Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Implementasi Perhitungan Deteksi Wajah Melalui Face Recognition Pada Miniboard Ahmad Salim Alfauzan; Astri Novianty; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wajah merupakan bagian depan dari kepala manusia yang terdiri dari rambut, dahi, bulu mata, hingga dagu. Wajah biasanya menunjukan ekspresi seseorang sesuai keadaan lingkungan yang ada disekitarnya. Wajah dapat menjadi identitas seseorang, karena tidak ada wajah yang serupa meskipun itu kembar. Hal ini membuat wajah dapat menjadi dasar sistem pendeteksi atau keamanan. Pada tugas akhir ini dibuat sebuah sistem pengenal yang memanfaatkan wajah sebagai inputannya. Sistem pendeteksi wajah ini mengimplementasikan program java pada Miniboard atau biasa disebut dengan single board. Cara kerja sistem deteksi wajah ini yaitu memproses beberapa gambar yang sudah didapat dari kamera secara realtime yang sudah terhubung pada miniboard. Sistem pendeteksi wajah ini bisa digunakan untuk mengumpulkan data trafik perusahaan pada pemasaran papan iklan, sistem presensi, sistem keamanan, penilaian dan lain-lain. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan menghasilkan performansi hingga 94% pada Raspberry dan 90% pada Odroid. Kata kunci: java, Miniboard, windows, single board
Pengenalan Gender Appearance-based Pada Pas Foto Dengan Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Rahmil Khair; Astri Novianty; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan gender diperlukan untuk mengklasifikasikan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Proses deteksi gender ini diimplementasikan pada sistem feedback advertising.Untuk mengetahui banyak nya jumlah penonton laki-laki dan perempuan yang menyaksikan promosi iklan tersebut, perusahaan tidak perlu menghitung jumlah nya secara manual. Perusahaan cukup dengan mengamati di layar komputer kantor akan diketahui jumlah antara laki-laki dan perempuan melalui pengenalan wajah. Di dalam tugas akhir ini dibangun sebuah sistem yang mampu mendeteksi gender manusia melalui pengenalan wajah. Sistem kerja dari perangkat lunak ini yaitu mengambil gambar wajah secara offline dari perangkat kamera. Gambar yang telah diperoleh dianalisis melalui sistem ini dan didapatkan apakah gambar wajah tersebut menandakan objek laki-laki atau perempuan. Metode klasifikasi yang digunakan ialah jaringan syaraf tiruan Back Propagation dan metode ekstraksi ciri Principal Component Analysis (PCA). Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa hasil dari proses klasifikasi dengan satu hidden layer memperoleh tingkat akurasi sebesar 85 % dari 40 data citra wajah. Kata Kunci : face regocnition, PCA, JST, identifikasi
Penngembangan Motif Karang Jenis Arcopora Robusta Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Ilyas Hermawan; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih dapat dinikmati baik menjadi keperluan industri sebagai penyedia bahan pakaian maupun suatu kerajinan seni yang bernilai tinggi. Dengan keunikan dan jenis motif batik yang bervariatif menambah keindahan dan nilai seni dari sebuah kain batik. Motif kain batik yang cenderung klasik sebaliknya dipadu dengan motif polos berwarna Adapun dengan jaman yang kini semakin berkembang, motif batik itu sendiri banyak mengalami perubahan. Tentunya pemanfaatan berbagai pola bentuk yang ditemui dapat menambah keunikan dari batik tersebut. Sebagai salah satu contohnya memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia seperti biota laut khususnya pada terumbu karang. Dengan banyaknya jenis terumbu karang tentunya dapat menambah keragaman, keunikan dan variasi dari motif-motif batik. Pada proposal Tugas Akhir ini, akan mengembangkan pola bentuk karang jenis Arcopora Robusta ke dalam motif batik yang dibantu prosesnya oleh metode pemodelan L-System. Dan hasil dari pengembangan motif batik tersebut akan dijadikan sebuah modul yang diimplementasikan ke dalam sebuah aplikasi batik berbasis web. Kata Kunci : Batik, karang, web, L-System, Arcopora Robusta. Abstract Batik is the cultural heritage of the nation of Indonesia which until now still can be enjoyed well into industrial use as a provider of fabrics as well as a high-art craft. With the uniqueness and the types of batik motif in price add to the beauty and artistic value of a batik cloth. Batik motifs that tend to contrast combined with classical motifs of plain coloured But with the era that is now growing, batik motif itself many changes. Surely the utilization of various patterns of forms which are found can add to the uniqueness of the batik. As one example utilizing the existing biodiversity in Indonesia such as sea life particularly in coral reefs. With so many types of coral reefs can certainly add to the diversity, uniqueness and variation of batik motives. In this final project proposals, will develop patterns of reef forms a type of Arcopora Robusta into batik motifs that aided the process by modeling method of L-System. And the result of the development of such motifs as a module that is implemented into a web-based application of batik. Keywords: web, coral, Batik, L-System, Arcopora Robusta.
