Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lingkungan Global Dan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan : Kajian Konseptual Atas Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Isu-Isu Global Muamar Muamar; Muhamad Subkhan; Eny Ekayani; Asep Nurhidayat; Maylisa Pujiana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1420

Abstract

Globalisasi telah mempercepat keterkaitan antar negara sekaligus memunculkan berbagai isu global seperti perubahan iklim, gangguan teknologi digital dan disinformasi, kejahatan siber, pelanggaran hak asasi manusia, kemiskinan, dan konflik internasional yang secara langsung memengaruhi kehidupan nasional di Indonesia. Studi-studi sebelumnya cenderung membahas isu-isu ini secara parsial dan melalui pendekatan kasus tunggal, sehingga menyisakan kesenjangan dalam ketersediaan kerangka konseptual terintegrasi yang menghubungkan kompetensi kewarganegaraan global dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan etika-filosofisnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menanggapi berbagai isu global tersebut dan untuk merumuskan sintesis teoretis yang mengintegrasikan konsep pendidikan kewarganegaraan global dengan nilai-nilai Pancasila. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel jurnal nasional dan internasional, dokumen resmi dari lembaga internasional, dan buku-buku akademik yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026, yang dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik. Temuan menunjukkan bahwa PPKn memegang tujuh peran strategis, mulai dari internalisasi nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter hingga penguatan literasi digital dan kewarganegaraan digital, serta penanaman kesadaran lingkungan dan perdamaian. Ketika disintesis, ketujuh peran ini membentuk kerangka konseptual baru yang oleh penulis disebut Kewarganegaraan Global Pancasila, yaitu kompetensi kewarganegaraan global yang tetap berlandaskan identitas nasional. Studi ini menawarkan kontribusi teoretis berupa kerangka sintesis lintas isu yang dapat berfungsi sebagai referensi untuk pengembangan kurikulum PPKn, dan secara praktis memberikan landasan untuk penelitian empiris lebih lanjut guna menguji dan mengukur implementasinya di lapangan.
Harmonisasi Adaptasi Sistem Teknologi di Tengah Modernisasi Eksistensi Masyarakat Adat AKUR Pasir Garut Sri Rumiati; Dwi Wiji Astuti; Iin Indarwati; Maylisa Pujiana
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 5 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i5.13321

Abstract

The Akur Indigenous Community of Kampung Pasir, Cinta Karya Village, Samarang District, Garut Regency, is a group that consistently preserves ancestral knowledge systems and traditional technologies, deeply rooted in Sunda Wiwitan teachings and having strong cultural ties with the Cigugur tradition in Kuningan. This study aims to describe, analyze, and reveal the educational meanings of the technological systems developed by the local community, including the use of the Cigugur variant of Sundanese script as a medium for preserving identity and transmitting cultural values, Bale traditional house construction technology based on environmental wisdom, the architectural system and function of rice barns as food security infrastructure and spiritual symbols, as well as sustainable agricultural practices aligned with ecosystem dynamics. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study method, collecting data through literature review, participatory observation, and in-depth interviews with customary leaders, cultural custodians, and local residents. The findings indicate that every technological element serves not only practical daily needs but is also integrated with value systems, character education, and social structures that maintain balance between humans, nature, fellow beings, and ancestors. These results confirm that indigenous traditional technology is a rich learning resource, relevant for strengthening culture-based education, and serves as an intelligent adaptation model in addressing sustainable development challenges amid modernization.