Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Metode Weighted Product (WP), Weighted Sum Model (WSM) Dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT) Dalam Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Tenaga Kerja Indri Fajarwati; Novi Sofia Fitriasari; Herbert Siregar
JATIKOM: Jurnal Aplikasi dan Teori Ilmu Komputer Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jatikom.v1i1.25144

Abstract

Salah satu cara yang digunakan untuk memperoleh tenaga kerja yang berkualitas adalah melakukan penerimaan calon tenaga kerja. Penerimaan calon tenaga kerja merupakan sebuah tahap dimana suatu perusahaan harus melakukan proses perekrutan tenaga kerja yang memenuhi penilaian masing-masing kriteria dan kebutuhan unit kerja pada perusahaan. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diharapkan dapat mempermudah bagi suatu perusahaaan dalam melakukan perekrutan calon tenaga kerja dengan hasil yang lebih cepat dan efektif dari segi waktu. Dengan SPK hasil yang diperoleh dapat dipertanggung-jawabkan serta dapat diterapkan dengan cara menggunakan alat bantu komputer, sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan. Banyak metode yang digunakan untuk SPK dalam menentukan perangkingan pada penerimaan tenaga kerja, misalnya metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penelitian ini mengimplementasikan metode WP, metode WSM dan metode MAUT kemudian dibandingkan dengan hasil perangkingan manual oleh perusahaan “X”. Hasil perbandingan dari penelitian ini ditinjau dari beberapa segi. Dari segi akurasi dan error, metode MAUT memiliki akurasi yang paling besar dan error paling kecil dibandingkan dengan metode WSM dan WP. Dari segi kecepatan compile, metode WSM memerlukan sedikit waktu dibandingkan dengan metode MAUT dan WP. Dari segi kompleksitas algoritma, metode WP, WSM dan MAUT memiliki kompleksitas 5.
Systematic Literature Review: Perbandingan Kinerja Algoritma Penjadwalan CPU FCFS, SJF, Round Robin, dan Priority Abdurrahman Al Ghifari; Herbert Siregar
Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juisik.v5i2.1404

Abstract

 Efficient CPU scheduling is essential to reduce waiting time, turnaround time, and maximize throughput. This study conducts a Systematic Literature Review (SLR) to compare FCFS, SJF, RR, and Priority Scheduling based on these metrics (RQ1), and to examine trade-offs between fairness and efficiency across different workload contexts (RQ2). Using the PRISMA method, 7 articles from 2015–2025 were selected from Scopus. Data were synthesized on scheduling performance, and VOSviewer was used for bibliometric mapping. Results show SJF excels in batch environments with lowest waiting (≈15 ms) and turnaround times (≈30 ms). Adaptive RR variants provide high throughput (up to 1200 jobs/s) and low latency in real-time, at a cost of increased context-switch overhead (5–12%). FCFS, although simple, results in high delays. Hybrid algorithms offer a balance between fairness and performance. Bibliometric analysis confirmed dominant research clusters on SJF and RR adaptations.
Pembangunan Website Pemesanan Transportasi Pengiriman Barang Berbasis User Experience Menggunakan Metode Lean UX Alif Faturahman Firdaus; Herbert Siregar; Rosa Ariani Sukamto; Rasim
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Informasi (JUKTISI) Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i2.555

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat di era digital telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, terutama dalam dunia bisnis dan industri. Teknologi informasi kini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan yang mendukung efisiensi, inovasi, dan daya saing. Dalam bisnis modern, pemanfaatan teknologi informasi sangat berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Namun, banyak perusahaan di sektor jasa pengiriman barang masih mengandalkan metode tradisional, seperti telepon dan pesan singkat, yang memiliki keterbatasan, seperti jam operasional terbatas dan potensi miskomunikasi. Pelanggan juga kesulitan dalam mengakses status dan riwayat pemesanan secara langsung, yang mengharuskan mereka menghubungi perusahaan secara manual. Sebagai solusi, dikembangkan sistem pemesanan berbasis web yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan, melacak pengiriman barang, dan melihat riwayat transaksi pemesanan. Pendekatan Lean UX diterapkan untuk memastikan produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pendekatan ini menekankan pembuatan Minimum Viable Product (MVP), yaitu produk dengan fitur dasar yang cukup untuk mengumpulkan feedback. Dengan menggunakan Lean UX, pengembang dapat menguji dan mengoptimalkan desain serta fitur secara cepat terhadap kebutuhan pengguna. Selain itu, evaluasi kualitas user experience dilakukan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil pengujian terhadap 30 responden menunjukkan skor rata-rata SUS sebesar 82,83 yang termasuk kategori Excellent, menandakan sistem memiliki tingkat usability yang tinggi dan mudah digunakan. Sementara itu, hasil UEQ pada enam skala utama menunjukkan persepsi positif pengguna dengan sebagian besar skor mendekati +2, mencerminkan user experience yang sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem yang dikembangkan tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan dan mudah digunakan