Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi 5 Aspek Hidup Menggereja untuk Menumbuhkan Kesadaran dan Keterlibatan Aktif Mahasiswa Katolik di Kota Pontianak Ona Sastri Lumban Tobing; Florentina Dwi Astuti; Exnasia Retno Palupi Handayani
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1079

Abstract

Pembinaan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Panca Tugas Gereja yang disebut juga dengan istilah aspek hidup menggereja untuk menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif mahasiswa Katolik di Kota Pontianak. Peningkatan keterlibatan mahasiswa Katolik melalui penguatan apek hidup menggereja menjadi penting karena pengungkapan dan perwujudan iman itu sendiri tidak hanya melibatkan pengetahuan yang baik (moral knowing), tetapi juga merasakan dengan baik atau loving good (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action) melalui aspek hidup menggereja. Dalam konteks keterlibatan hidup menggereja, penguatan nilai-nilai hidup menggereja perlu dilakukan secara holistik sampai implementasi dalam hidup sehari-hari. Metode yang digunakan adalah katekese dengan model Shared Christian Praxis (SCP) yang dikembangkan oleh Thomas Groome kepada para mahasiswa Katolik di Kota Pontianak. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan partisipatif untuk mengintegrasikan aspek-aspek hidup menggereja dalam hidup sehari-hari dimana ia berada. Keberhasilan pembinaan ini menunjukkan bahwa integrasi peningkatan kemampuan mahasiswa Katolik terhadap penguatan aspek-aspek hidup menggereja dapat menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif, spiritualitas atau relasi rohani yang baik, hubungan yang positif antara mahasiswa dengan lingkup paroki, dan orangtua serta umat di lingkungan kampus, lingkungan sekitarnya, serta terintegrasi pula dengan nilai-nilai karakter dalam dan kehidupan sehari-hari.
Pelatihan E Modul Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Kepada Peserta Didik Kelas VII Di SMP Negeri 10 Pontianak Tobing, Ona Sastri Lumban; Florentina Dwi Astuti; Handayani, Exnasia Retno Palupi; Meman, Oktavianey Gasperius Hamahena
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i4.1170

Abstract

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya mengoptimalkan peran guru Pendidikan Agama katolik dan Budi Pekerti dalam mendesain e modul pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dan terlibat. Keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti melalui pemanfaatan e modul  sebagai salah satu pilihan sumber belajar dapat semakin meningkat yang dapat diakses kapan dan saat dimana pun. Pelatihan ini diberikan kepada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 10, dengan mendesai perangkat pengajaran yang menarik dan dapat mengajarkan kepada peserta didik. Pelatihan ini berfokus pada desain dan penggunaan e modul dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Berdasarkan pra observasi di Sekolah Menengah Pertama, proses pembelajaran berpusat kepada guru menggunakan buku pegangan dan peserta didik hanya menggunakan LKS. Lokasi pelaksanan pelatihan pada SMP Negeri 10 Kota Pontianak dengan sampel peserta didik sebanyak 30 orang. Demonstrasi yang dilakukan dalam pelatihan ini dengan memperagakan secara langsung materi pembelajaran yang sudah didesain dalam e modul  pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta didik antusias dan terlibat aktif mempelajari materi dengan sebaran angket respon menunjukkan indikasi kebermanfaatan, kemudahan, kepuasan dan interaktif yang diharapkan dapat memberikan peningkatan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran.
Manghobasi dalam Batak Toba sebagai Ekspresi Kasih dan Persekutuan dalam Gereja Katolik: Studi Fenomenologis Ona Sastri Lumban Tobing; Exnasia Retno Palupi Handayani; Florentina Dwi Astuti; Oktavianey Gasperius Patana Hamahena Meman
Borneo Review Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/0gev5756

Abstract

The manghobasi tradition in Batak Toba culture represents a form of communal solidarity and mutual assistance deeply rooted in social life. Within the context of Batak Toba Catholic communities, manghobasi is not merely a social act but also an expression of love and ecclesial communion grounded in the teachings of Christ. This study aims to explore the meaning of manghobasi among Batak Toba Catholics and to identify the theological values embodied in this practice. The research employs a qualitative phenomenological approach, focusing on the lived experiences of Catholic believers who practice manghobasi. Data were collected through in-depth interviews and Questionnaire, then analyzed using data reduction, meaning categorization, and thematic description. The findings reveal that manghobasi encompasses three essential meanings: (1) as a manifestation of God’s love through selfless service to others; (2) as an expression of ecclesial communion, strengthening solidarity and togetherness within the community; and (3) as a form of inculturated Catholic faith in Batak Toba culture, where Gospel values are embodied in local tradition. Thus, manghobasi bridges faith and culture, serving as a pastoral inspiration for the Church to nurture love and solidarity among the faithful.
Eklesiologi Gereja Lokal: Studi Deskriptif tentang Kesadaran Identitas sebagai Gereja pada Mahasiswa Teologi Semester 3 di STAKat Negeri Pontianak Ona Sastri Lumban Tobing; Exnasia Retno Palupi Handayani; Florentina Dwi Astuti; Oktavianey Gasperius Patana Hamahena Meman
Borneo Review Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/nxgvvc63

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kesadaran identitas sebagai Gereja pada mahasiswa Teologi semester 3 di STAKat Negeri Pontianak dalam perspektif eklesiologi Gereja lokal. Kesadaran identitas sebagai Gereja dipahami sebagai penghayatan diri sebagai umat Allah yang hidup, berkomunio, dan diutus dalam konteks konkrit komunitas pendidikan tinggi teologi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan metode kuantitatif sederhana yang didukung data kualitatif, melalui penyebaran angket tertutup dan terbuka kepada mahasiswa semester 3 serta wawancara terbatas untuk pendalaman pengalaman dan refleksi iman. Data dianalisis untuk melihat pola pemahaman, sikap, dan praktik konkrit yang mencerminkan kesadaran identitas sebagai Gereja, khususnya dalam dimensi communio, partisipasi, dan misi di lingkungan kampus dan paroki. Hasil penelitian menunjukkan dari 17 mahasiswa, 65% menunjukkan kesadaran identitas sebagai umat Allah pada tingkat sedang tinggi (35% tinggi, 30% sedang). Dimensi communio: 70% rutin terlibat dalam komunitas kampus/paroki, tetapi hanya 41% merasa keterlibatan itu memperkuat rasa menjadi Gereja. Dimensi partisipasi: 59% pernah memimpin atau terlibat pelayanan liturgi/pastoral; 41% mengeluhkan keterbatasan kesempatan partisipasi. Dimensi misi: 47% terlibat pelayanan/pengabdian masyarakat dalam setahun terakhir; 62% dari mereka melihatnya sebagai ekspresi identitas eklesial. Wawancara mendalam mengonfirmasi bahwa pengalaman spiritual pribadi, komunitas inklusif, dan praktik pastoral konkret memperkuat identitas eklesial; hambatan utama adalah integrasi kurikulum, pendampingan, dan beban akademik. Kesimpulan bahwa Formasi teologis dan aktivitas rohani di STAKat Negeri Pontianak membentuk kesadaran eklesial mayoritas mahasiswa, namun tingkatnya bervariasi. Perlu penguatan communio dan perluasan peluang partisipasi praktis melalui integrasi praktik pastoral dalam kurikulum dan peningkatan pendampingan rohani bagi mahasiswa Teologi.