Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BRANDING SEBAGAI SOLUSI PENGEMBANGAN UMKM DI KOTA BALIKPAPAN STUDI KASUS: RT.26 KELURAHAN TELAGA SARI Rossana Margaret Kadar Yanti; Andika Ade Indra Saputra; Bimario Eka Bhaskara; Andrean Julianto Iryanto; Gama Lady Ishlahussya; Puput Dewi Arsita; Yulianingsih; Muhammad Rizky Fadillah; Maulidhiyah Faizah; Rafika Malinda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 2 No. 2 (2021): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.408 KB) | DOI: 10.35718/pikat.v2i2.405

Abstract

Kelurahan Telaga Sari merupakan salah satu kelurahan yang terdampak pandemi COVID-19. Salah satu wilayah di kelurahan ini adalah wilayah RT 26. RT 26 memiliki beberapa industri rumahan atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan berbagai macam produk jual. Selama ini, UMKM di wilayah RT 26 masih belum memaksimalkan pemanfaatan brand pada produknya. Perlu dilakukan tindakan untuk dapat mengembangkan hal ini. Branding menjadi sebuah pengembangan inovatif bagi UMKM dalam proses penjualan dan image produk. Branding dapat menjadi solusi atau metode penanganan yang tepat bagi UMKM yang ada di Kelurahan Telaga Sari Kota Balikpapan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait Perlunya Branding Produk dalam meningkatkan produk dan pengembangan UMKM. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Kegiatan dimulai dengan menjalin kemitraan, melakukan FGD, merumuskan konsep, hingga memberikan pelatihan. Bentuk pelatihan yang diberikan berupa pelatihan pembuatan logo, banner, dan feed instagram guna meningkatkan Branding produk yang dihasilkan oleh UMKM. Berdasarkan dari kegiatan yang telah dilakukan didapati pengaruh positif pada masyarakat yaitu produk yang dijual mudah dikenali berkat Branding dari produk yang telah dibuat.
DAS Ampal Analisa Fungsi dan Pengaruh Bangunan Pengendali Banjir DAS Ampal Kota Balikpapan Rossana Margaret Kadar Yanti; Edijatno Edijatno; Umboro Lasminto
SPECTA Journal of Technology Vol. 2 No. 3 (2018): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.979 KB) | DOI: 10.35718/specta.v2i3.10

Abstract

Ampal Catchment Area has 25.273 km2 area and 4.699 km main river length, which planned to have 13 flood control construction. Until 2017, this catchment area has only three flood control construction. The watershed has only three built-in batters that are used to reduce the amount of flood discharge flowing on the Ampal river. Based on these conditions, it is necessary to analyze the magnitude of the difference of flood peak discharge on the existing condition (three bendali) compared with the condition of the plan (thirteen bendali). Therefore, analyzed the function and influence of flood control construction in Ampal Catchment Area by counting the flood peak discharge in each condition. From the analysis result, obtained the amount of peak discharge flowing in Ampal river existing condition is equal to 170,40 m3/s while at the condition of plan is equal to 83,80 m3/s. From the results of analysis, it is stated that the magnitude of the decrease of debit (ΔQ) after all the builds is 86.60 m3/s.
Evaluasi Sistem Drainase Kawasan Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan (Studi Kasus: Fakultas MIPA) Rossana Margaret Kadar Yanti; Achmad Ghozali; Muhammad Alif Firdaus
SPECTA Journal of Technology Vol. 4 No. 3 (2020): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.109 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.226

Abstract

Pembangunan kawasan kampus Institut Teknologi Kalimantan mengakibatkan perubahan fungsi lahan dan meningkatkan nilai koefisien pengaliran (c). Kondisi ini berbanding lurus dengan peningkatan nilai debit limpasan (hidrologi). Berdasarkan kondisi ini, maka perlu dilakukan evaluasi terkait sistem drainase eksisting pada Fakultas MIPA ITK untuk mengetahui kapasitas saluran dalam mengalirkan debit limpasan (hidrologi) yang terjadi. Dalam penelian ini dilakukan analisis hidrologi untuk menghitung debit puncak pada Fakultas MIPA dengan menggunakan metode rasional dan analisis hidrolika untuk mengetahui kapasitas saluran eksisting dengan menggunakan metode manning. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara debit hidrologi dengan kapasitas saluran Fakultas MIPA. Hasil analisis didapatkan debit limpasan yang terjadi pada Fakultas MIPA memiliki nilai yang bervariasi antara 0,007 m3/detik hingga 0,300 m3/detik. Dalam sistem drainase Fakultas MIPA terdapat 7 saluran tersier, 8 saluran sekunder dan 2 saluran primer yang mengalami kelebihan kapasitas sehingga terjadi luapan. Debit luapan yang terjadi pada kawasan Fakultas MIPA bervariasi mulai dari 0,001 m3/detik hingga 0,163 m3/detik.
Dampak Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Peningkatan Debit Banjir Pada DAS Ampal Kota Balikpapan Rossana Margaret Kadar Yanti; Achmad Ghozali; Ajeng Nugrahaning Dewanti
REKA RUANG Vol 5 No 2 (2022): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v5i2.2344

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal merupakan salah satu wilayah sistem drainase yang berada di daerah terbangun yang relatif padat, dan memiliki arti penting dari aspek sosial ekonomi kota. DAS Ampal terletak di Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. DAS seluas 2.800,19 ha ini memiliki sungai sepanjang 4,69 km. Sistem Drainase Ampal atau Klandasan Besar terdiri dari saluran primer yang berupa alur sungai asli yang langsung bermuara ke laut. Pada musim penghujan, debit yang mengalir dari hulu sungai Ampal cukup besar dan sering melampaui kapasitas alir sungai, sehingga menyebabkan terjadinya luapan air ke lahan di kiri dan kanan sungai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak pembangunan atau penggunaan lahan untuk kawasan terbangun terhadap peningkatan debit banjir yang melimpas. Tahapan analisis dimulai dari analisis hujan periode ulang dengan menggunakan data hujan harian maksimum. Hasil analisis hujan periode ulang kemudian dilanjutkan dengan analisis penggunaan lahan untuk memperoleh nilai koefisien pengaliran (C) berdasarkan kondisi tutupan lahan DAS Ampal. Analisis penggunaan lahan dilakukan dalam dua kondisi yaitu eksisting tahun 2019 dan rencana penggunaan lahan sesuai RTRW 2011-2031 pada tahun 2032. Dari hasil analisis besarnya nilai koefisien pengaliran DAS Ampal, dilanjutkan dengan menganalisis besarnya debit banjir kondisi eksisting dan rencana akibat hujan yang membebani sungai Ampal. Diperoleh hasil yang membuktikan bahwa perubahan tata guna lahan yang terjadi di DAS Ampal berdampak pada peningkatan debit banjir yang mencapai 105% berbanding lurus dengan besarnya peningkatan koefisien pengaliran. Debit banjir maksimum dengan periode ulang 20 tahun yang mengalir pada DAS Ampal pada tahun 2032 mencapai 636,05 m3/det.