Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUWISATA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS LITERASI DI DESA CAMPAGAYA KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN Sakaria Sakaria; Asia M.; Abdul Haliq; Tuti Wijayanti
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.43856

Abstract

Abstract — Potensi wisata buatan yang dimiliki Desa Campagaya menjadi salah satu pertimbangan untuk menjadikan desa mitra pada program kegiatan desa wisata edukatif. Kegiatan desa wisata edukatif merupakan suatu bentuk kegiatan pembelajaran dengan cara memberikan pengalaman mengajar bagi mahasiswa kepada siswa di tengah masyarakat di luar sekolah dengan  memngkobinasikan model pembelajaran unggulan LPTK. Kegiatan eduwisata terintegrasi pembelajaran berbasis hots literasi bertempat di Desa Campagaya Kecamatan Galesong  Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Kegiatan desa wisata edukatif dilakukan dengan cara memberikan pengalaman mengajar bagi mahasiswa kepada siswa di tengah masyarakat di luar sekolah yang berorientasi pada Hots Literasi. Kegiatan eduwisata terintegrasi pembelajaran berbasis hots literasi di Desa Campagaya Kecamatan Galesong  Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan telah sukses dilaksanakan. Dengan adanya lokasi lahan induk lokasi desa wisata di Desa Campagaya dapat dijadikan  pusat kegiatan wisata dan media eduaksi luar ruangan bagi siswa.Kata kunci: eduwisata, pembelajaran, hots literasi
Penggunaan Diksi Khususnya Pronomina Persona dalam Kegiatan Berbicara Siswa MAN 2 Kota Makassar Tuti Wijayanti
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the use of diction, especially our first plural personal pronouns in the speaking activities of students of MAN 2 Makassar City. The purpose of this study is to describe and interpret the use of diction, especially the first plural personal pronouns for students of MAN 2 Makassar City in speaking activities seen from social factors. This type of research is ex-post facto research. Based on the problems discussed, the type of data collected in this research is qualitative data. The results of the research show that in constructing sentences, our first plural plural personal pronouns are used very high. In each student's utterances, the word kita appears frequently. Only in relation to ethnicity, the plural personal pronoun we dominates in Bugis and Makassarese ethnicity with different meanings.
Peningkatan Keterampilan Berbicara melalui Pendekatan Proses Siswa SMA Negeri 16 Bone Muh. Safar; Ihramsari Akidah; Andi Srimularahamah; Tuti Wijayanti
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3667

Abstract

This study aims to describe speaking skills through a process approach for class X students of SMA Negeri 16 Bone. The type of research used is classroom action research. While the approach used in this research is descriptive qualitative. This research consists of two cycles. Each cycle consists of two meetings. The research subjects were class X students of SMA Negeri 16 Bone, totaling 36 students consisting of 16 boys and 20 girls. The research focus of class X students on speaking skills with a process approach. Data collection techniques using observation techniques, tests and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The results showed that the value of the speaking skills of class X students of SMA Negeri 16 Bone with the process approach increased from cycle 1 to cycle 2. This research proved that the use of the process approach in teaching speaking could improve the speaking skills of students of class X SMA Negeri 16 Bone.
Pelatihan Menulis Teks Persuasi Bertema Kewirausahaan Bagi Mahasiswa Nurhusna; Abdul Haliq; Tuti Wijayanti; Baharman
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v1i2.103

Abstract

Salah satu profil lulusan jenjang sarjana (S-1) dalam capaian pembelajaran dan standar nasional Pendidikan Bahasa Indonesia adalah menjadi wirausahawan pemula bidang bahasa, sastra, dan pendidikan. Mahasiswa diharapkan mampu merintis wirausaha untuk meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja dalam bidang bahasa, sastra, dan Pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengembangkan kemahiran dan keterampilan menulis teks persuasi bertema kewirausahaan bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pelatihan ini dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pendekatan yang digunakan berupa pelatihan dan lokakarya. Metode yang diterapkan yaitu metode ceramah dalam penyampaian materi, demonstrasi, dan praktikum. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa mahasiswa sangat antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Hal ini dibuktikan dari keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pelatihan menulis teks persuasi bertema kewirausahaan. Selain itu, keterampilan mahasiswa menulis teks persuasi bertema kewirausahaan menunjukkan perkembangan yang signifikan yang terlihat dari luaran kegiatan berupa produk tulisan teks persuasi mahasiswa yang dibuat secara kreatif dan inovatif.
POLA TUTURAN DALAM DIALOG PADA WEB DRAMA KOREA MELMOMANCE SEASON 1, 2, DAN 3 : SPEECH PATTERNS IN DIALOGUES IN THE KOREAN WEB DRAMA MELMOMANCE SEASONS 1, 2, AND 3 Astrid Ananda; Usman; Tuti Wijayanti
Journal of Applied Linguistics and Literature Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Applied Linguistics and Literature
Publisher : Study Program of Indonesian Language Education, Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/7bbqeg74

Abstract

This study is a qualitative descriptive study aimed at describing the patterns and functions of speech in the dialogues of the Korean web drama Melmomance, seasons 1, 2 and 3. The data in this study consist of vocabulary, phrases and sentences found in the dialogues of the Korean web drama Melmomance, seasons 1, 2 and 3. The data sources that form the subject of this study are the characters or participants in the dialogue of the Korean web drama Melmomance, seasons 1, 2, and 3. Data collection was carried out using the non-participatory observation technique. The results of this study show that there are eight speech pattern forms in the dialogues of the Korean web drama Melmomance, seasons 1, 2, and 3, namely: Greeting-greeting patterns; Call-response patterns; Information request-information provision patterns; Complaint-acknowledgement patterns; Request-permission patterns; Offer-acceptance patterns; Offer-rejection patterns; and; Question-answer patterns. Furthermore, the functions of these speech patterns in the dialogues of the Korean web drama Melmomance, seasons 1, 2, and 3, comprise five functions: Efficiency; Politeness; Awareness; Openness function, and; Cohesion function
REPRESENTASI MAKNA DAN NILAI KARAKTER PADA MAJAS DALAM LIRIK LAGU JKT48: Representation of Meaning and Character Values in Metaphors in Jkt48 Songs Melinda Kusuma Wardani Djapur; Anshari; Tuti Wijayanti
Journal of Applied Linguistics and Literature Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Applied Linguistics and Literature
Publisher : Study Program of Indonesian Language Education, Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/gtfxv909

Abstract

This study, entitled ‘Representations of Meaning and Character Values in Figurative Language within JKT48 Song Lyrics’, is a descriptive qualitative study which aims to (1) describe the representations of meaning and character values in figurative language within JKT48 song lyrics, and (2) describe the representations of character values in figurative language within JKT48 song lyrics. The results of this study indicate that the representations of meaning in the figures of speech within the lyrics of JKT48 songs titled ‘Buah Masa Depan’, ‘Bunga Matahari’, ‘Apakah Kau Melihat Mentari Senja?’, and ‘Matahari Milikku’ include optimism, facing doubt, self-reliance, openness to feelings, mutual support, mutual respect, and loyalty in supporting friends. Furthermore, the character values represented by figures of speech in JKT48 song lyrics include hard work, honesty, independence, social awareness, friendliness/communication, love of peace, tolerance, and responsibility. The figures of speech that contribute to representing the meaning and character values throughout the lyrics of JKT48’s songs are metaphor, personification, depersonification, synecdoche, simile, hyperbole, paradox, hyperbole, interminus contradiction, oxymoron, parallelism, anticlimax, rhetoric, tautology, polysyndeton, and pleonasm
EFEKTIVITAS PjBL DAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ESAI AKADEMIK Abdul Haliq; Tuti Wijayanti; Akhiruddin Akhiruddin
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.83017

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of the PjBL model and Digital-Based Collaborative Learning on students' academic essay writing skills. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control-group design. The sample consisted of 75 Indonesian Language and Literature Education students divided into three groups: PjBL, digital collaboration, and control. Data were analyzed using ANCOVA and Bonferroni Post Hoc Tests. The results showed that both experimental models were significantly more effective than conventional learning (p<0.01; η²p=0.621). The digital collaborative group obtained the highest N-gain (0.76), followed by the PjBL (0.71) and control groups (0.43). However, the difference between the two experimental models was not statistically significant (p=0.214). Digital-based collaborative learning excelled in motivation and writing organization, whereas PjBL excelled in depth of analysis. This study recommends the integration of both models as a pedagogical innovation for academic essay writing in the digital age.
Improving Journalistic Literacy Through Mading Training At State Middle School 24 Makassar Tuti Wijayanti; Fadilah Neyarasmi; Nur Anita Syamsi Safitri; Muhammad Ihlasul Amal; Dedi Risaldi
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 1 (April 2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v4i1.1073

