Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Spesialisasi Regional dalam Perekonomian Provinsi Maluku Payapo, Rukmuin Wilda; Ramly, Fahrudin; Assel, Muhammad Ridhwan
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.946 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1223

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya spesialisasi regional antara kabupaten/ kota di Provinsi Maluku. Penelitian ini menggunakan metode analisis indeks spesialisasi regional Krugman. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder kuantitatif yang dipublikasikan oleh lembaga pemerintah yang berkompeten yaitu Badan Pusat Statistik  (BPS)   Provinsi Maluku, Data yang terkumpul kemudian dianalisis baik secara kualitatif ataupun kuantitatif. Analisis kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui dan mengidentifikasi besarnya indeks spesialalisasi regional masing-masing daerah  dengan menggunakan Indeks Spesialisasi Regional Krugman, hasilnya menunjukkan hanya pasangan Kota Ambon dengan Kabupaten Kepulauan Aru dan Seram Bagian Timur yang memiliki indeks spesialisasi regional yang lebih besar dari satu. Artinya pasangan daerah tersebut memiliki spesialisasi regional pada sector ekonomi tertentu.
Evaluation Of Local Revenue As An Instrument Of Regional Fiscal Strengthening In The Maluku Islands: Elasticity And Effectiveness Approach Sangadji, Maryam; Siregar, Indra Saputra; Oktantiasari, Aisyah; Assel, Muhammad Ridhwan
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 2 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i2.53715

Abstract

This study aims to 1) Analyze the level of elasticity of local own-source revenue (PAD) to gross regional domestic product (GRDP), 2) Evaluate the level of effectiveness of PAD target achievement and 3) Assess the role of PAD in strengthening regional fiscal capacity. Through the elasticity and effectiveness approaches, the results show 1) the elasticity of PAD to GRDP in Maluku Province shows a moderate average value (1.13), but there are significant disparities between regions. Ambon City and MBD were highly volatile, while SBT recorded negative elasticity; 2)  The effectiveness of PAD in Maluku Province and Ambon City was high and stable, while Central Maluku and Southwest Maluku showed low and fluctuating effectiveness. East Seram Regency recorded very high but inconsistent effectiveness, driven by incidental revenues, which reflects the lack of a strong regional fiscal capacity structure. The degree of fiscal decentralization in Maluku Province and the four districts/municipalities is still classified as low to very low, with the dominant pattern of fiscal relations being “instructive” and “consultative”. This reflects limited regional fiscal capacity and high dependence on central transfers, especially in district areas such as East Seram and Central Maluku.
Dampak Inflasi, Kesempatan Kerja Dan Upah Minimum Tehradap Daya Beli Masyarkat Kabupaten Seram Bagian Barat Sangur, Korneles; Gara, Oeilie Gabriel; Amaluddin, Amaluddin; Leasiwal, Teddy Christianto; Assel, Muhammad Ridhwan
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9635

Abstract

Di era yang tengah mengalami pengembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini, telah mendorong terjadi efisiensi produksi, perluasan pasar, serta difersifikasi barang dan jasa dalam berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan hidup. Walaupun demikian permasalahan yang mendasar yang membuat pemenuhan kebutuhan hidup menjadi sulit ialah kemampuan masyarakat memperoleh berbagai barang dan jasa yang direpresentasi oleh kuat lemahnya daya beli masyarakat. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini untuk menganalisis daya beli masyarakat dengan menggunakan data pengeluaran perkapita rata-rata bulanan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Strategi pemecahan masalah yang diterapkan ialah mensimulasikan pengaruh dari pasar barang dan jasa yakni variabel inflasi, pengaruh dari pasar tenaga kerja yakni variabel kesempatan kerja dan upah terhadap daya beli masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa inflasi dan kesempatan kerja tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, secara parsial upah minimum berpengaruh terhadap daya beli masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Luaran penelitian yang direncanakan ialah publikasi pada jurnal terindeks sinta.
EVALUATION OF LOCAL REVENUE AS AN INSTRUMENT OF REGIONAL FISCAL STRENGTHENING IN THE MALUKU ISLANDS: ELASTICITY AND EFFECTIVENESS APPROACH Sangadji, Maryam; Siregar, Indra Saputra; Oktantiasari, Aisyah; Assel, Muhammad Ridhwan
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 2 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i2.53715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis tingkat elastisitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), 2) Mengevaluasi tingkat efektivitas pencapaian target PAD dan 3) Mengkaji peranan PAD dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Melalui pendekatan elastisitas dan efektivitas, hasil menunjukan 1) elastisitas PAD terhadap PDRB di Provinsi Maluku menunjukkan nilai rata-rata moderat (1,13), namun terjadi disparitas signifikan antarwilayah. Kota Ambon dan MBD sangat fluktuatif, sementara SBT mencatat elastisitas negatif; 2) Efektivitas PAD di Provinsi Maluku dan Kota Ambon tergolong tinggi dan stabil, sedangkan Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya menunjukkan efektivitas rendah dan fluktuatif. Kabupaten Seram Bagian Timur mencatat efektivitas sangat tinggi namun tidak konsisten, didorong oleh penerimaan insidental, yang mencerminkan belum kuatnya struktur kapasitas fiskal daerah. Derajat desentralisasi fiskal di Provinsi Maluku dan empat kabupaten/kota masih tergolong rendah hingga sangat rendah, dengan pola hubungan fiskal yang dominan bersifat “instruktif “dan “konsultatif.” Hal ini mencerminkan keterbatasan kapasitas fiskal daerah dan tingginya ketergantungan pada transfer pusat, khususnya di wilayah kabupaten seperti Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah.