Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Training on The Use of AI to Increase Teacher Competency in Preparing The Learning Process : Pelatihan Penggunaan AI untuk Peningkatan Kompetensi Guru-Guru dalam Menyiapkan Proses Pembelajaran Puspandari, Diyas; Prasetiyowati, Sri; Sibaroni, Yuliant
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.20929

Abstract

Teachers, as educational personnel, are expected to enhance their competence in mastering information technology, which can later be utilized in classroom learning activities. However, in reality, teachers' knowledge and skills in mastering technology to support teaching and learning activities are still limited. Based on a survey conducted, teachers at SD Indriyasana, Baleendah, are eager to gain knowledge and skills in using open-source applications, such as Chat GPT, Gemini AI, and MajickPen AI, to support their tasks, both in teaching and administrative duties. Therefore, training and mentoring are needed in learning the use of these open-source applications to support teachers' activities. The aim of this training is to introduce and train teachers at SD Indriyasana, Baleendah, in using open-source applications based on artificial intelligence (AI), such as Chat GPT, Gemini AI, and MajickPen AI, to support teaching and administrative tasks. The method used involves training, direct practice by teachers, guided by speakers and instructors using AI-based open-source applications, namely ChatGPT, Gemini AI, and MajickPen. The implementation method includes the following steps: 1) user needs analysis, 2) literature study, 3) training module development, 4) module testing, 5) training implementation, 6) evaluation. The training results indicate that teachers acquired knowledge and practical experience in line with their needs, enabling them to use AI-based applications (Chat GPT, Gemini AI, and MajickPen AI) to support learning and administrative activities. It can be said that the training went well, as shown by the questionnaire results: 1) alignment of the training program with objectives (94%), 2) alignment of the program with partners' needs (71%), 3) adequacy of program implementation time (65%), 4) team’s ability to execute the program (88%), and 5) program sustainability (77%). This training activity is beneficial for both teachers and students because it can make learning more interesting and enjoyable for students. By utilizing AI-based applications, teachers can generate ideas for learning activities, create quizzes, or provide relevant and up-to-date teaching materials, thereby facilitating class preparation and easing teachers' administrative tasks.
Pelatihan Pengolahan Data Bagi Siswa SMK Negeri 3 Bandung Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis Palupi, Irma; Puspandari, Diyas; Fitriyani, Fitriyani
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selaras dengan merdeka belajar yang diluncurkan Kemendikbud, yaitu SMK sebagai pusat keunggulan, diperlukan keselarasan dengan dunia kerja yang menuntut percepatan dalam menguasi keahlian baru untuk menciptakan inovasi dalam industri. Salah satu keahlian yang perlu dimiliki lulusan adalah keahlian terkait pengolahan data seiring produksi data di hampir semua aspek yang semakin rapid dan menyeluruh di segala bidang. Sesuai dengan permasalahan mitra SMKN 3 Bandung, maka solusi yang ditawarkan adalah mengadakan pelatihan analisis data untuk keperluan perusahaan dan riset kebutuhan produk pasar. Tools yang ditawarkan adalah teknik pengolahan data menggunakan python dan library terkait. Dalam pelatihan disampaikan cara mengolah data melalui contoh data yang sesuai, lalu siswa langsung mempraktikkan cara mengolah data. Luaran dari kegiatan ini adalah pengetahuan dan keterampilan siswa agar dapat mengimplementasikannya dalam dunia kerja yang akan dihadapinya.
Penerapan Data Sains untuk Analisis Preferensi Wisatawan dalam Pengembangan Paket Wisata Sibaroni, Yuliant; Prasetiyowati, Sri Suryani; Puspandari, Diyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1035

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan pada industri pariwisata, terutama melalui media sosial yang memengaruhi preferensi wisatawan dalam memilih destinasi. Data digital dari aktivitas wisatawan di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dapat dimanfaatkan untuk memahami tren, minat, serta perilaku wisatawan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa SMKN 3 Bandung dalam menganalisis data preferensi wisatawan menggunakan pendekatan data sains. Metode yang digunakan meliputi penentuan fitur preferensi, pemodelan berbasis konten, segmentasi wisatawan dengan K-Means, serta pembangunan paket wisata menggunakan pendekatan heuristik. Data yang dianalisis berasal dari konten media sosial wisata Bandung dan sekitarnya, kemudian dibersihkan dan dikategorikan berdasarkan jenis destinasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test, serta keberhasilan dalam merancang paket wisata inovatif yang sesuai dengan minat wisatawan, seperti “Bandung Serenity Escape” dan “Garut Hidden Paradise.” Evaluasi kegiatan memperlihatkan lebih dari 90% peserta merasa pelatihan bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, penerapan data sains terbukti efektif dalam mendukung pengembangan paket wisata berbasis preferensi wisatawan dan memberikan kontribusi praktis bagi industri pariwisata lokal.
Analisis Bentuk Pemakaian Prinsip Kesantunan pada Tuturan Direktif dalam Interaksi Mahasiswa Indra Nugrahayu Taufik; Diyas Puspandari; Reka Yuda Mahardika
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.6139

