Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Sintesis Dan Aplikasi Nanopartikel Zro2 Untuk Meningkatkan Performansi Refrigerator Ayu Novita Sari; Abrar Abrar; Asep Suhendi; Dani Gustaman Syarief
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dipelajari tentang pembuatan material berukuran nanopartikel dan aplikasinya pada refrigerator. Nanopartikel mempunyai karakteristik yang lebih baik jika dibandingkan dengan partikel dengan ukuran yang besar. Pada penelitian ini digunakan material ZrO2 karena ketersediaan bahan utama (ZrSiO4) untuk membuat ZrO2 melimpah di Indonesia dan konduktivitas termal yang dimilikinya berpotensi dimanfaatkan sebagai nanofluida. Nanopartikel dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada refrigerator. Nanopartikel ZrO2 dicampurkan dengan oli refrigeran yang selanjutnya disebut sebagai nanofluida, untuk meningkatkan performansi dari refrigerator. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa nanopartikel dapat meningkatkan konduktivitas termal fluida dasar pada nanofluida. Pada penelitian ini, nanofluida dibuat dengan mendispersikan nanopartikel ZrO2 ke dalam oli refrigerant R-134a. Nanopartikel ZrO2 dibuat melalui dua tahap, yaitu fusi kaustik dan sintesis metode sol-gel. Untuk memastikan bahwa hasil sintesis berupa nanopartikel ZrO2, maka dilakukan analisis XRD, surface area meter, dan TEM. Selanjutnya, nanofluida yang telah dibuat digunakan sebagai pelumas pada kompresor refrigerator sebagai implementasi dari aplikasi teknologi nanopartikel pada refrigerator. Data XRD memperlihatkan bahwa ZrO2 berbentuk kristal ZrO2 baddeleyyit monoklinik dan ZrO2 kubik. Data pengukuran dengan surface area meter memperlihatkan nanopartikel ZrO2 memiliki luas permukaan jenis 73,952 m2/g dan hasil pengukuran dengan TEM memperlihatkan nanopartikel ZrO2 memiliki ukuran 14 nm. Hasil pengujian dengan refrigerator memperlihatkan bahwa nanopartikel ZrO2 meningkatkan performansi refrigerator 15.62% dan menurunkan konsumsi daya listrik sebesar 8,28% pada konsentrasi 0,105% volume nanofluida ZrO2 dibandingkan dengan performansi dan konsumsi daya listrik refrigerator menggunakan oli R134a. Kata kunci : nanopartikel, nanofluida, ZrO2, fusi kaustik, sol-gel, performansi, refrigerator,
Rancang Bangun Pengondisi Temperatur Air Pada Akuarium Budi Daya Udang Crystal Red Rio Nugroho; Abrar Abrar; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam budi daya udang hias adalah temperatur air yang harus dijaga pada temperatur optimal. Umumnya, temperatur air yang optimal untuk habitat udang hias adalah 22-25 °C. Kalor dari lingkungan dapat masuk melalui kaca dan permukaan air, sehingga menjadi beban pendinginan. Pada penelitian ini, yang dimanfaatkan untuk menurunkan temperatur air adalah sisi dingin thermoelectric. Beban pendinginan akuarium kaca dengan wadah 30cm×20cm×25cm, tebal kaca 6 mm dan volume air 6,6 liter yang menggunakan pompa air 18 watt adalah sebesar 19,16 watt. Nilai beban pendinginan ini jika temperatur lingkungan berada pada 30°C dan temperatur air 24°C. Hasilnya adalah pada percobaan menggunakan satu buah TEC, kalor dapat diserap sebesar 18,87 watt. Pada percobaan menggunakan dua buah TEC, masing- masing TEC dapat menyerap kalor sebesar 12,06 watt. Pada percobaan menggunakan tiga buah TEC, masing- masing TEC dapat menyerap kalor sebesar 9,32 watt. Alat yang dibuat pada penelitian ini dapat menurunkan dan menjaga temperatur air sampai dengan 24°C dengan tingkat ketelitian ± 0,1°C. Kata kunci: pendingin, thermoelectric, beban pendinginan.
