Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI Barowi Barowi; Siti Faiqotul Fazat ABA
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Intelegensia - Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2015
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v3i1.1338

Abstract

Abstrak:Tulisan ini dibuat bertujuan untuk memberi motifasi kepada para akademisi  mengenai pentingnya mempelajari dan memahami bahasa Indonesia dengan benar. Diduga banyak mahasiswa maupun masyarakat Indonesia yang  sudah terbiasa berbahsa namun tanpa mengikuti kaidah berbahasa yang benar.  Bahasa yang benar adalah bahasa yang idealnya menaati kaidah secara penuh. Ketepatan kaidah tata bahasa, intonasi, serta ekspresi adalah komponen yang mutlak harus dipenuhi oleh sang pembicara. Bahasa yang benar ini digunakan dalam situasi formal yang cenderung kaku dan bersifat satu arah dalam situasi lisan. Misalnaya  berpidato yang sungguh-sungguh taat asas terhadap kaidah. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang memiliki kesesuaian situasi dan kondisi pembicaraan.Menjadi tanggung jawab bersama mengenai  eksistensi bahasa Indonesia di negeri tercinta ini utamanya para akademisi dan praktisi pendidikan. Kata kunci: Pembelajaran, Bahasa Indonesia, Perguruan Tinggi
SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS PAI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PAI DI SMA NEGERI 1 PECANGAAN Ali Mahmudi; Barowi Barowi
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2018): JURNAL INTELEGENSIA - VOL. 06 NO. 2 JULI-DESEMBER 2018
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v6i2.1823

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan; Mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut, serta implikasi supervisi akademik pengawas PAI dalam meningkatkan mutu pembelajaran PAI di SMAN 1 Pecangaan jepara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu peneliti hanya mendeskripsikan, menganalisis fenomena, peristiwa dan aktivitas yang dilakukan berkaitan dengan supervisi akademik yang dilakukan oleh pengawas PAI SMAN 1 Pecangaan jepara, dengan teknik pengumpulan data melalui: (1) Observasi (2) Wawancara Mendalam, dan (3) Studi Dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut kemudian dicek keabsahannya dengan cara triangulasi. Kemudian dianalisis dengan cara : (1) Reduksi data, (2) Penyajian data dan (3) Penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan temuan sebagai berikut: (1) Program supervisi akademik pengawas PAI SMAN 1 Pecangaan jepara disusun berdasarkan hasil analisis supervisi dan pemantauan proses pembelajaran tahun sebelumnya; Program supervisi akademik pengawas PAI SMAN 1 Pecangaan jepara disusun pada awal tahun pelajaran, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan dan menentukan waktu pelaksanaannya, (2) pelaksanaan supervisi akademik pengawas PAI SMAN 1 Pecangaan jepara meliputi: melakukan supervisi perangkat pembelajaran dan supervisi pengamatan proses pembelajaran (3) Pelaksanaan tindak lanjut terhadap hasil supervisi akademik dengan bentuk pembinaan personal dan kelompok. (3) Implikasi supervisi akademik kepala sekolah yaitu: (a) Meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran (b) Meningkatnya Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, (c) Meningkatnya kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil belajar siswa.Kata Kunci: Mutu Pembelajaran; Pendidikan Agama Islam; Supervisi Akademik
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH MATHOLI’UL HUDA KELING JEPARA Mohamad Susanto; Barowi Barowi; Moh Nasuka
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Intelegensia - Vol. 08 No. 1 Januari-Juni 2020
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v8i1.1271

