Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aplikasi Pemantauan Udara “Geo Air” Ambarita, Rachel Angeli Hertauli; Adya, Aloysius; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi mobile Geo Air dikembangkan sebagai solusi inovatif untuk memantau kualitas udara secara real-time dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan rangkaian sensor lingkungan yang mampu mendeteksi berbagai parameter polutan utama, seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida (CO), serta karbon dioksida (CO₂), disertai parameter pendukung berupa suhu dan kelembapan udara. Seluruh data sensor dikirimkan melalui mikrokontroler ESP32 menuju layanan cloud sehingga dapat diolah, disimpan, dan kemudian divisualisasikan melalui aplikasi mobile dengan antarmuka yang sederhana, interaktif, dan mudah dipahami oleh pengguna. Aplikasi ini menampilkan indikator Air Quality Index (AQI), peta interaktif berbasis Google Maps, grafik historis, hingga prediksi kualitas udara, khususnya konsentrasi PM2.5. Metode penelitian yang diterapkan meliputi pendekatan User-Centered Design (UCD), evaluasi heuristik Nielsen, serta kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk menilai tingkat kegunaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Geo Air mampu menyajikan informasi kualitas udara secara akurat, konsisten, dan responsif, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas udara demi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Kata kunci — Geo Air, Kualitas Udara, Internet of Things (IoT), Aplikasi Mobile, UI/UX, Air Quality Index (AQI).
UI/UX Mobile Aplikasi Geo Air Josephine , Sheryl; Pramudita, Aloysius Adya; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan dan evaluasi antarmuka pengguna (UI) serta pengalaman pengguna (UX) pada aplikasi Geo Air, yaitu aplikasi mobile untuk pemantauan kualitas udara berbasis data sensor Internet of Things (IoT). Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan desain antarmuka yang sederhana, intuitif, sekaligus informatif sehingga dapat digunakan secara optimal baik oleh masyarakat umum, akademisi, maupun peneliti dalam memantau kondisi lingkungan secara real-time. Metode penelitian mencakup penerapan pendekatan User-Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan pengguna, evaluasi heuristik berdasarkan prinsip Nielsen, serta pengumpulan data melalui observasi, kuesioner System Usability Scale (SUS), dan wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan antarmuka Geo Air mampu menampilkan parameter kualitas udara seperti PM2.5, PM10, CO₂, suhu, dan kelembapan dengan hierarki informasi yang jelas, didukung elemen visual berupa ikon, warna, grafik tren, serta peta interaktif. Fitur-fitur tersebut terbukti meningkatkan keterbacaan, memperkuat kepercayaan pengguna terhadap aplikasi, serta memudahkan pengambilan keputusan terkait aktivitas harian berdasarkan kondisi kualitas udara. Kata kunci — UI/UX, GeoAir, kualitas udara, IoT, User-Centered Design.
GeoAir: Sistem Pengukuran Kualitas Udara Portabel Berbasis IoT dengan Visualisasi Real-Time Menggunakan Mobile Application Habibi, Muhammad Syauqi; Pramudita, Aloysius Adya; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas udara merupakan aspek penting yang perlu dipantau secara akurat dan real-time karena berdampak langsung terhadap kesehatan manusia. Paparan polutan seperti PM2.5, PM10, CO, dan CO₂ dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit kronis, hingga kematian dini. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang portabel, memanfaatkan kendaraan sebagai media pengukuran bergerak sehingga cakupan pemantauan menjadi lebih luas dan fleksibel. Sistem dilengkapi sensor SCD30 (CO₂, suhu, kelembapan), MQ-07 (CO), DHT22 (suhu, kelembapan), dan GP2Y1010AUOF (PM2.5, PM10) yang terhubung ke mikrokontroler ESP32 serta GPS pada perangkat Android. Data dikirim secara real-time melalui koneksi Wi-Fi ke Blynk Cloud untuk visualisasi parameter udara dan Firebase Realtime Database untuk penyimpanan data lokasi, lalu ditampilkan pada aplikasi mobile berbasis Android serta LCD 16x2 I2C. Pengujian dilakukan di lingkungan Universitas Telkom pada Juli 2025, meliputi validasi sensor dengan alat referensi, pengujian akurasi setelah kalibrasi regresi linear, serta uji alpha dan beta aplikasi dengan 35 responden. Hasil menunjukkan sistem mampu memberikan informasi kualitas udara secara dinamis, akurat, dan mudah diakses, sehingga layak digunakan sebagai solusi pemantauan udara yang efisien dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Kata kunci — Aplikasi Monitoring, GPS, Internet of Things, Kualitas Udara, Sensor Gas
Enhancing River Cleanliness and Waste Management: A Community Service Initiative with Plastic Fischer in Lengkong District Bandung Suwandi Suwandi; Linahtadiya Andiani; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Hertiana Bethaningtyas Dyah Kusumaningrum; Endang Rosdiana; Asep Suhendi; Casmika Saputra; Dudi Darmawan
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v6i2.10747