Identifikasi Distribusi Serbuk Logam Dalam Tanah Dengan Metoda Induksi Medan Magnet Jessica Pramesti; Dudi Darmawan; ABRAR Ismardi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metoda induksi medan magnet adalah salah satu metoda Non-Destructive Testing dengan variabel eksitasi medan magnet pada objek yang akan diuji. Metoda induksi medan magnet ini diharapkan dapat mengidentifikasi distribusi serbuk logam dalam tanah. Pengujian menggunakan dua jenis kumparan yang berperan sebagai transmitter dan receiver. Serbuk logam tembaga (Cu), mangan (Mn) dan besi (Fe) divariasikan jumlah massanya dan disebar secara merata dalam tanah serta diinduksi tepat di tengah oleh kumparan transmitter. Respon nilai ggl yang terukur di kumparan receiver dianalisis dengan melihat perbedaan antara penambahan variasi massa serbuk. Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan, serbuk tembaga sensitif pada penambahan massa 30 gram dengan rentang perubahan 80-100 mV, serbuk mangan sensitif pada penambahan massa 50 gram sebesar 200 mV dan serbuk besi yang sudah sensitif pada awal penambahan massa 10 gram. Dari keseluruhan pengujian yang dilakukan, jenis serbuk besi (Fe) memiliki jarak sensitivitas pengukuran dan perubahan nilai ggl terbesar terhadap penambahan variasi massa serbuk. Kata Kunci : Metoda Induksi Medan Magnet, Serbuk Logam, Respon ggl Abstract Magnetic Field Induction is one method of Non-Destructive Testing with excitation variable of magnetic field on the object to be tested. The Induction method of the magnetic field is expected to identify the distribution of metal powders in the soil. The testing used two types of coils that served as transmitters and receivers. The mass quantities of copper metal (Cu), manganese (Mn) and iron (Fe) powder are varied and spread evenly in the ground and induced precisely in the middle by the transmitter coil. The response of the measured ggl value in the receiver coil is analysed by looking at the difference between the addition of powder mass variations. Based on the measurements, the copper powder is sensitive to the addition of 30 grams of a mass with a change range of 80-100 mV; the manganese powder was sensitive to the addition of 50 grams of a mass of 200 mV; and iron powder had been sensitive at the beginning of 10 grams of a mass increase. From all the tests performed, iron powder (Fe) had a measurement sensitivity distance and changes in the largest ggl value to the addition of powder mass variation. Keynote : Magnetic Field Induction, Metal Powder, ggl response
Rancang Bangun Pendingin Untuk Perangkat Elektronik Pada Green House Galih Putra Anugrah; Abrar Ismardi; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat elektronik memiliki batas temperatur ambient dalam bekerja yaitu -20oC hingga 40oC berdasarkan IEC 60079-0 untuk mencegah potensi meledak. Sehingga thermal management sangatlah dibutuhkan dalam pemeliharaaan perangkat elektronik, salah satunya pada green house yang memiliki nilai temperatur bisa lebih besar dari 40oC. Dalam penelitian ini sebuah kotak pendingin berbahan akrilik dengan dimensi panjang 15 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 15cm memiliki nilai beban 17,57 Watt pada pengujian temperatur lingkungan 50oC. Perancangan kotak pendingin dilakukan dengan tiga rancangan. Rancangan pertama kotak pendingin tersebut menggunakan heat exchanger dan Thermoelectric yang terintegrasi water block pada bagian luar kotak pendingin dapat menahan peningkatan pada temperatur ±34,5oC. Rancangan yang kedua kotak pendingin tersebut menggunakan heat exchanger dan Thermoelectric yang terintegrasi dengan water block dipasang didalam kotak pendingin dapat menahan peningkatan pada temperatur ±35,5oC. Rancangan ketiga bagian luar kotak serta bagian dalam kotak akan menggunakan heat exchanger, dapat menahan peningkatan pada temperatur ±28,5oC. Pada setiap perancangan, temperatur kotak pendingin dapat menahan temperatur tidak melebihi temperatur ambient tertinggi untuk perangkat elektronik sebesar 40oC