Pembuatan Rule L-systems Menggunakan Algoritma Sum Of Absolute Difference Dan Pixel Movement Agitya Prayoga; Rumani M; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu sebuah pertumbuhan tanaman, dibutuhkan sebuah formula yang tepat untuk mendapatkan hasil tanaman yang diinginkan. Mulai dari jenis bibit tanaman, jenis tanah, dan pupuk yang akan digunaan. Selain itu faktor kelembaban, cahaya matahari, serta kebutuhan air untuk tanaman juga sangat mempengaruhi hasil dari pertumbuhan tanaman tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah program yang dapat digunakan untuk memprediksikan bagaimana tumbuhan yang kita tanam akan tumbuh. L-systems dapat memprediksikan bagaimana batang, ranting, daun dan buah tumbuh. Untuk proses tersebut, kita menggunakan algoritma SAD (Sum of Absolute Difference). Metode yang digunkan untuk mendeteksi gerakan ini bekerja dengan cara mengukur kesamaan antar blok gambar kemudian mengambil perbedaan mutak (Absolute Difference) antara setiap pixel di blok asli dan pixel yang sesuai di blok yang digunakan unuk perbandingan. Kata kunci : L-systems, SAD ( Sum Of Abdolute Difference)
Pembuatan Rule L-system Menggunakan Algoritma Canny Edge Detection Agita Chrisna; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 1968, Aristid Lindenmayer memperkenalkan Lindenmayer system yang sering disebut L-system. L-system adalah bahasa formal yang disusun dengan sistem penulisan ulang untuk menggambarkan fraktal, memodelkan, dan menyimulasikan perkembangan tanaman dalam bidang dua dimensi. Dengan mendefinisikan simbol, parameter, aksiom, aturan pertumbuhan (rule). Tugas akhir ini memaparkan pembuatan rule L-system menggunakan algoritma edge detection. Tanaman yang diteliti aturan produksinya adalah tanaman kacang kedelai. Tanaman tersebut akan diambil gambar percabangan batangnya minimal saat tanaman tersebut memasuki fase berbunga. Gambar yang telah diambil akan diproses dengan algoritma edge detection agar hanya bagian batangnya saja yang akan diteliti aturan produksinya. Lalu, ditelusuri percabangan batangnya untuk mendapatkan aturan produksi dari tanaman tersebut. Hasil dari tugas akhir ini akan memberikan data analisis aturan (rule) L-system dari percabangan batang kacang kedelai tersebut dan memodelkannya. Kata kunci: L-system, canny edge detection, python, kamera, kacang kedelai ABSTRACT In 1968, Aristid Lindenmayer introduced Lindenmayer system are often called L-system. L-system are formal languages that are arranged with a rewrite to describe the system of fractal, model, and simulate the development of plant in two dimensional field. By defining parameters, symbols, axioms, rules of growth. This final project presents the making of the rule L-system using the algorithm of edge detection. The plant which examined the rules of production was soy bean plant. The plant will be taken pictures of its trunk branching is minimal when the plant enter a phase of flowering. Pictures that have been taken will be processed with edge detection algorithm for that only the stalks are meticulous in production rules. Then, traced branching stems to get the production rules from those plant. The result of the final project will provide data analysis of the rule L-system of branching stems the soy beans and modeling it. Keywords: L-system, canny edge detection, python, camera, soybeans
Pengembangan Motif Karang Jenis Pavona Venosa Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Yoviandi Eka Prakoso; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu warisan budaya Indonesia adalah kerajinan batik, kerajinan seni rupa yang sudah menjadi salah satu identitas Indonesia. Batik Indonesia memiliki banyak sekali motif, motif batik tersebut dapat terinspirasi dari berbagai hal seperti benda, tumbuhan, hewan, dan lain-lain. Pada penelitian ini, pola yang akan di kembangkan untuk menjadi motif batik adalah pola dari terumbu karang laut. Pada Tugas Akhir ini, dirancang suatu modul untuk aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. Aplikasi tersebut menggunakan metode Random Walk untuk mempermudah dalam menemukan atau membuat motif batik baru. Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan aplikasi pengembangan corak batik dengan motif karang jenis pavona venosa berbasis web dengan menggunakan metode Random Walk. Hasil dari pembuatan tugas akhir ini adalah telah tercipta sebuah aplikasi desain batik yang baru dengan karang Pavona Venosa sebagai motif utama. Kata Kunci : Random Walk, WEB, Application, Web-Based, Batik, Coral Abstract One of Indonesia's cultural heritage is batik craft, art craft that has become one of Indonesia's identity. Batik Indonesia has a lot of motifs, batik motifs can be inspired from various things such as objects, plants, animals, and others. In this study, the pattern that will be developed to become a batik motif is a pattern of coral reefs. In this Final Project, designed a module for application development of web-based batik motif. The application uses the Random Walk method to make it easier to find or create new batik motifs. The purpose of this research is to make application of batik pattern development with pavona venosa web-based type of coral by using Random Walk method. The result of this final project is creating a new batik design application with Pavona Venosa coral as the main motive Keyword: Random Walk, WEB, Application, Web-Based, Batik, Coral
