemahaman risiko audit, dan penguatan skeptisme profesional menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas audit. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur di bidang auditing, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, serta menjadi referensi bagi Kantor Akuntan Publik, akademisi, dan peneliti selanjutnya dalam upaya meningkatkan efektivitas proses audit dan pencegahan kecurangan.
The Role of Religiosity in Moderating the Influence of Individual Factors and Artificial Intelligence on Audit Quality Nur Andhyk Prihatmoko; Haris Sarwoko
Journal of Business, Social and Technology Vol. 7 No. 3 (2026): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/bustechno.v7i3.744

Abstract

Background: High-quality auditing is essential for transparent and accountable public financial management. However, audit manipulation, bribery cases, and inconsistent findings in prior studies indicate that the determinants of audit quality have not yet been fully established. Objective: This study examines the effects of organizational commitment, competence, work pressure, artificial intelligence (AI), and religiosity on audit quality among auditors of the Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK) and evaluates the moderating role of religiosity Methods: Data were obtained through an online survey of 92 Junior Expert Auditors at the BPK Head Office, selected using cluster random sampling from a population of 1,091 auditors, and analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. Results: Audit quality increases with competence (β = 0.555), religiosity (β = 0.389), and AI (β = 0.174), but decreases with work pressure (β = −0.154); organizational commitment does not have a significant effect. The model explains 59.3% of the variance in audit quality, and religiosity significantly moderates only the relationship between AI and audit quality (β = 0.135; p = 0.007). Conclusion: Within BPK, professional capability and personal moral values contribute more strongly to audit quality than institutional loyalty. Religiosity also provides ethical guidance for the professional use of AI. Accordingly, BPK should emphasize competence development, balanced workload management, integrity strengthening, and responsible digital audit transformation.