Karakterisasi Jenis Tanah Dan Kandungan Air Menggunakan Metode Induksi Medan Magnet Bella Fortunella Dewi; Dudi Darmawan; ABRAR Ismardi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metoda Non Destructive Test (NDT) merupakan proses pengujian terhadap suatu objek tanpa merusak bagian atau fungsi dari objek yang akan diuji. Penelitian ini menggunakan salah satu metoda NDT yaitu metoda induksi medan magnet. Metoda induksi magnet ini diharapkan dapat mengetahui hubungan pengaruh kadar air dengan tanah, dengan memvariasikan kadar air 10,15,20,25,30 gr dan berbagai jenis tanah yaitu tanah laterit, tanah endapan, tanah humus, tanah liat, tanah vulkanik. Pengujian menggunakan dua jenis koil yang berperan sebagai transmitter dan receiver yang diinduksi tepat ditengah objek. Respon nilai tegangan yang terukur pada koil receiver, dianalisis dengan melihat perbedaan antara penambahan variasi kadar air untuk setiap jenis tanah. Berdasarkan pengukuran, seluruh tanah sensitif terhadap jarak antar koil dan penambahan kadar air. Kandungan air dapat ditentukan dengan mengamati perubahan tegangan antara tanah sebelum dan sesudah diberi kadar air. Dari keseluruhan pengujian yang dilakukan, tanah liat dan vulkanik memiliki perubahan nilai tegangan terbesar terhadap penambahan kadar air 30 gr yaitu 32 V dan 32,6 V. Kata Kunci : Non Destructive Test (NDT), Metoda Induksi Medan Magnet, Tanah , Kadar Air, Respon ggl Abstract The Non Destructive Test (NDT) method is process of testing toward an object without damaging part of function of the object that will be tested. Researcher used one of NDT method which was magnetic field induction. Magnetic field induction was expected to be able to find out the relation of water content effect and soil, with coordinating water content 10,15,20,25,30 gr and several types of soil such as laterite soil, sedimentary soil, humus soil, clay and volcanic soil. This examination used two types of coil that played role as inducted transmitter and receiver right in the middle of the object. Measured voltage response value in receiver coil was analyzed by seeing the difference between variation addition of water content to all type of soil. Based on the measurement, all soil was sensitive toward range between coil and addition of water content. Water content could be determined by observing the change of voltage between soil before and after being given by water content. From all the tests, voltage of coil are increased when the water given. The biggest change of voltage is clay and volcanic soil by the addition of 30 gr is 32 V and 32,6 V. Keywords : Non Destructive Test (NDT), Magnetic Field Induction, Soil, Water Compotition, GGL Respons
Studi Pengaruh Letak Sensor Plat Sejajar Pada Pengukuran Kapasitansi Untuk Objek Ireguler PRATITA AIKE STYOWATI; Dudi Darmawan; Abrar Ismardi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Besaran nilai kapasitansi pada suatu objek uji dipengaruhi oleh luas permukaan plat dan jarak antar plat. Pada penelitian ini, pengukuran nilai kapasitansi untuk objek ireguler memanfaatkan perubahan posisi sensor atau perubahan jarak. Perubahan posisi sensor didapatkan dari perubahan posisi objek uji sehingga mendapatkan metode pengukuran yang berbeda. Metode pengukuran yang diperoleh adalah “titik-titik”, “bidang-bidang”, dan “bidang-titik”. Objek ireguler yang digunakan adalah buah pir packam dan buah mangga harum manis. Beradasarkan penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa perubahan posisi sensor mempengaruhi nilai kapasitansi. Hal tersebut terbukti pada metode pengukuran “bidang-bidang”. Metode pengukuran “bidang-titik” dianggap metode pengukuran yang tepat karena sesuai dengan konsep rumus kapasitansi yaitu semakin kecil jarak antar plat, semakin besar nilai kapasitansi yang dihasilkan. Metode “bidang-titik” digunakan sebagai metode pengukuran pada pengujian tingkat kematangan buah mangga harum manis. Penentuan tingkat kematangan buah dapat diketahui melalui pengukuran nilai kapasitansi dengan metode pengukuran “bidang-titik” namun hasilnya bersifat tidak pasti karena adanya overlap pada nilai kapasitansi tiap tingkat kematangan. Kata kunci: pengukuran, kapasitansi, posisi plat, ireguler, kematangan buah Abstract Capacitance on a object is affected by the surface area of the plate and the distance between the plates. In this study, the measurement of the capacitance are harnessed by the changes of censor position. The different position of censor obtained from the test object's position so as to get a different measurement methods. Method of measurement obtained are the “point- point”, the “field-field”, and the “field-point”. Unreguler object that used are packam pear and harum manis mango. The research results is on that change of censor position is affect the value of the capacitance. It is proven in the “field-field” measurement methods. The “field- point” measurement methods is considered proper method because of accordance with the concept of capacitance formulas i.e. the smaller the distance between the plates, the greater the capacitance value is generated. So the “field-point” method is used as a measurement method on testing the level of maturity of the harum manis mango. Determination of the level of maturity can be known through the measurement of the value of the capacitance using the “field-point” method but the results are uncertain because of there is overlap in the values of the capacitance. Keywords: measurement, capacitance, plate’s position, irreguler, fruit maturity
