Dwita Aprilla Amir
Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Filsafat Ilmu Dalam Pembentukan Moralitas Siswa Pada Pendidikan Karakter Aidul Akbar; Dwita Aprilla Amir; Muhammad Syukur; M. Ridwan Said Ahmad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.13654

Abstract

Filsafat memiliki posisi yang sangat penting dalam dunia pendidikan, sebab pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pembinaan akhlak peserta didik. Pendidikan moral pada dasarnya merupakan upaya pengembangan integritas melalui pendekatan etika dan nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana filsafat pendidikan berkontribusi dalam membentuk moralitas siswa. Pembahasan mencakup hubungan antara filsafat, pendidikan, dan moralitas; bagaimana pendidikan berperan dalam proses pembentukan manusia; faktor–faktor penyebab munculnya krisis moral pada siswa; serta alternatif solusi untuk mengatasi krisis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah berbagai jurnal nasional dan internasional yang diakses melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan ProQuest. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada terwujudnya pribadi yang bermoral. Oleh karena itu, pendidikan moral menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan perkembangan moral dapat diarahkan berjalan secara harmonis, sesuai norma, dan sejalan dengan martabat serta nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan dan moralitas, serta menegaskan bahwa peran orang tua dan guru sangat diperlukan dalam pembentukan karakter sekaligus penanggulangan krisis moral pada siswa.
Model Pembelajaran Sejarah Berbasis AI dan Kahoot sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Historis Siswa di UPTD SMAN 1 Nosu Nurul Syahruni; Muhammad Hamka Halim; Nur Fadhilah Murtadir; Dwita Aprilla Amir; Sirajuddin Saleh
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5613

Abstract

This study aims to develop a history learning model based on Artificial Intelligence (AI) that is integrated with Kahoot to improve the historical literacy of students at UPTD SMAN 1 Nosu. The method used is developmental research with a qualitative approach through the stages of analysis, design, implementation, and evaluation. The data were obtained from observations, interviews, and documentation. The data analysis technique in this study uses interactive analysis carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the integration of AI and Kahoot is able to create adaptive, interactive, and interesting learning. This model is proven to improve students' abilities in understanding chronology, analyzing sources, and interpreting historical events critically. In addition, student motivation and engagement also increased. Thus, this study still has limitations, particularly in its scope, which was conducted in only one school with a limited number of subjects and its reliance on technology facilities and internet connections in the learning process. Therefore, further research is recommended to involve a wider range of schools, use a more diverse approach, and develop more innovative AI- and Kahoot-based learning models for optimal application in history learning across various educational settings.
PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA DAN PENGUATAN KARAKTER TOLERANSI PADA GENERASI Z Dwita Aprilla Amir; Najamuddin Najamuddin; Alimin Alwi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2251

Abstract

The acceleration of globalization accompanied by the rapid development of digital technology has increased the intensity of cross-cultural encounters, especially among Generation Z. On the other hand, this condition has also given rise to various new problems, such as strengthening intolerant attitudes, increasing social polarization, and shifting national values. This article aims to examine the contribution of cross-culturalism in building and strengthening the character of tolerance in Generation Z. The research method used is a literature study with a descriptive-analytical approach to various concepts of multicultural education, character education, and studies on the characteristics of Generation Z. The research findings indicate that cross-cultural education has a strategic role in fostering awareness of diversity, social empathy, and the ability to interact positively between cultures. Strengthening the character of tolerance can be done through the integration of cross-cultural values in the curriculum, the application of pedagogy that is responsive to cultural differences, and the development of digital literacy based on ethics. Based on these findings, this article emphasizes the need for continuous collaboration between educational institutions, educators, and national education policies to create a learning ecosystem that is inclusive, equitable, and oriented towards universal human values.ABSTRAKAkselerasi globalisasi yang disertai pesatnya perkembangan teknologi digital telah memperluas intensitas perjumpaan lintas budaya, khususnya di kalangan Generasi Z. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai persoalan baru, seperti menguatnya sikap intoleran, meningkatnya polarisasi sosial, serta terjadinya pergeseran nilai-nilai kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pendidikan lintas budaya dalam membangun dan memperkuat karakter toleransi pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai konsep pendidikan multikultural, pendidikan karakter, serta kajian mengenai karakteristik Generasi Z. Temuan kajian menunjukkan bahwa pendidikan lintas budaya memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran akan keberagaman, empati sosial, dan kemampuan menjalin interaksi antarbudaya secara positif. Penguatan karakter toleransi dapat dilakukan melalui integrasi nilai lintas budaya dalam kurikulum, penerapan pedagogi yang responsif terhadap perbedaan budaya, serta pengembangan literasi digital yang berlandaskan etika. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini menegaskan perlunya kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan, pendidik, dan kebijakan pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
MUSEUM VIRTUAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN IPS: KAJIAN PADA MATERI KOLONIALISME DAN IMPERIALISME Nurhikma fira; Dwita Aprilla Amir; Firdaus W Suhaeb
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jiipsi.v6i2.5834

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran IPS yang selama ini cenderung bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan museum virtual sebagai media pembelajaran kontekstual dan inovatif dalam pembelajaran IPS. Kajian pustaka dalam penelitian ini mengacu pada konsep museum virtual, pembelajaran berbasis teknologi, serta pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang menekankan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa museum virtual berperan sebagai sumber belajar interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan siswa, serta keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital dan berpikir kritis. Penerapan museum virtual pada materi kolonialisme dan imperialisme menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam eksplorasi, analisis sumber sejarah, dan penyusunan argumentasi berbasis bukti. Namun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pelatihan guru, penguatan sarana prasarana, serta pengembangan konten yang kontekstual. Kesimpulannya, museum virtual merupakan media pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di era digital.