Abstract

This study discussed directive speech (direct speech) in student conversations in the form of suggestions, requests, and orders. Direct speech is classified as productive in daily activities, so it is possible to find the use of maxims that are violated by students. This study also describes the form of politeness usage and the use of politeness principle maxims in students' direct speech. To describe and explain this, a qualitative descriptive research method was used, so that the forms and violations of maxims in the speech practices of the students were clearly explained. The results of the study show that the interaction between students in using directive utterances shows the use of the principle of the maxim of discretion; generosity/generosity; award; simplicity/humility; agreement; and sympathy. All the principles of politeness arise because of a combination of educational patterns in the family, community, and campus environment. AbstrakDalam penelitian ini dibahas terkait tuturan direktif (tuturan langsung) pada percakapan mahasiswa berupa saran, permintaan, dan perintah. Tuturan langsung tergolong produktif dalam aktivitas sehari-hari, sehingga memungkinkan ditemukan penggunaan maksim yang dilanggar oleh mahasiswa. Dalam penelitian ini juga dideskripsikan bentuk pemakaian kesantunan serta penggunaan maksim prinsip kesantunan pada tuturan langsung para mahasiswa. Untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hal tersebut digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, sehingga dipaparkan dengan jelas bentuk dan pelanggaran maksim dalam praktik tuturan para mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan interaksi antar-mahasiswa dalam  menggunakan tuturan direktif menunjukkan pemakaian prinsip maksim kebijaksanaan; kedermawanan/kemurahan hati; penghargaan; kesederhanaan/kerendahan hati; permufakatan; dan kesimpatian. Semua prinsip kesantunan muncul karena gabungan pola pendidikan di keluarga, masyarakat, dan lingkungan kampus. 
Optimalisasi Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Menulis Puisi di SMA Arip Widodo; Diyas Puspandari; Indra Nugrahayu Taufik
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.7604

Abstract

Writing skills are very important for educators. Because, it is a creative process that requires knowledge, skills, techniques, and continuous practice. The weakness of creative thinking in Indonesian learning in writing competence, especially poetry writing. The objectives of this study are: (a) to analyze the difference in poetry writing ability using the relay writing method  and students who use conventional methods; (b) analyze the creative thinking ability of students who use the relay writing method  with students who use conventional methods; (c) correlation to the creative thinking ability of class X students and writing poetry using  the relay writing method and  the creative thinking ability of class X students and writing poetry using conventional methods. Based on the results of the research, there is a conclusion that learning to write poetry texts has an impact on students' creative thinking skills. It is evident from the results of the average pre-test results of the experimental class students obtained 57, while the average post-test results of the experimental class obtained 82 which showed a significant increase in scores before and after the treatment. Likewise, the average score of students' creative thinking pretries is 40 while the average score after the creative thinking test is 83. This shows a significant increase in creative thinking. AbstrakKeterampilan menulis sangatlah penting bagi pendidik. Karena, merupakan suatu proses kreatif yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, teknik, serta latihan terus menerus. Lemahnya daya berpikir kreatif pembelajaran Indonesia dalam kompetensi menulis khususnya menulis puisi. Tujuan penelitian ini adalah: (a) menganalisis perbedaan kemampuan menulis puisi yang menggunakan metode estafet writing dengan siswa yang menggunakan metode konvensional; (b) menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan metode estafet writing  dengan siswa yang menggunakan metode konvensional; (c) korelasi terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X menulis puisi dengan menggunakan metode estafet writing dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X  menulis puisi dengan menggunakan metode konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat simpulan bahwa pembelajaran menulis teks puisi berdampak terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Terbukti dari hasil prates rata-rata siswa kelas eksperimen memperoleh 57, sementara perolehan rata-rata pascates kelas ekperimen memperoleh 82 yang menunjukan kenaikan nilai yang signifikan sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Begitu pula dengan nilai rata-rata prates berpikir kreatif siswa yaitu 40 sementara nilai rata-rata pascates berpikir kreatif 83. Hal ini, menunjukan kenaikan yang signifikan terhadap berpikir kreatif.