Studi Elektroda Berbahan Dasar Jahe (zingiber Officinale) Untuk Aplikasi Superkapasitor Elektrokimia Gede Ananta Wikrana Putra; Indra Wahyudin Fathona; Abrar Abrar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Electrochemical supercapacitor merupakan suatu perangkat penyimpanan energi yang sangat berpengaruh pada teknologi masa depan. Perangkat penyimpan energi listrik ini memiliki keunggulan dibandingkan baterai, fuel cell, dan kapasitor konvensional karena dapat menyimpan energi yang besar dan daya yang tinggi. Electrochemical supercapacitor memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kapasitansi spesifik yang tinggi, modelnya sederhana dan aman dalam penggunaannya. Mekanisme penyimpanan energi pada electrochemical supercapacitor menggunakan double layer yang terdapat pada pori elektroda [1]. Mangan secara teoritis memiliki kapasitansi yang tinggi yaitu 1,370 F/g. Beberapa peneliti telah menggunakan electrodeposition untuk membuat film oksida mangan berpori yang digunakan sebagai elektroda superkapasitor. Metode ini menghasilkan kapasitansi spesifik elektroda berkisar antara 377 F/g sampai dengan 445 F/g [1]. Tumbuhan jahe (zingiber officinale) merupakan sumber dari bahan mangan yang dapat digunakan untuk membuat elektroda superkapasitor. Proses sederhana yang telah dilakukan seperti mengambil endapan jahe dan menghasilkan lapisan tipis elektroda kerja dengan ketebalan yang berukuran mikrometer. Kemudian kinerja dari lapisan tipis elektroda tersebut akan dievaluasi menggunakan Cyclic Voltammetry [1]. Kata Kunci : Superkapasitor, mangan, elektroda, kapasitansi. Abstract Electrochemical supercapacitor is an energy storage device that is very influential on future technology. This electrical energy storage device has advantages over conventional batteries, fuel cells and capacitors because it can store large energy and high power. Electrochemical supercapacitor has several advantages including having a high specific capacitance, a simple and safe model of its use. The energy storage mechanism in electrochemical supercapacitor uses a double layer found in the pore electrode [1]. Mangan theoretically has a high capacitance of 1,370 F / g. Some researchers have used the electrodeposition to make porous manganese oxide films which are used as supercapacitor electrodes. This method produces electrode specific capacitance ranging from 377 F / g to 445 F / g [1]. Ginger plant (zingiber officinale) is a source of manganese material which can be used to make supercapacitor electrodes. A simple process that carried out such as taking a ginger deposit will be carried out and produce a thin layer of working electrode with a thickness measuring micrometer. Then the performance of the thin layer of electrode will be evaluated using Cyclic Voltammetry[1]. Keynote : Supercapacitor, manganese, electrode, capacitance
Studi Pengaruh Variasi Komposisi Semen Plester Terhadap Gaya Tekan Bahan Berdasarkan Parameter Elektrik Tania Ariska Febrianti; Dudi Darmawan; Abrar Ismardi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semen plester adalah suatu lapisan yang biasa digunakan sebagai penutup pasangan dinding. Pada penelitian ini dilakukan variasi komposisi bahan semen plester. Semen plesteran dibuat dua puluh sampel. Dengan dua keadaan yaitu ketika pertambahan pasir, massa semen konstan di 25 gram dan ketika pertambahan semen, massa pasir konstan dalam dua kondisi yaitu saat 75 gram dan 80 gram. Sensor yang digunakan adalah sensor kapasitif dengan prinsip plat sejajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variasi komposisi bahan semen plester terhadap kuat tekan bahan berdasarkan parameter elektrik. Parameter elektrik yang dimaksud adalah kapasitansi dan resistansi. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, semakin bertambah massa pasir untuk semua parameter mengalami penurunan tren ketika ditambahkan massa pasir diatas 50 gram. Dengan kondisi pertambahan massa semen, nilai kapasitansi dan resistansi dipengaruhi oleh massa pasir. Semakin besar massa pasir, nilai kapasitansi dan resistansi yang dihasilkan semakin kecil. Sedangkan untuk nilai kuat tekan bahan tertinggi terjadi pada saat massa pasir 75 gram dan 80 gram yaitu sebesar 0.0029 KN/cm2 . sKata Kunci: Semen Plester, Kapasitansi, Resistansi, Kuat Tekan Bahan, Sensor Kapasitif Abstract Cement plaster is a layer that is commonly used as a closing pair of walls. This research conducted on the variations of the compositions of the cement ingredient plaster. Cement stucco made of twenty samples. With two state when the mass of sand, cement added constant in 25 gram and when added to cement, granulated mass constant in the two conditions, namely the time of 75 grams and 80 grams. The sensor used is a capacitive sensor with the principle of parallel plates. This research conducted to find out the influences the variations of the compositions of the cement ingredient plaster against a strong press materials based on electrical parameters. Electrical parameters of that question is the capacitance and resistance. Based on the test that have been done, the growing mass of sand for all parameters decline trend when added to the mass of sand above 50 grams. With the added mass of the cement condition, the value of the capacitance and resistance influenced by the mass of sand. The greater the mass of sand, the value of the capacitance and the resulting resistance is getting smaller. As for the strong value press the highest material occurs when a mass of 75 grams of sand and 80 grams of 0.0029 KN/cm2 . Keynote: Cement Plaster, Capacitance, Resistance, Material Compressed, Capacittive Sensor
Studi Penggunaan Bahan Alami Buah Kapulaga (amomum Compactum) Untuk Fabrikasi Elektroda Pada Elektrokimia Kapasitor Muhammad Awaludin Arsyad; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kapasitor elektrokimia atau superkapasitor merupakan sebuah alat yang menjanjikan dalam penyimpanan energi listrik dengan kapasitansi dan densitas daya yang tinggi yaitu 5 kF[1]. Hal paling penting yang menyebabkan superkapasitor dapat menyimpan muatan adalah luas permukaan elektroda dan material bahan penyusun elektroda tersebut. Elektroda berpori yang memiliki permukaan spesifik yang besar menjadi perhatian yang serius dalam penelitian saat ini. Selain itu, unsur material dari penyusun elektroda tersebut juga menjadi aspek yang mempengaruhi kapasitansi. Mangan oksida merupakan material yang paling banyak digunakan dan paling banyak diteliti untuk menyusun elektroda superkapasitor karena memiliki nilai kapasitansi yang tinggi yaitu 265-320 F/g. Tumbuhan seperti elettaria cardamomum merupakan sumber dari bahan mangan yang dapat digunakan untuk membuat elektroda superkapasitor. Proses sederhana yang dilakukan seperti penumbukkan telah dilakukan pada bahan alami yang dipakai dan menghasilkan lapisan tipis elektroda dengan ketebalan yang berukuran mikrometer. Kemudian kinerja dari lapisan tipis elektroda tersebut dievaluasi menggunakan Cyclic Voltammetry dan didapatkan nilai kapasitansi spesifik maksimum 0.33 F/g. karakterisasi lapisan tipis elektroda menggunakan SEM dan EDS menunjukkan struktur morfologi permukaan tidak seragam ada yang halus dan ada yang kasar, kandungan Mn hanya 0.05 wt% dan kandungan terbanyak didominasi oleh C sebesar 45.76 wt%. Kata kunci : Superkapasitor, mangan, elektroda, kapasitansi Abstract Electrochemical capacitors or supercapacitors are a promising tool for storing electrical energy with high capacitance and power density of 5 kF. The most important thing causes a supercapacitor able to store charge is the electrode surface area and the material that form the electrode. Porous electrodes that have large specific surface are in serious concern on research nowadays. In addition, the material elements of those electrode constituents are also an aspect that affects the capacitance. Manganese Oxide is the most widely used and studied to form supercapacitor electrodes because it has high capacitance of 265-320 F/g. Plants such as elettaria cardamomum are sources of manganese which can be used to make supercapacitor electrodes. Simple processes has been done such as mashing on the natural materials that is used and produces thin layer of electrodes in micrometers thicknesses. Then, the performance of those thin layer of electrodes is evaluated using Cyclic Voltammetry and obtained maximum capacitance is 0.33 F/g. Characterization of thin electrode layers using SEM and EDS showed that the surface structure of the morphology was not uniform, there was a smooth one and rough one, the content of Mn was only 0.05 wt% and the highest content was dominated by C with 45.76 wt%. Keynote : Supercapacitor, manganese, electrode, capacitance.
