Marhaeni, I Gst Agung Ayu Nova Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proyek Terarium dalam Peningkatan Keterampilan Proses IPA Siswa SMP Marhaeni, I Gst Agung Ayu Nova Dwi; Sudiana, I Made
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.801 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i8.778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses IPA siswa SMP sebelum dan setelah penerapan pembelajaran proyek terarium dalam topik ekosistem. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-ekperimen dengan one group pretest-posttest only desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMP Negeri 3 Kediri dengan sampelnya yaitu kelas XI B yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar penilaian proyek dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis data Uji-t sampel berpasangan, berbantuan aplikasi program SPSS 22 for windows. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atara rata-rata keterampilan proses IPA Siswa, sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran proyek terarium, di mana hasil t hitung (8.417) > t tabel (1,6973) dan berada pada daerah penolakan H0 dengan signifikansi (2-tailed) < 0,05. Rata-rata peningkatan setiap aspek keterampilan proses siswa sebesar 15% dengan peningkatan terbesar adalah pada aspek komunikasi yaitu dengan prosentase peningkatan sebesar 19,06%, aspek perencanaan percobaan dengan prosentase peningkatan sebesar17,65%, Aspek Pengamatan dengan prosentase peningkatan sebasar 16,01% dan aspek interpretasi dengan prosentase peningkatan sebesar 16,45%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran proyek terarium, secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan proses IPA Siswa SMP terutama pada aspek komunikasi, perencanaan percobaan, pengamatan dan interpretasi.
Ketimpangan Linguistik di Ruang Kelas: Analisis Wacana Kritis terhadap Konstruksi Dosen tentang Kecakapan Akademik Mahasiswa Multibahasa Wiastra, I Gede Gita; Parmini, Ni Putu; Sumahardika, I Wayan; Wiratama, I Wayan Agus; Marhaeni, I Gst Agung Ayu Nova Dwi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.10780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kecakapan akademik mahasiswa multibahasa dari perspektif dosen, representasi ketimpangan linguistik dalam konstruksi kecakapan akademik mahasiswa multibahasa, dan dampak konstruksi diskursif dosen terhadap partisipasi dan pembentukan identitas akademik mahasiswa multibahasa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengadopsi Analisis Wacana Kritis dalam perspektif Fairclough. Sumber data dikonstruksi dari wawancara semi-terstruktur dengan dosen dan mahasiswa di IKIP Saraswati. Data tersebut kemudian dianalisis dengan memanfaatkan konsep modalitas linguistik, konstruksi identitas pembelajar, serta pembedaan antara kompetensi bahasa akademik dan kemampuan kognitif, guna mengkaji dinamika relasi kuasa dan proses legitimasi bahasa dalam konteks praktik akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen mengonstruksi kecakapan akademik terutama melalui indikator performa lisan, seperti kelancaran, keruntutan, dan kejelasan argumentasi. Konstruksi tersebut merepresentasikan ketimpangan linguistik karena bahasa akademik dominan diposisikan sebagai standar legitimasi, sementara variasi bahasa mahasiswa multibahasa cenderung dinilai kurang memadai. Mahasiswa multibahasa memaknai wacana tersebut sebagai tekanan simbolik yang membatasi partisipasi dan memengaruhi pembentukan identitas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa akademik berfungsi sebagai mekanisme seleksi simbolik yang mereproduksi ketimpangan di ruang kelas sehingga diperlukan praktik pedagogis yang lebih inklusif.