Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STUDI LOKASI OPTIMAL PENEMPATAN TCSC (THYRISTOR CONTROLLED SERIES CAPACITOR) BERDASARKAN INDEKS SENSITIVITAS Adlani Hasrun, Muh. Nazri; Lakoro, Iski; Nojeng, Syarifuddin; Sugianto; Amin, Muhammad
Jurnal LOGITECH Logika Technology Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/pwkfv774

Abstract

Kinerja saluran transmisi dalam menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban sangat penting untuk sistem tenaga listrik yang andal.  Jauhnya jarak antara keduanya menyebabkan masalah dalam pengoperasian sistem tenaga listrik, seperti rugi-rugi daya yang tinggi, profil tegangan yang lebih rendah, dan penurunan keandalan sistem. Pertumbuhan beban yang sangat pesat yang tidak mampu diimbangi dengan penambahan atau perbaikan sistem transmisi menyebabkan banyaknya masalah yang timbul dalam sistem transmisi seperti menurunnya profil tegangan, besarnya rugi-rugi transmisi dan menurunnya keandalan sistem.  Perangkat Thyristor Controlled Series Capacitor (TCSC), yang meningkatkan kapasitas transmisi dan stabilitas sistem tenaga, adalah solusi untuk masalah ini. Metode indeks sensitivitas digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan lokasi TCSC yang paling cocok untuk ditempatkan dalam sistem tenaga listrik.  Perangkat lunak MATLAB/PSAT digunakan untuk melakukan analisis pada sistem kelistrikan IEEE 30 Busbar untuk simulasi aliran daya sebelum dan sesudah pemasangan TCSC. Berdasarkan perhitungan indeks sensitivitas didapatkan saluran yang paling sensitif yaitu saluran dari Bus14 ke Bus15. Setelah pemasangan TCSC nilai tegangan paling tinggi dan nilai rugi-rugi daya reaktif yang paling rendah berada pada kompensasi 90%. Setelah pemasangan TCSC pada saluran Bus14 ke Bus15 efisiensi Kinerja sistem meningkat sebesar 1%.
STUDI ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI RECLOSER PATUNG JERUK DENGAN RECLOSER LIMBANGAN PADA WILAYAH KERJA PT PLN (PERSERO) ULP PANGKEP Saputra, Krisna Dian; Krisna Dian Saputra; Dion P, Galih; Nojeng, Syarifuddin; Naim, Muh. Yusan; Syarifuddin, Andi
Jurnal LOGITECH Logika Technology Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/36xqsk47

Abstract

Keandalan sistem distribusi listrik bergantung pada proteksi yang mampu mendeteksi dan mengisolasi gangguan secara cepat dan selektif. Recloser adalah perangkat proteksi penting yang berfungsi menangani gangguan secara otomatis pada jaringan distribusi. Untuk memastikan gangguan ditangani secara lokal tanpa memengaruhi sistem secara luas, diperlukan koordinasi proteksi yang baik antar recloser. Penelitian ini menganalisis koordinasi proteksi antara Recloser Patung Jeruk dan Recloser Limbangan di wilayah kerja PT. PLN (Persero) ULP Pangkep. Metode yang digunakan adalah perhitungan manual dan simulasi software DIgSILENT berdasarkan data teknis, seperti arus gangguan, arus pickup, dan waktu kerja rele. Evaluasi koordinasi dilakukan melalui kurva karakteristik waktu-arus (Time Current Characteristic/TCC) dengan acuan standar IEEE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan Overcurrent Relay (OCR) pada kedua recloser telah sesuai dan mampu memberikan proteksi yang selektif terhadap gangguan fasa-ke-fasa. Namun, pengaturan Ground Fault Relay (GFR) pada Recloser Limbangan belum optimal dan berpotensi mengganggu selektivitas proteksi. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian setting pada GFR Recloser Limbangan dengan menambahkan satu tahap proteksi menggunakan karakteristik Inverse Definite Minimum Time (IDMT) dan menaikkan arus trip instan. Hasil akhir terdiri dari tiga tahap: I₀ > 25 A (IEC SI, TMS = 0,1), I₀ >> 200 A (definite time, 250 ms), dan I₀ >>> 220 A (definite time, 0 ms). Penyesuaian ini dapat meningkatkan selektivitas proteksi dan keandalan sistem..   Kata kunci: koordinasi proteksi, recloser, DIgSILENT, OCR, GFR.
The Real Time Monitoring System and Early Detection of Unbalanced Load for the Three Phase Distribution Systems in Urban Areas Syarifuddin Nojeng; Arif Jaya; Reny Murniati
International Journal Of Electrical Engineering and Inteligent Computing Vol 1, No 1 (2023): International Journal of Electrical Engineering and Intelligent Computing
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/ijeeic.v1i1.5623

Abstract

This paper introduces a three-phase unbalanced load condition monitoring system in a power distribution network that can monitor and provide early warning. The distribution system is a component of the power system that must always be observed in maintaining the service of delivering electricity to customers. Currently, many technologies are applied to the distribution system that can ensure the operation of the distribution network, especially distribution transformers to determine real-time transformer conditions so that damage and power losses can be minimized, but do not provide early detection. Therefore, the role of information technology is currently one of the investments that must be made for all electric power supply operators in maintaining the performance of distribution transformers through early detection. In this study, the system developed based on Internet of Things (IoT) technology that was built consists of: embedded system devices that function to carry out measurements and transmit data, Web Service software that functions to receive data from sensor systems, and Arduino-based software using the Blynk Cloud application platform in presenting data and managing data through Android display devices (HP/Laptop). The Blynk is a compatible platform for applications on Mobile OS (iOS and Android) in controlling Arduino, Raspberry Pi, or ESP8266-based modules, as well as similar modules via the Internet (IoT). This system was built to provide an early warning function against network parameter anomalies such as overload, overvoltage, and unbalanced load. After getting the data, the system will perform calculations to obtain recommendations for system optimization in the form of balancing, maintenance, or load maneuver. Based on testing, the time needed to send and receive notifications on smartphone users via the blynk application ranges from 3-4 seconds. By setting a tolerance limit of 20%, when the load is severely unbalanced where the neutral current is almost equal to or greater than the phase current, the local indicator light will light up and the Android system will provide an unbalanced load indicator.