Aidul Akbar
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Filsafat Ilmu Dalam Pembentukan Moralitas Siswa Pada Pendidikan Karakter Aidul Akbar; Dwita Aprilla Amir; Muhammad Syukur; M. Ridwan Said Ahmad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.13654

Abstract

Filsafat memiliki posisi yang sangat penting dalam dunia pendidikan, sebab pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pembinaan akhlak peserta didik. Pendidikan moral pada dasarnya merupakan upaya pengembangan integritas melalui pendekatan etika dan nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana filsafat pendidikan berkontribusi dalam membentuk moralitas siswa. Pembahasan mencakup hubungan antara filsafat, pendidikan, dan moralitas; bagaimana pendidikan berperan dalam proses pembentukan manusia; faktor–faktor penyebab munculnya krisis moral pada siswa; serta alternatif solusi untuk mengatasi krisis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah berbagai jurnal nasional dan internasional yang diakses melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan ProQuest. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada terwujudnya pribadi yang bermoral. Oleh karena itu, pendidikan moral menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan perkembangan moral dapat diarahkan berjalan secara harmonis, sesuai norma, dan sejalan dengan martabat serta nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan dan moralitas, serta menegaskan bahwa peran orang tua dan guru sangat diperlukan dalam pembentukan karakter sekaligus penanggulangan krisis moral pada siswa.
Pengaruh Penerapan Kurikulum Berbasis Karakter Terhadap Perkembangan Moral Siswa Di SMA 1 Polewali Aidul Akbar; Ma’shumah Syamsir; Nezha Pangarungan; Romansyah Sahabuddin; Agussalim Agussalim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kurikulum berbasis karakter terhadap perkembangan moral siswa di SMA 1 Polewali. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya moralitas sebagai bagian integral dari pembentukan karakter, serta adanya fenomena bahwa perkembangan moral siswa belum sepenuhnya optimal meskipun kurikulum berbasis karakter telah diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Sampel penelitian terdiri dari 120 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan diperkuat dengan observasi serta wawancara terbatas. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji prasyarat, dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis karakter berada pada kategori tinggi, demikian pula perkembangan moral siswa. Hasil analisis regresi mengungkapkan bahwa kurikulum berbasis karakter berpengaruh signifikan terhadap perkembangan moral siswa, dengan kontribusi sebesar 44,6%. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua untuk mendukung perkembangan moral siswa secara optimal.
Perang Makassar 1666–1669: Dinamika Politik dan Perlawanan Kerajaan Gowa terhadap VOC Aidul Akbar; Bahri Bahri; M. Rasyid Ridha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16158

Abstract

Perang Makassar tahun 1666 sampai 1669 adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Nusantara pada abad ke-17. Peristiwa ini menunjukkan persaingan antara kekuatan laut lokal dengan kebijakan ekspansi kolonial oleh VOC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik yang menjadi penyebab konflik antara Kerajaan Gowa dan VOC serta menelaah berbagai bentuk perlawanan yang dilakukan Gowa untuk mempertahankan kekuasaan politik dan kemandirian ekonomi mereka. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, serta mempergunakan sumber sekunder dan literatur historiografi yang relevan. Penelitian menunjukkan bahwa perang tersebut dimulai dari perbedaan dalam sistem perdagangan bebas yang diterapkan oleh Gowa dan kebijakan monopoli yang digunakan VOC. Konflik menjadi lebih rumit karena ada peran aktor lokal seperti Arung Palakka yang bekerja sama dengan VOC, sehingga perang bukan hanya pertarungan antara pihak kolonial dan lokal, tapi juga terkait dengan dinamika politik yang terjadi di dalam Sulawesi Selatan. Perjanjian Bongaya tahun 1667 menjadi peristiwa penting yang melemahkan kekuatan laut Gowa dan memperkuat pengaruh VOC di wilayah Indonesia Timur. Secara umum, Perang Makassar menunjukkan awal dari proses integrasi wilayah Nusantara ke dalam sistem kolonial yang berlandaskan monopoli perdagangan, serta menandai perubahan dalam struktur kekuasaan di daerah tersebut pada abad ke-17.