Abstract

Abstract This study aims to find out the academic supervision of Madrasah Ibtidaiyah Head Madrasah Madoli in Kelep Jepara, teacher’s performance of Madrasah Ibtidaiyah Matholi'ul Huda Keling teachers in Jepara Regency, and the effectiveness of Madrasah Head supervision in improving Madrasah Ibtidaiyah Madrasah teachers' performance ul Huda Keling, Jepara Regency. This research is a type of field research using a qualitative approach with ethnographic research designs. The data collection using interview, observation, and documentation techniques. Before conducting the analysis, the data obtained was tested for validity by testing the validity and reliability through tests of credibility, transferability, depenability and confirmability. This research concludes: 1) Supervision of Madrasah Ibtidaiyah Matholi'ul Huda Keling Head of Jepara Regency is carried out in the form of a) giving guidance to teachers at madrasa meetings, b) enforcing discipline, and c) utilizing free time to discuss learning problems faced. . 2) Madrasa Ibtidaiyah Matholi'ul Huda Keling teacher performance in Jepara Regency has not shown good quality. In the aspect of preparing the Lesson Plan only as an administrative completeness. Teachers still using traditional method and most teachers do not use learning media. While in the aspect of the assessment system, they have shown seriousness in paying attention to the development of students in mastering the basic competencies taught. 3) Supervision conducted by the Head of MI Matholi'ul Huda Keling has not shown significant results in improving teacher performance because there is no planning, implementation, and evaluation specifically carried out for that purpose.Keywords: Teacher’s performance; Madrasa Ibtidaiyah; Academical Supervision
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN ETOS KERJA PENDIDIK PADA MTS NU BANAT KUDUS Abdul Mun’im; Barowi Barowi; Munasir Munasir
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Intelegensia - Vol. 08 No. 2 Juli-Desember 2020
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v8i2.1491

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pelaksanaan perencanaan, pelatihan, dan evaluasi dalam meningkatkan etos kerja (2) Mengetahui faktor penghambat dalam meningkatkan etos kerja. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik bersifat field research (lapangan). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian uji kridebilitasnya menggunakan metode triangulasi (gabungan). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pelaksanaan rekrutmen, pelatihan, dan evaluasi dalam meningkatkan etos kerja pada MTs NU Banat Kudus mengikuti konsep trilogi kualitas yang mengidentifikasi tiga aspek dalam meningkatkan etos kerja yaitu perencanaan kualitas (quality planning), perbaikan kualitas (quality improvment), pengendalian kualitas (quality control). Fakor penghambat dalam peningkatan etos kerja pada MTs NU Banat Kudus secara garis besar ada dua faktor yaitu terdapat sarana penunjang yang kurang mamadahi, dan kurangnya SDM pendidik. Sarana prasarana yang kurang ini didasari utama karena sempitnya lahan sehingga tidak bisa membuat ruangan khusus aula, dan belum berpikiran untuk mengganti LCD Proyektor dengan teknologi TV LED berukuran besar.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR’AN DI PONDOK TAHFIDZ PUTRI ANAK-ANAK YANAABII’UL QUR’AN KARANGMALANG GEBOG KUDUS Khamim Khamim; Barowi Barowi
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2018): JURNAL INTELEGENSIA - VOL. 06 NO. 1 JANUARI-JUNI 2018
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v6i1.1788

Abstract

Abstract:This study is aimed to determine the implementation of learning tahfidz (memorizing) Al-Qur'an as well as supporting and inhibiting factors in the implementation of learning tahfidz Al-Qur'an at the Pondok Tahfidz Yanaabii'ul Qur'an for Children Gebog Kudus. This research was a field research using qualitative descriptive analysis techniques. Research data were obtained through interviews, observation and documentation. The collected research data were then analyzed using induction method and deduction method. From the results of data analysis, it can be concluded that; first, the implementation of the management of Islamic religious education learning at the Pondok Tahfidz Yanaabii'ul Qur'an for Children includes three stages, they are planning, implementation, and learning evaluation. planning has been carried out in accordance with process standards. The implementation of learning has also been carried out in accordance with the standard process, although in implementation there are still some lacks. The learning evaluation or assessment carried out by the Tahfidz teacher is also in accordance with the process standard. Second, the supporting factors in the management of tahfidz Al-Qur'an learning include; teachers as professional educators, the availability of learning media, the availability of adequate facilities and infrastructure, and the high interest in student learning. While the inhibiting factor in the management of learning tahfidz Al-Qur'an is the different of students’ ability.Keywords: Learning Management; Tahfidz al-Qur’an; Pondok Pesantren
URGENSI SUFISME DALAM APLIKASI HUKUM ISLAM Barowi Barowi
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/istidal.v1i1.310

