Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF Cosmos caudatus IN PREVENTING HYPERGLYCEMIA DUE TO Aeromonas hydrophila INFECTION IN Pangasianodon hypophthalmus Kurniawan, Ronal; Windarti, Windarti; Effendi, Irwan; Simarmata, Asmika Harnalin; Efawani, Efawani; Firmansyah, Rodhi; Syuhada, Nur Ikhlas; Karsih, Okta Rizal
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.319-326

Abstract

Cosmos caudatus is a herb that benefits overall health. This study aimed to determine the effect of C. caudatus leaf supplementation in feed on blood glucose levels in catfish (Pangasianodon hypophthalmus) challenged with Aeromonas hydrophila. This study was conducted from March to August 2024 at the Marine Microbiology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau. The method used was an experimental design employing a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications: negative control (NC, no supplementation, no infection), positive control (PC, no supplementation, with A. hydrophila bacterial infection), supplementation with C. caudatus at doses of 10 g/kg (T1), 15 g/kg (T2), and 20 g/kg (T3) of feed, all tested against A. hydrophila. The fish fry used weighed 5.00 ± 1.00 g and were reared for 75 days in 100-L tanks integrated with an aquaponics system. The fish were fed the experimental feed for 60 days before challenge with A. hydrophila bacteria (10⁸ CFU/mL, intramuscular injection) and continued for 14 days after challenge. Blood glucose levels were measured at the beginning (day 1), day 30, pre-challenge (day 60), and post-challenge (day 75). The results showed that adding basil leaves to the feed affected blood glucose (P<0.05). The addition of C. Caudatus leaves maintained glucose homeostasis within the range of 68.33±10.59-79.67±7.77 mg/dL. These findings indicate that C. Caudatus supplementation effectively prevents hyperglycemia caused by A. hydrohila infection in striped catfish and suggest its potential as a natural immunostimulant and metabolic modulator in aquaculture
Potensi Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Sebagai Imunostimulan pada Akuakultur: Kajian Literatur Syuhada, Nur Ikhlas; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.21-27

Abstract

Intensifikasi akuakultur sering kali diikuti dengan peningkatan stres dan kerentanan organisme budidaya terhadap penyakit, sehingga penggunaan antibiotik sintetis menjadi praktik umum. Namun, penggunaan secara berlebihan menimbulkan berbagai permasalahan, seperti resistensi bakteri, residu pada produk perikanan, dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman dan berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan fitofarmaka. Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenolik, saponin, tanin, dan alkaloid, yang berpotensi sebagai imunostimulan alami. Kajian ini bertujuan untuk menelaah potensi daun kenikir sebagai imunostimulan dalam akuakultur berdasarkan studi-studi terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terkait kandungan fitokimia, aktivitas biologis, mekanisme kerja, serta aplikasi daun kenikir pada organisme akuakultur. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif daun kenikir memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan imunomodulator yang mampu meningkatkan respons imun nonspesifik, ketahanan terhadap penyakit, pertumbuhan, serta sintasan ikan dan udang budidaya. Dengan demikian, daun kenikir berpotensi dikembangkan sebagai alternatif fitofarmaka yang aman, efektif, dan ramah lingkungan untuk mendukung sistem akuakultur berkelanjutan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan terkait dosis optimal, metode aplikasi, dan keamanan jangka panjang
Evaluasi Kualitas Perairan Waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Kurniawan, Ronal; Syuhada, Nur Ikhlas; Effendi, Irwan; Windarti, Windarti; Lestari, Rizki; Putri, Nadila Yusmi
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.32-37

Abstract

Waduk PLTA Koto Panjang merupakan infrastruktur nasional yang memiliki fungsi multidimensional sebagai pembangkit listrik, area perikanan, dan kawasan pariwisata di Provinsi Riau. Tekanan hidrologis yang meningkat akibat intensitas curah hujan tinggi, degradasi tutupan hutan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Kampar, dan perubahan iklim berpotensi mengubah karakteristik fisika-kimia perairan waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan parameter suhu, pH, dan oksigen terlarut, serta mengevaluasi status kualitas perairan berdasarkan baku mutu air nasional. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2024 menggunakan metode survei dengan pengukuran in situ setiap 10 hari sekali selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan suhu air berkisar 28-31°C, nilai pH 6-7, dan konsentrasi DO 6,1-7,4 mg/L. Ketiga parameter tersebut masih memenuhi baku mutu air kelas II untuk air danau dan sejenisnya. Simpulan, kualitas air Waduk PLTA Koto Panjang masih dalam kondisi baik dan memenuhi standar baku mutu nasional untuk mendukung fungsi ekologis dan ekonomisnya. Hasil kajian ini dapat menjadi baseline data untuk pemantauan kualitas air jangka panjang serta dasar ilmiah dalam penyusunan strategi pengelolaan waduk yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan