Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein, yang dapat memengaruhi tekanan darah. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf simpatik, meningkatkan denyut jantung, dan menyebabkan vasokonstriksi sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Jenis kopi yang umum dikonsumsi adalah robusta dan arabika, yang memiliki kadar kafein berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta dan arabika terhadap kenaikan tekanan darah, serta melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh konsumsiopi Robusta dan Arabika berdasarkan jenis kopi dan dosis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan teknik purposive sampling, partisipan berjumlah 24 orang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Masing-masing mengonsumsi kopi robusta atau arabika dengan dosis 10 gram dan 15 gram per 200 mL air. Setiap partisipan menjalani proses pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan 30 menit setelah konsumsi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara keseluruhan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan tekanan darah (p < 0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara jenis kopi robusta dan arabika (p > 0,05). Sebaliknya, perbedaan dosis memberikan pengaruh yang signifikan, di mana konsumsi 15 gram menghasilkan peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan 10 gram (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dosis kopi lebih memengaruhi tekanan darah dibandingkan jenis kopi. Oleh karena itu, pengaturan dosis konsumsi kopi perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan sensitivitas terhadap kafein.