Pengembangan Motif Terumbu Karang Jenis Pavona Decussaata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Lindemayer System (l-system) Abdul Rohim; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan kerajinan dari Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dalam pengembangannya batik memiliki begitu banyak corak, hal ini dikarenakan keranekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia. Motif batik banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dari pengrajin. Keanekaragaman biota laut di Indonesia dapat menjadi acuan untuk mengembangkan motif batik yang baru. Salah satunya dengan menggunakan terumbu karang sebagai motif batik. Pada tugas penelitian ini, telah dibuat motif karang jenis pavona decussata dengan menggunakan metode L-System. Pada pembuatan motif karang ini, terdapat beberapa operasi matematika yang memiliki fungsi untuk membentuk gambar karang. Dari hasil pengujian dengan melakukan survey, 7% menyatakan sangat layak, 46% menyatakan layak dan 36% menyatakan cukup layak karang pavona decussata dijadikan motif batik. Kata kunci : Batik, Pavona Decussata, L-System, Aplikasi Web. Abstract Batik is a craft from Indonesia that has been recognized by UNESCO as a world cultural heritage. In its development batik has so many features, this is due to the ethnic and cultural diversity in Indonesia. Batik motifs are heavily influenced by the surrounding environment of craftsmen. Marine biota in Indonesia can be a reference for developing new batik motifs. One of them is by using coral as a batik motif. In this research, pavona decussata type coral motif was made using the L-System method. In making this coral motif, there are several mathematical operations that have a function to form coral images. From the results of testing by conducting a survey, 7% stated that it was very feasible, 46% said it was feasible and 36% stated that it was worthy of the coral pavona decussata as a batik motif.. Keywords: Batik, Pavona Decussata, L-System, Web Aplication.
Pengembangan Motif Karang Jenis Leptoseris Explanata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Mohammad Viko Mashar; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan salah satu kekayaan seni budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Dengan begitu kita sebagai warga indonesia bisa mendukung adanya batik dengan cara melestarikan nya. Dengan membuat pola-pola baru kita sudah ikut andil dalam melestarikan batik itu sendiri. Pola-pola tersebut bisa terinspirasi dari macam-macam bentuk logo, benda, mahkluk hidup seperti hewan maupun tumbuhan. Namun, pada penelitian ini di ambil pada biota laut khususnya terumbu karang. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang tentu saja memiliki perairan yang sangat luas, sehingga sudah bisa di pastikan banyak jenis-jenis terumbu karang yang terdapat di lautan indonesia. Melihat banyak jenis dan keunikan dari macam-macam terumbu karang yang berada di perairan indonesia maka hal tersebut dapat di jadikan sebagai pola untuk pengembangan pola baru pada batik yang baru. Salah satu jenis terumbu karang yang akan menjadi motif batik baru yaitu Leptoseris Explanata. Pada penelitian ini, akan di buat suatu aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. Dalam pembuatan aplikasi tersebut agar dapat mempermudah dalam mengembangkan beberapa motif baru. Yang menggunakan beberapa metode untuk pembuatan aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. Kata kunci : Aplikasi, Batik, Leptoseris Explanata, Web Abstract Batik is one of the riches of world cultural arts originating from Indonesia. That way we as Indonesian citizens can support the existence of batik by preserving it. By making new patterns we have taken part in preserving batik itself. These patterns can be inspired by various forms of logos, objects, living things such as animals and plants. However, this research was taken on marine biota, especially coral reefs. Indonesia as the largest archipelagic country, which of course has very wide waters, so it can be ascertained that there are many types of coral reefs in the Indonesian ocean. Seeing the many types and uniqueness of the types of coral reefs in Indonesian waters, this can be used as a pattern for developing new patterns in new batik. One type of coral reef that will become a new batik motive is Leptoseris Explanata. In this study, an application for web-based batik motive development will be made. In making the application so that it can be easier to develop several new motives. Which uses several methods for making web-based application for batik motive development Keywords: Application, Batik, Leptoseris Explanata, Web.