Abstract

This article aims to present the importance of sufism in the application of Islamic law, and how both are ideally positioned. In many legal issues, sufism often separable. Sharia and law, all this time always use sight of valid non-valid towards 'ubudiyah. Thus the law made often feels dry because of lack of ethics, or even without ethics. This can be seen from the existing hilah in the concept of fiqh. While on the other hand sufism emphasizes the servitude, sincerity and honesty. Based on this literature research, it is known that basically, sufism and shariah equally put God as the purpose of worship. The difference is in terms of motivation. Sufis wishes to melt with God because of the encouragement of love or ittihad (unification), while the motivation in shari'ah is the desire to obey God. Ideally, the worship of Allah, shari'ah and sufism approaches should be equally used. It is impossible thatsufism, Islamic law, hilah, syari'ah.people can love deeply without adherence to a loved one. Love is sufism, and obedience is shari'ah. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan pentingnya sufisme dalam penerapan hukum Islam, dan bagaimana keduanya idealnya diposisikan. Dalam banyak masalah hukum, sufisme sering dipisahkan. Syariah dan hukum, selama ini selalu menggunakan kaca mata sah-tidak sah dalam ubudiyah. Dengan demikian hukum yang dibuat sering terasa kering karena kurangnya etika, atau bahkan tanpa etika. Hal ini dapat dilihat dari hilah yang ada dalam konsep fiqh. Sementara di sisi lain sufisme menekankan penghambaan, ketulusan dan kejujuran. Berdasarkan penelitian pustaka ini, diketahui bahwa pada dasarnya, sufisme dan syariah sama menempatkan Tuhan sebagai tujuan ibadah. Perbedaannya adalah dalam hal motivasi. Sufi mengharapkan mencair bersama-sama Allah karena dorongan cinta atau ittihad (penyatuan), sedangkan motivasi syariah adalah keinginan untuk taat kepada Allah. Idealnya, dalam menyembah Allah, syariah dan pendekatan tasawuf harus sama-sama digunakan secara bersama. Tidak mungkin bahwa orang-orang yang benar-benar mencintai tanpa kepatuhan terhadap orang yang dicintai. Cinta adalah sufisme, dan ketaatan adalah syari'ah.
Ihsan Sebagai Puncak Ibadah; Studi Pemikiran Tasawuf Ibnu Qayyim Al-jauziyyah Ahmad Barowi
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/istidal.v3i2.687

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana konsep ibadah Ibnu al'Jauztyyah serta bagaimana pola pemikirannya dalam menkonsep ibadah. Hasil Qayyim temuan penelitian kepustakaan ini menunjukkan, bahwa Ibnu Qairyim allauziyyah membuat konsep ibadah dengan formulasi sufiyah, yaitu dengan cara menggabungkan pola-pola tasawuf yang pernah dibangun oleh Imam-Imam sufi sebelumnya. Menurutnya, seluruh kegiatan positif manusia yang dilakukan dengan niat yang ihklas karena Allah, penuh rasamahabbah dan khuduh adalah “ibadah” Yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SwT dengan sedekat mungkin. Untuk memperoleh derajat itu, seorang abid harus menempuh perjalanan dari tahapan ibadah, naik ke tahapan ubudiyah dan berpuncak pada tahapan ubudah. Adapun mengenai pola yang ditempuh Ibnu Qayyim al-Jauziwah dalam mengkonsep ibadah, ia menggunakan acuan ayat yang termuat dalam surat al-Fatihah ayat 4, yang berbunyi "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in". Dua penggal kalimat ini menurutnya memuat berbagai manzllah (manaful)lstasiun –stasiun yang harus disinggahi oleh para salik gana meraih manztlah "Ihsan" . Manztlah lhsan adalah manrulah tertinggi. Dalam ibadah kaum sufi, (ia berada dalam 'ubudah). Di dalam ihsan termuat kalimat tauhid La ilaha illa Allah . Barang siapa mampu menempati manztlah ini, maka ia akan memperoleh kebahagiaan yang abadi.