Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI KARTU INDONESIA PINTAR DALAM MENINGKATKANIKUALITAS PENDIDIKANIDI DESA PURWASARI KECAMATAN CICURUG KABUPATENISUKABUMI Muhamad Subkhan
Jurnal Dialektika Politik Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Dialektika Politik
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.423 KB) | DOI: 10.37949/jdp.v7i1.47

Abstract

The main theory in this study is the theory of policy implementation according to Edward III in Agustino (2017: 136). This research uses a qualitative approach, where qualitative research is a research method that is shown to describe existing phenomena. The data collection in this study is based on reality in the field through observation, interviews and documentation. This study contained 6 informants as a key instrument of data collection consisting of the Village Head, Village Secretary, Village Social Welfare Center (Pukesos), KIP distribution officer in school, and 2 beneficiary communities in Purwasari Village. From the results of research that has been done shows that the Implementation of smart Indonesia Card Policy (KIP) in improving the quality in Purwasari Village, Cicurug District, Sukabumi Regency has not been effective because there are still some obstacles in its implementation, such as the validity of the data owned is not synchronized between the existing data and the data in the center, because the data is still using old data, in addition, there are still people who should get the KIP program but do not get it because of data collection that has not been in verval (validation and verification). Therefore, the Purwasari Village Government and related parties need to make efforts by coordinating, meaning that in data collection regarding the Smart Indonesia Card (KIP) program in Purwasari Village can be coordinated effectively between related implementing institutions, so as to reduce data that is not on target.
Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan: Penguatan Kesadaran Demokrasi, Toleransi, dan Tanggung Jawab Warga Negara Muhammad Alwie; Dwi Wiji Astuti; Abdul Mutholib; Muhamad Subkhan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12780

Abstract

Arus globalisasi yang semakin pesat, didukung perkembangan teknologi digital, telah mengubah cara generasi muda memperoleh pengetahuan, belajar, serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Generasi Z yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan informasi, teknologi, dan budaya. Namun, kemudahan akses tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, serta memudarnya rasa nasionalisme di kalangan generasi Z sebagai penerus bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai garda terdepan perlu bertransformasi untuk menjawab tantangan tersebut. PKn tidak hanya berperan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga membentuk warga negara yang memiliki wawasan global serta mampu berinteraksi secara bertanggung jawab tanpa kehilangan jati diri bangsa. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun wawasan global warga negara muda di era Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui telaah berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi strategis dalam membentuk kompetensi global peserta didik melalui penguatan karakter Pancasila, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Oleh karena itu, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu dikembangkan secara inovatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk menghasilkan generasi muda yang berdaya saing global tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.
Lingkungan Global Dan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan : Kajian Konseptual Atas Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Isu-Isu Global Muamar Muamar; Muhamad Subkhan; Eny Ekayani; Asep Nurhidayat; Maylisa Pujiana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1420

Abstract

Globalisasi telah mempercepat keterkaitan antar negara sekaligus memunculkan berbagai isu global seperti perubahan iklim, gangguan teknologi digital dan disinformasi, kejahatan siber, pelanggaran hak asasi manusia, kemiskinan, dan konflik internasional yang secara langsung memengaruhi kehidupan nasional di Indonesia. Studi-studi sebelumnya cenderung membahas isu-isu ini secara parsial dan melalui pendekatan kasus tunggal, sehingga menyisakan kesenjangan dalam ketersediaan kerangka konseptual terintegrasi yang menghubungkan kompetensi kewarganegaraan global dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan etika-filosofisnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menanggapi berbagai isu global tersebut dan untuk merumuskan sintesis teoretis yang mengintegrasikan konsep pendidikan kewarganegaraan global dengan nilai-nilai Pancasila. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel jurnal nasional dan internasional, dokumen resmi dari lembaga internasional, dan buku-buku akademik yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026, yang dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik. Temuan menunjukkan bahwa PPKn memegang tujuh peran strategis, mulai dari internalisasi nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter hingga penguatan literasi digital dan kewarganegaraan digital, serta penanaman kesadaran lingkungan dan perdamaian. Ketika disintesis, ketujuh peran ini membentuk kerangka konseptual baru yang oleh penulis disebut Kewarganegaraan Global Pancasila, yaitu kompetensi kewarganegaraan global yang tetap berlandaskan identitas nasional. Studi ini menawarkan kontribusi teoretis berupa kerangka sintesis lintas isu yang dapat berfungsi sebagai referensi untuk pengembangan kurikulum PPKn, dan secara praktis memberikan landasan untuk penelitian empiris lebih lanjut guna menguji dan mengukur implementasinya di lapangan.