Sintesis Nanostruktur Zno Dengan Metode Hidrotermal Untuk Aplikasi Sensor Gas Butana Vivia Puji Lestari; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNanostruktur Zink Oksida (ZnO) telah berhasil disintesis diatas substrat alumina dengan metodehidrotermal. Metode hidrotermal terdiri dari dua tahapan yaitu pemberian seeding layer dan penumbuhannanostruktur ZnO. 0,4 M Zinc Acetate Dihydrate ((Zn(O2CCH3)2(H2O)2) dan 3 M Natrium Hidroksida (NaOH)digunakan sebagai prekursor. Proses hidrotermal dilakukan dengan suhu 90°C selama 4 jam. Karakterisasi morfologi nanostruktur ZnO menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menghasilkan ukurandiameter sebesar 60-80 nm dan panjang 600-800 nm berbentuk nanoflowers. Karakterisasi struktur kristaldengan XRD menunjukkan nanostruktur ZnO adalah kristal berwujud wurzite dalam bentuk hexagonal danmemiliki ukuran kristalit sebesar 59 nm. Karakteristik I-V nanostruktur ZnO menunjukkan nilai arus berbandinglurus dengan tegangan membentuk kurva ohmic. Nanostruktur ZnO dengan ukuran kecil dan persebaranpertumbuhan merata menghasilkan nilai konduktivitas listrik yang baik. Nanostruktur ZnO berpotensi sebagaisensor gas karena responsif terhadap keberadaan gas butana. Pada laju aliran gas butana 200 mL/menitnanostruktur ZnO mengalami perubahan resistansi sebesar 0,17 MΩ/s dengan waktu pemulihan selama 30 detikketika terpapar gas butana selama satu menit. Nanostruktur ZnO juga memiliki perubahan sensitivitas sebesar0,000495 MΩ/mL pada rentang laju aliran gas 50-250 mL/menit.Kata kunci: hidrotermal, nanostruktur ZnO, sensor gas Abstract Zinc Oxide (ZnO) nanostructures has been successfully synthesized on he surface of Alumina substrate by hydrothermal method. Hydrothermal method consists of two steps, i.e., the seeding layers processand the growth of nanostructures ZnO. 0,4 M Zinc Acetate Dihydrate ((Zn(O2CCH3)2(H2O)2) and 3 M NatriumHydroxide (NaOH) was used as the precursors. Hydrothermal process were carried out at 90°C for 4 hours. The results of ZnO nanosturctures morphology characterized by using Scanning Electron Microscope (SEM) showthe diameter ranging from 60-80nm and length 600-800nm with nanoflowers shapes. Crystal structurescharacterized using XRD show the ZnO nanostructures forms a wurzite hexagonal pattern with crystallite size59nm. The results of I-V characterized shown the current value is directly proportional to the applied voltageobtained ohmic curve. Small size and wide spread of ZnO nanostructures performs good electrical condutivity.ZnO nanostructures has a good potential as gas sensors by their responsives of butane gas. The resistance valueof ZnO nanostructures change for 0,17 MΩ/s at 200 mL/minute flow of butane gas with the speed of recovery time were 30 second as exposed to butane gas for one minutes. ZnO nanostructures change of sensitivity valueby 0,000495 MΩ/mL at butane gas flow ranging from 50-250 mL/minute.Keywords: hydrothermal, ZnO nanostructures, gas sensor