Pengembangan Motif Karang Jenis Gardineroseros Planulata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Lindenmayer-system Aulia Wildan; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Indonesia terdapat warisan budaya terbesar yang dimiliki yaitu batik. Salah satu cara untuk melestarikan batik adalah dengan cara mengeksplorasi pola atau corak batik yang ada di Indonesia. Ada berbagai macam pola batik yang ada di Indonesia, mulai dari pola bentuk dari suatu benda, tumbuhan dan ada juga pola bentuk yang mempunyai kemiripan dengan hewan. Tetapi pada penelitian ini pola yang akan dijadikan batik yaitu pola dari jenis biota laut khususnya terumbu karang dengan berbasis web. Terdapat berbagai macam jenis terumbu karang di dunia dan setiap bentuknya memiliki ciri dan keunikan masing-masing. Melihat dengan banyaknya keunikan bentuk dari berbagai jenis terumbu karang tersebut maka hal itu layak dijadikan sebuah pola baru untuk pengembangan pola batik yang baru. Jenis terumbu karang yang akan difokuskan untuk menjadi sebuah motif batik baru yaitu jenis Gardineroseros Planulata. Pada penelitian ini, akan dirancang suatu modul untuk aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. dengan menggunakan metode L-System dalam pembuatan aplikasi tersebut maka diharapkan agar mempermudah dalam menemukan atau membuat beberapa motif batik baru, sehingga kelestarian dari seni budaya batik akan terus berkembang dan beraneka ragam . Tujuan dari penelitian ini adalah implementasi dari metode L-System tersebut pada pembuatan modul untuk aplikasi pengembangan motif batik berbasis web Kata kunci: Web, Terumbu Karang, Batik, Aplikasi, L-System Abstract In Indonesia there is the largest cultural heritage that is owned by batik. One way to preserve batik is to explore patterns or patterns of batik in Indonesia. There are various kinds of batik patterns that exist in Indonesia, ranging from the pattern of the form of an object, plants and there is also a pattern of forms that have similarities with animals. But in this research the pattern will be made of batik that is the pattern of the type of marine biota, especially coral reefs with web-based. There are various types of coral reefs in the world and each form has its own characteristics and uniqueness. Seeing with the many unique forms of different types of coral reefs then it is worthy of a new pattern for the development of new batik patterns. The type of coral reef that will be focused to become a new batik motif is the type Gardineroseros Planulata. In this research, will be designed a module for application of web-based batik motif development. by using the L-System method in making the application is expected to facilitate in finding or making some new batik motifs, so that the preservation of the art of batik culture will continue to grow and diverse. The purpose of this research is the implementation of the L-System method in the manufacture of modules for application development of web-based batik motif. Keywords: Web, Terumbu Karang, Batik, Aplikasi, L-System
Pengembangan Motif Ubur-ubur Jenis Chrysaora Colorata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Random Walk Theodore Dian Arief Sianipar; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki dan berasal dari Indonesia. Dengan menggunakan alat untuk membuat batik, pengerajin bisa membuat motif apapun yang diinginkan. Salah satu motif yang bias dipakai untuk batik adalah dari keragaman hayati yang ada di Indonesia ini, Yang mana kita tahu banyak sekali biota laut di Indonesia ini. Yang mana bisa menjadi acuan dalam mengembangkan motif batik. Dengan pesatnya Teknologi berkembang, ada bermacam-macam metode yang dapat di terapkan dalam membuat desain motif batik. Salah satunya adalah menggunakan metode Random Walk. Dalam peneltiann ini motif batik dengan motif ubur-ubur jenis Chrysaora Colorata yang dibuat dengan metode Random Walk Kata kunci : Batik, Chrysaora Colorata, Random Walk, Aplikasi Web. Abstract Batik is one of the characteristics that are owned and originated from Indonesia. By using tools to make batik, craftsmen can make whatever motif they want. One of the motives that can be used for batik is from the biodiversity that exists in Indonesia, which we know a lot of marine life in Indonesia. Which can be a reference in developing batik motifs. With the rapid development of technology, there are various methods that can be applied in making batik design. One of them is using the Random Walk method. In this research, batik motifs with the Chrysaora Colorata type of jellyfish motif are made using the Random Walk method Keywords: Batik, Chrysaora Colorata, Random Walk, Web Application.