Abstract

A community service, initiated by the Department of Physics Engineering at Telkom University, addresses the issue of plastic pollution in Lengkong subdistrict, Bandung. Through educational lectures, impactful sanitation activities, and advanced waste management technologies—including partnerships with international organizations—this initiative endeavors to resolve the pressing problem of plastic waste. Among the techniques employed are interactive cleanup days, educational lectures on recycling, and the application of cutting-edge technologies such as incinerators and imidazolium ionic liquids. The partnership with Plastic Fischer Germany, which actualizes SDG 17 (Partnerships for the Goals) and provides advanced technology and global expertise, was crucial for the program's success. The outcomes indicate a reduction in plastic waste, heightened environmental awareness, and the successful implementation of sustainable methods. This study concludes that achieving significant environmental change necessitates the integration of academic research with global cooperation and community engagement. The program's impact can be sustained and amplified through further expansion, ongoing education, and enhanced collaboration.
Evaluation of the GPS Neo Ublox M8N and Four-Sided Ultrasonic Sensor for Smart Navigation: A Case Study of a Miniature Unmanned Ground Vehicle Linahtadiya Andiani; Casmika Saputra; Noviana H; Fauziah I; Muhammad Fahrul K
Jurnal Teknokes Vol. 19 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jteknokes.v19i1.137

Abstract

The rapid advancement of autonomous systems has driven the development of intelligent navigation technologies across various fields, including transportation, robotics, and environmental monitoring. However, many autonomous ground vehicle platforms rely on high-cost sensors and complex system architectures, limiting their accessibility for research and education purposes. To address this challenge, this study proposes a cost-effective miniature Unmanned Ground Vehicle (UGV) integrating a Neo Ublox M8N GPS module with a four-sided ultrasonic sensing system to support real-time navigation and local obstacle awareness. The proposed system combines global positioning data with multi-directional short-range distance detection, processed through a Raspberry Pi and visualized via a web-based platform for real-time monitoring. Experimental testing was conducted under controlled outdoor and indoor conditions to evaluate GPS positioning accuracy, ultrasonic detection performance, and overall system responsiveness. The Neo Ublox M8N module achieved an average positional error of 4.35 m, corresponding to an accuracy of 97.4%, representing an improvement over previous studies using low-cost GPS receivers without algorithmic enhancement. Meanwhile, the ultrasonic sensors demonstrated reliable obstacle detection within a range of 5–70 cm, with an error of less than 1% and stable readings across all four sides of the UGV. The integration of these two sensing modalities demonstrated effective coordination between global and local navigation tasks, enabling real-time path visualization and obstacle awareness. Overall, the findings indicate that the proposed miniature UGV provides a scalable, low-cost platform suitable for research, prototyping, and education applications in autonomous navigation. This work also contributes practical insights for developing intelligent sensing architectures in small-scale robotic systems and highlights opportunities for further enhancements through sensor fusion and autonomous control strategies.
Penerapan Sistem Rekomendasi Pemupukan Berbasis Sensor NPK Portable untuk Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Hara pada Kelompok Tani Kentang di Pangalengan Dudi Darmawan; Casmika Saputra; Suprayogi
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pemupukan pada sebagian besar petani kentang skala kecil di Kecamatan Pangalengan masih dilakukan berdasarkan pengalaman tanpa didukung pengukuran kondisi hara tanah. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan pupuk yang kurang efisien, meningkatnya biaya produksi, serta hasil panen yang tidak konsisten. Di sisi lain, pengujian laboratorium memerlukan biaya relatif tinggi dan waktu yang lama, sedangkan sensor NPK komersial yang tersedia memiliki akurasi yang bervariasi dan hasil pengukurannya sulit diinterpretasikan oleh petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam menerapkan pemupukan yang lebih tepat melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sensor NPK portable terkalibrasi dan dashboard rekomendasi pemupukan berbasis web. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pengujian dan kalibrasi sistem, demonstrasi penggunaan sensor, pelatihan penggunaan dashboard, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu melakukan pengukuran unsur hara tanah secara mandiri, memahami interpretasi hasil pengukuran melalui dashboard, serta memperoleh rekomendasi pemupukan yang lebih spesifik sesuai kondisi lahan. Pendekatan penggunaan bersama sensor oleh kelompok tani juga mampu meningkatkan akses terhadap teknologi dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, program ini membuka peluang penerapan manajemen pemupukan yang lebih efisien, mudah diterapkan, dan berpotensi mendukung produktivitas pertanian kentang secara berkelanjutan.