Dhea Novakinanda Regar
Universitas YPIB Majalengka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN ISPA PUSKESMAS WARUNGPRING PEMALANG JAWA TENGAH Dhea Novakinanda Regar; Vivi Afiyatun Nahdliyah; Ahmad Azrul Zuniarto; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan bagian dari Medication Error (ME) yang dihadapi hampir semua negara di dunia. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepataan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien, dalam menggunakan Antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif melalui pengambilan data rekam medik secara prospektif. Dari 168 kasus pasien ISPA pada Februari tahun 2022 jumlah sampel yang diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang tercatat menderita ISPA yang mendapatkan Antibiotik. Pengambilan data menggunakan teknik random sampling, dilakukan Bulan Maret 2022.  Hasil penelitian dari 118 kasus pasien ISPA menunjukkan kejadian DRPs kategori ada indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (12,71%), tidak ada obat tanpa indikasi, tidak ada ketidaktepataan pemilihan obat, dosis tertalu rendah sebanyak 10 kasus (8,47%), dan dosis terlalu tinggi sebanyak 7 kasus (5,94 %). Sementara itu untuk DRPs kategori efek samping obat paling banyak terjadi mual/muntah dengan presentase 35,59% dan DRPs tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah yaitu sebesar 49,20%. Sehingga dapat disimpukan bahwa presentase terbesar DRPs penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang yaitu terkait efek samping pengobatan dan kepatuhan pasien. 
PENGARUH KOPI ROBUSTA DAN ARABIKA TERHADAP KENAIKAN TEKANAN DARAH Dhea Novakinanda Regar; Nadira Alvi Syahrina; Fitri Nurul Ramadhani; Ahmad Azrul Zuniarto; Aman Budi Santoso; Siti Pandanwangi; Dede Willy
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/7q5www60

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein, yang dapat memengaruhi tekanan darah. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf simpatik, meningkatkan denyut jantung, dan menyebabkan vasokonstriksi sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Jenis kopi yang umum dikonsumsi adalah robusta dan arabika, yang memiliki kadar kafein berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta dan arabika terhadap kenaikan tekanan darah, serta melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh konsumsiopi Robusta dan Arabika berdasarkan jenis kopi dan dosis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan teknik purposive sampling, partisipan berjumlah 24 orang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Masing-masing mengonsumsi kopi robusta atau arabika dengan dosis 10 gram dan 15 gram per 200 mL air. Setiap partisipan menjalani proses pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan 30 menit setelah konsumsi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara keseluruhan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan tekanan darah (p < 0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara jenis kopi robusta dan arabika (p > 0,05). Sebaliknya, perbedaan dosis memberikan pengaruh yang signifikan, di mana konsumsi 15 gram menghasilkan peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan 10 gram (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dosis kopi lebih memengaruhi tekanan darah dibandingkan jenis kopi. Oleh karena itu, pengaturan dosis konsumsi kopi perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan sensitivitas terhadap kafein.