Abstract

This community service program aimed to improve students’ journalistic literacy through wall magazine training at SMP Negeri 24 Makassar. The program employed a participatory approach with a practice-based learning model (learning by doing). The participants consisted of 65 people, including 50 student council members, 5 teacher supervisors, and 10 student teachers from the teaching practice program. The activities were carried out through several stages: preparation, training, mentoring, and evaluation. The training materials covered the basics of journalism, techniques for writing simple news reports and articles, editing, and wall magazine design. The results showed an improvement in students’ understanding of journalistic concepts, their ability to write simple journalistic works, creativity in presenting information, and participation and teamwork in groups. Based on the evaluation, 85% of students were able to write simple news reports using the 5W+1H elements, 80% were able to write articles systematically, and the average score of the wall magazine products reached 84, which was categorized as good. Thus, wall magazine training proved to be effective as a contextual learning medium for improving students’ journalistic literacy and strengthening the literacy culture in the school environment
EMOJI SEBAGAI PENGGANTI UNSUR SINTAKSIS DALAM KOMUNIKASI DIGITAL: KAJIAN STRUKTUR DAN FUNGSI PADA MEDIA SOSIAL: EMOJI AS A SUBSTITUTE FOR SYNTAXIC ELEMENTS IN DIGITAL COMMUNICATION: A STUDY OF STRUCTURE AND FUNCTION ON SOCIAL MEDIA Shafariana; Johar Amir; Ambo Dalle; Tuti Wijayanti; Abdul Haliq
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5236

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong penggunaan emoji tidak hanya sebagai penanda emosi, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan makna dalam interaksi media sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan emoji sebagai pengganti unsur sintaksis dalam komunikasi digital berbahasa Indonesia, mengidentifikasi jenis unsur sintaksis yang dapat digantikan oleh emoji, serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam membangun makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan rancangan analisis isi. Data berupa komentar, unggahan, dan tuturan digital yang mengandung emoji pada platform Instagram, TikTok, X, dan WhatsApp. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode simak-catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penanda emosi. Emoji ditemukan berfungsi sebagai pengganti tuturan verbal utuh, pengganti nomina, pengganti predikat, serta pengganti frasa atau klausa. Selain itu, emoji juga berfungsi sebagai penanda nada ujaran yang membantu pembaca memahami sikap, maksud, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa emoji telah mengalami perluasan fungsi dari simbol visual dan afektif menjadi sumber daya semiotik yang memiliki peran sintaktis dan pragmatis dalam komunikasi digital. Penelitian ini memperlihatkan bahwa batas antara bahasa verbal dan simbol visual semakin kabur seiring berkembangnya praktik komunikasi multimodal di media sosial. Dengan demikian, emoji dapat dipahami sebagai bagian dari sistem komunikasi digital yang berkontribusi dalam pembentukan struktur dan makna bahasa kontemporer.
SINTAKSIS DALAM BAHASA INDONESIA BERSPEKTIF GENDER: KAJIAN PADA NARASI FILM INDONESIA KONTEMPORER Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri; Tuti Wijayanti
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84576

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran konstruksi sintaksis dalam merepresentasikan dan menegosiasikan ideologi gender dalam dialog film Indonesia kontemporer. Berbeda dari kajian sebelumnya yang berfokus pada aspek leksikal, tematik, dan naratif, penelitian ini menempatkan sintaksis sebagai unit analisis utama untuk memahami relasi kuasa dan posisi gender pada tataran mikro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis berbasis gender. Data berupa dialog dari lima film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi pola sintaksis, meliputi kalimat aktif, pasif, imperatif, serta variasi negatif dan interogatif. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi sintaksis membentuk pola sistematis dalam representasi gender. Kalimat aktif mendominasi dan menempatkan perempuan sebagai agen, meskipun sering bersifat terbatas. Kalimat pasif mengaburkan agen dan merepresentasikan subordinasi, sedangkan kalimat imperatif mencerminkan relasi kuasa yang dominatif maupun negosiatif. Secara lintas film, ditemukan tiga tipologi representasi: progresif, konservatif, dan ambivalen, yang menunjukkan kompleksitas konteks. Temuan ini menegaskan sintaksis sebagai perangkat ideologis sekaligus menunjukkan pergeseran menuju pendekatan kontekstual dan dialektis.