Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif perencanaan pengembangan Klinik Amabelle dari klinik pratama menjadi Klinik Utama melalui pendekatan analisis bisnis dan pemasaran strategis. Pertumbuhan industri klinik kecantikan di Kota Bandung, perubahan gaya hidup urban, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan gizi menjadi dasar penyusunan pengembangan usaha ini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode analisis kualitatif terhadap kondisi internal dan eksternal perusahaan melalui analisis Porter’s Five Forces, Design Thinking, Lean Canvas, Model Proses Kewirausahaan Timmons, SWOT, STP, dan Marketing Mix (7P). Data dikumpulkan melalui studi lapangan, observasi kompetitor, analisis perilaku konsumen, dan telaah dokumen internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik Amabelle memiliki peluang pasar yang signifikan dengan potensi pasar layanan kecantikan kulit dan gizi di Kota Bandung mencapai Rp 975 miliar hingga Rp 1,3 triliun per tahun. Konsumen didominasi kelompok usia 20–50 tahun kelas menengah ke atas yang menuntut layanan kecantikan medis yang kredibel, aman, dan bersifat holistik. Analisis SWOT menyimpulkan bahwa diferensiasi layanan menjadi faktor kunci daya saing, khususnya melalui keterlibatan dokter spesialis kulit dan kelamin serta dokter spesialis gizi, penggunaan teknologi estetika modern, dan peningkatan kualitas pengalaman pasien. Strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan sumber daya medis, digitalisasi layanan dan CRM, integrasi pemasaran digital, serta penajaman proposisi nilai unik “Tampil keren dengan wajah dan tubuh yang sehat”. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi Amabelle menjadi Klinik Utama memiliki kelayakan strategis dan potensi finansial yang tinggi, dengan keberhasilan implementasi sangat bergantung pada optimalisasi SDM spesialis, digitalisasi sistem manajemen pasien, dan penguatan diferensiasi layanan untuk memenangkan persaingan industri klinik kecantikan yang kompetitif.