Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF MODEL OCB DI UNIVERSITAS GALUH-CIAMIS, GARUT, DAN KUNINGAN YANG BERDAMPAK KEPADA KINERJA UNIVERSITAS Marinda, Vina S; Budiansyah, Yusep; Amalia, Shendy
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.059 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1901

Abstract

Private universities face obstacles in achieving maximum performance, this is shown by their accreditation scores. The accreditation score of majors at private universities in Ciamis, Garut, Kuningan is mostly B and C. The obstacles in achieving maximum performance may be due to the behavior of their human resources management. OCB is an HR behavior that provides benefits for the organization and cannot be developed as a formal role obligation or in the form of contracts that are indicated at these universities. This study aims to determine OCB and university performance at Galuh-Ciamis University, Garut, and Kuningan and the OCB model that has an impact on university performance. Quantitative and qualitative approaches are used in this study. Meanwhile, the research methods are comparative studies and development research. Comparative studies compare similarities and differences in the facts and properties of the object under study. Development research is used to develop the OCB model that impacts university performance.This study shows that Galuh-Ciamis University has OCB quality of 78.46% (good), university performance quality of 75.60% (good) and OCB influence on university performance of 21.3% while the remaining 78.7% is influenced by other variables. Garut University has OCB quality of 79.17% (good), university performance quality of 75.08% (good) but close to ‘good enough’ and OCB's influence on university performance is 28.6% while the remaining 71.4% is influenced by other variables. Kuningan University has OCB quality of 80.86% (good), university performance quality of 79.24% (good) and OCB's influence on university performance of 65.1% while the remaining 34.9% is influenced by other variables. OCB also has an influence on university performance, however the influence of OCB on the organizational performance of each university is different, so the OCB model was developed for maximum university performanceABSTRAK: Universitas swasta menghadapi kendala dalam mencapai kinerja universitasnya, ini ditujukan oleh nilai akreditasi di universitas swasta. Nilai akreditasi program studi di universitas swasta di Ciamis, Garut, Kuningan sebagian besar B dan C. Kendala dalam mencapai kinerja uiversitas mungkin disebabkan oleh perilaku SDMnya. OCB merupakan perilaku SDM yang memberikan manfaat bagi organisasi dan tidak bisa ditumbuhkan sebagai kewajiban peran formal atau dengan bentuk kontrak yang ditunjukan di universitas-universitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui OCB dan kinerja universitas di Universitas Galuh-Ciamis, Garut, dan Kuningan serta model OCB yang berdampak pada kinerja universitas tersebut. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan metode penelitiannya adalah studi komparatif dan penelitian pengembangan. Studi komparatif membandingkan persamaan serta perbedaan fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti. Penelitian pengembangan digunakan untuk mengembangkan model OCB yang berdampak kepada kinerja universitas. Penelitian ini menujukan, Universitas Galuh-Ciamis memiliki OCB dengan kualitas 78,46% (baik), kinerja universitas dengan kualitas 75,60% (baik) dan pengaruh OCB terhadap kinerja universitas sebesar 21,3% sedangkan sisanya 78,7,6% pengaruh variabel lain. Universitas Garut memiliki OCB dengan kualitas 79,17% (baik), kinerja universitas dengan kualitas 75,08% (baik) namun mendekati cukup baik dan pengaruh OCB terhadap kinerja universitas sebesar 28,6% sedangkan sisanya 71,4% pengaruh variabel lain. Universitas Kuningan memiliki OCB dengan kualitas 80,86% (baik), kinerja universitas dengan kualitas 79,24% (baik) dan pengaruh OCB terhadap kinerja universitas sebesar 65,1% sedangkan sisanya 34,9% pengaruh variabel lain. OCB sama-sama memiliki pengaruh terhadap kinerja universitas namun besar pengaruh OCB terhadap kinerja organisasi setiap universitas berbeda, sehingga dikembangkanlah model OCB agar kinerja universitas maksimal.
Pengaruh Pelatihan dan Penerapan Business Continuity Planning (BCP) pada Ketahanan Usaha para UMKM Kota Bandung: - Maya Dora, Yenny; Sakti, Intan Widuri; Saefudin, Nugraha; Sari, Oktora Yogi; Sudrajat, Asep; Budiansyah, Yusep
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.723 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1141

Abstract

Hadirnya wabah virus Covid 19 memberikan pembelajaran yang sangat berharga untuk semua sektor termasuk pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam upaya untuk kesiapan semua sektor termasuk UMKM dalam menghadapi krisis, supaya tetap dapat bertahan. Penelitian inu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan penerapan BCP pada ketahanan usaha UMKM di Kota Bandung.  Penelitian dilakukan pada para UMKM Kota Bandung yang berjumlah 150. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada para UMKM. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 25.0. Dari hasil olah data didapat bahwa Pelatihan pembuatan BCP berpengaruh pada Ketahanan Usaha UMKM Kota Bandung. Penerapan Business Continuity Planning (BCP) berpengaruh pada Ketahanan usaha UMKM. Sedangkan untuk hasil uji simultan Pelatihan pembuatan dan Penerapan BCP berpengaruh pada Ketahanan usaha UMKM. Hal ini berarti bahwa pelatihan dan penerapan Business Continuity Planning (BCP) sangat berpengaruh pada ketahanan usaha UMKM di Kota Bandung.
Meningkatkan Kompetensi Kewirausahaan melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Souvenir Decoupage Bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kec. Lengkong Kota Bandung Oktafien, Shinta; Agustriyana, Darwis; Anggapradja, Indra Taruna; Rahmayanti, Rima; Qibtiyah, Mariah Rabiatul; Budiansyah, Yusep
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18172

Abstract

Saat ini, produk kreatif telah menjadi salah satu sektor yang bertumbuh dengan sangat pesat dan berperan penting dalam pengembangan perekonomian negara ini. Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman budayanya memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan produk-produk yang kreatif dan unik, serta bernilai jual tinggi di pasar internasional. Namun, tampaknya masih banyak rintangan dan kendala yang dihadapi oleh para pelaku industri kreatif dalam upaya mencapai potensinya tersebut. Adapun salah satu rintangan utama yang sering dihadapi oleh para pelaku industri kreatif adalah kurang terampilnya pelaku industri kreatif dalam menciptakan produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi dan diterima di pasar internasional. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan keterampilan berwirausaha dan pengembangan ide-ide kreatif tersebut, maka diperlukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan anggota TP-PKK Kecamatan Lengkong Kota Bandung yang berdampak pada peningkatan peluang ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Lengkong untuk mendapatkan penghasilan dan kesejahteraan hidup. Kegiatan PkM ini diadakan pada hari Kamis, tgl. 13 Februari 2025 yang bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Lengkong Kota Bandung. Peserta yang mengikuti acara PkM ini merupakan para anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kec. Lengkong Kota Bandung yang berjumlah sebanyak 27 orang. Penyampaian materi yang disampaikan oleh para tim anggota pelaksana PkM difokuskan pada materi tentang berwirausaha, serta materi tentang pengenalan souvenir DeCoupage. Dalam penyampaian materinya, pemateri tidak hanya menyampaikan teori secara teoritis, tetapi juga dalam bentuk praktik atau berupa simulasi. Dengan begitu, peserta pun berkesempatan untuk mempraktikkannya materi yang dipelajarinya tersebut secara langsung.
PENINGKATAN DAYA SAING LULUSAN SMK BINA WISATA LEMBANG MELALUI PERSONAL BRANDING Qibtiyah, Mariah Rabiatul; Budiansyah, Yusep; Rahmayanti, Rima; Oktafien, Sinta; Rohendra, Tito; Agustriyana, Darwis; Taruna, Indra
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6041

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 9.01% pada Februari 2025 mencerminkan kesenjangan kompetensi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Fenomena ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan penguasaan hard skill, tetapi juga oleh lemahnya soft skill serta kurangnya pemahaman siswa mengenai personal branding. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Widyatama di SMK Bina Wisata Lembang berfokus untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan pelatihan komprehensif tentang pengembangan citra diri profesional. Metode kegiatan meliputi survei awal untuk melihat sejauh mana materi Soft skill diberikan di dalam kurikulum sekolah, penyusunan program pengembangan soft skill, pelaksanaan pelatihan, simulasi wawancara kerja (role play), dan evaluasi melalui kuesioner. Sebanyak 40 siswa kelas XI mengikuti pelatihan yang berfokus pada penerapan personal branding dalam kepemimpinan, pembuatan CV yang menarik, serta teknik menghadapi wawancara kerja. Hasil evaluasi menunjukan terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap konsep personal branding, yang ditunjukkan dengan kenaikan skor rata-rata dari 47% (sebelum pelatihan) menjadi 73% (setelah pelatihan). Sementara itu, tingkat kepercayaan diri siswa dalam menghadapi wawancara kerja, yang diukur dari simulasi role play dan kuesioner, menunjukkan kenaikan sebesar 45%. Secara keseluruhan, 95% dari 40 siswa peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan meningkatkan motivasi mereka untuk bersaing di dunia kerja. Program ini memberikan dampak nyata dengan membekali siswa pemahaman praktis tentang membangun citra diri profesional, beretika, dan berintegritas, sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja. Kegiatan PkM diharapkan menjadi model pengembangan soft skill berkelanjutan di lingkungan pendidikan vokasi dan dapat meningkatkan citra diri profesional untuk lulusan sekolah vokasi.