Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Repesentasi Semiotika Novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman Elshirazy sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA (Kajian Semiotika Roland Barthes) Witya Fitriah; Muhammad Rapi Tang; Anshari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk merepresentasikan tanda dalam novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman Elshirazy (Kajian Semiotika Roland Barthes) (2) Untuk merepresentasikan sebuah novel sastra sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA dengan kompetensi dasar yang ada di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini beupa tanda yang berwujud kode-kode semiotika kajian Roland Barthes dalam novel yang dianalisis secara kritis dan dikelompokkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik pustaka, teknik baca simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa representasi tanda dalam Novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman Elshirazy dengan Kajian Semiotika Roland Barthes, di antaranya: kode hermeneutik (kode teka-teki); (2) Representasi tanda kode semik (makna konotatif; (3) Representasi tanda kode simbolik; (4) Representasi tanda kode proaretik (logika tindakan); (5) Representasi tanda kode gnomik (kode kultural). Penelitian ini juga digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI Kompetensi Dasar 3.11 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan Kompetensi Dasar 4.11 Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.
Analisis Gender dalam Novel Geni Jora dan Kartini Karya Abidah El Khalieqy: Kajian Kritik Sastra Feminisme Rusna Windasari; Anshari; Kembong Daeng
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2687

Abstract

Analisis Gender dalam Novel Geni Jora dan Kartini Karya Abidah El Khalieqy: Kajian Kritik Sastra Feminisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tokoh perempuan dan bentuk-bentuk diskriminasi gender terhadap perempuan dalam novel Geni Jora dan Kartini karya Abidah El Khalieqy. Fokus penelitian ini yaitu peran tokoh perempuan dalam sektor domestik, peran tokoh perempuan dalam sektor publik, bentuk diskriminasi gender terhadap perempuan yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja dengan data berupa kutipan kalimat, ungkapan, dialog maupun perilaku dan perbuatan tokoh serta apa yang dialami oleh tokoh perempuan. Sumber data dari penelitian ini ialah novel Geni Jora dan novel Kartini karya Abidah El Khalieqy. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik baca, teknik catat, dan kartu data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tokoh perempuan dalam novel Geni Jora dan Kartini yaitu peran tokoh perempuan dalam sektor domestik dan perempuan tokoh perempuan dalam sektor publik; bentuk-bentuk diskriminasi gender dalam novel Geni Jora dan Kartini yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotipe, dan kekerasan. Kata kunci: Peran Perempuan, Diskriminasi Gender, Novel, Feminisme.
PKM Pelatihan Bermain Drama Bagi Siswa SMA Negeri 3 Majene Kabupeten Majene Anshari; Kembong Daeng; Abdul Rahim
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v1i2.102

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pelatihan bermain drama bagi siswa ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Majene, Kabuaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Mitra kegiatan ini adalah Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam bermain drama dengan cara memberikan pelatihan bermain drama kepada siswa agar memiliki pengetahuan tentang bermain drama, baik itu teori bermain drama maupun teknik bermain drama. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMA Negeri 3 Kabupaten Majene. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan materi bermain drama dan praktik bermain drama yang disampaikan oleh tim PKM dan praktisi. Materi pelatihan yang diberikan adalah terkait motivasi bermain drama, teknik bermain drama, peran dan fungsi dalam bermain drama, serta praktik bermain drama. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini adalah kepercayaan diri para peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga sudah mengetehaui teknik dasar dalam bermain drama, serta mampu melakukan pementasan dalam skala kecil.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI KAHOT! TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PENYAJIAN BERITA SISWA Alya Revalina Achmad; Anshari; Muhammad Saleh
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11843

Abstract

This study aims to describe the effect of using the Kahoot! application on speaking skills in news presentation among students in class XI.7 at SMA Negeri 3 Makassar. The type of research used was quantitative research with a One Group Pretest-Posttest design. The data collection technique was carried out through a speaking skills test divided into a pretest and posttest. The population of this study was all students of class XI.7 of SMA Negeri 3 Makassar, while the research sample was 36 students of class XI.7, determined using the total sampling technique. Data analysis was performed using descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that students' speaking skills in news presentation before the implementation of the Kahoot! application were very poor, with a pretest average score of 47.74, which was in the range of 0–49. After the implementation of the Kahoot! application, the students' speaking skills improved significantly and were categorized as good, with a posttest average score of 74.35, which falls within the range of 70–84. Based on the results of the paired sample t-test using SPSS, a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 was obtained, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant effect of the Kahoot! application on speaking skills in news presentation among students in class XI.7 at SMA Negeri 3 Makassar.
NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Nurmaya Sari; Anshari; Usman
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/530jhg37

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi yang dianalisis dengan cara pandang teori Semiotika Charles Sanders Peirce. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data yang dimaksud tersebut berupa kata, frasa, atau klausa yang mengandung ikon, indeks, dan simbol dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Fokus dalam penelitian ini adalah analisis novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini dengan menggunakan kajian semiotika melalui deskripsi makna ikon, indeks, dan simbol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data yang akan dilakukan pada penelitian ini mengikuti tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi data. Hasil pada penelitian ini ditemukan bentuk ikon, indeks, dan simbol pada novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Pertama, bentuk ikon ditemukan tokoh Luh Sekar sebagai ikon perempuan ambisius, tokoh Telaga sebagai ikon perempuan keras, dan tokoh Sagra sebagai ikon perempuan yang tegas. Kedua, bentuk indeks ditemukan indeks penderitaan tokoh Luh Sekar dan indeks malangnya nasib tokoh Telaga. Ketiga, Simbol yang ditemukan dari penelitian ini adalah simbol budaya Bali.
REPRESENTASI MAKNA DAN NILAI KARAKTER PADA MAJAS DALAM LIRIK LAGU JKT48: Representation of Meaning and Character Values in Metaphors in Jkt48 Songs Melinda Kusuma Wardani Djapur; Anshari; Tuti Wijayanti
Journal of Applied Linguistics and Literature Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Applied Linguistics and Literature
Publisher : Study Program of Indonesian Language Education, Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/gtfxv909

Abstract

This study, entitled ‘Representations of Meaning and Character Values in Figurative Language within JKT48 Song Lyrics’, is a descriptive qualitative study which aims to (1) describe the representations of meaning and character values in figurative language within JKT48 song lyrics, and (2) describe the representations of character values in figurative language within JKT48 song lyrics. The results of this study indicate that the representations of meaning in the figures of speech within the lyrics of JKT48 songs titled ‘Buah Masa Depan’, ‘Bunga Matahari’, ‘Apakah Kau Melihat Mentari Senja?’, and ‘Matahari Milikku’ include optimism, facing doubt, self-reliance, openness to feelings, mutual support, mutual respect, and loyalty in supporting friends. Furthermore, the character values represented by figures of speech in JKT48 song lyrics include hard work, honesty, independence, social awareness, friendliness/communication, love of peace, tolerance, and responsibility. The figures of speech that contribute to representing the meaning and character values throughout the lyrics of JKT48’s songs are metaphor, personification, depersonification, synecdoche, simile, hyperbole, paradox, hyperbole, interminus contradiction, oxymoron, parallelism, anticlimax, rhetoric, tautology, polysyndeton, and pleonasm