Student Centered Learning (SCL) saat ini diyakini oleh para peneliti dan para tenaga pengajar sebagai pendekatan pembelajaran yang tepat dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun demikian, apakah SCL cocok untuk semua mata pelajaran. Apakah SCL cocok untuk mata pelajaran Kajian Kitab Kuning? Apa tantangan yang dihadapi oleh para asatidz dan santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi ketika menjalankan SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam mengatasi tantangan dimaksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, ada dua jenis data yang akan digunakan yakni data observasional, dan data dokumen dan artefak. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah kajian leterasi, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis naratif, dan analisis konten. Berikut langkah-langkahnya: pengumpulan data, transkripsi data, reduksi data (pengkodean), identifikasi tema, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. SCL bisa digunakan pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning, walaupun masih terdapat beberapa tantangan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Pada saat ini penerapan SCL merupakan keniscayaan walaupun masih terdapat beberapa kendala. Dalam pelaksanaanya masih terdapat dua karakteristik SCL yang belum terpenuhi; Pertama. Kebebasan siswa untuk memilih dan menentukan tema yang akan dipelajari, termasuk cara penyampaiannya. Pada kenyataannya siswa masih belum bisa menentukan tema secara mandiri. Kedua. Tema bersifat optional, bukan keharusan, sehingga guru dan siswa tidak hanya terpaku pada materi yang ada, tapi dapat mengembangkannya secara kreatif. Pada kenyataannya tema masih ditentukan oleh guru (sekolah). Kedua masalah ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi pihak guru dan sekolah.