Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos untuk mewujudkan lingkungan bersih di Dusun Klandungan Marno Marno; Imro’atul Hayyu Erfantinni; Roiyan One Febriani; Sidqi Aulia Rahman; Alfi Najmi Rahmania
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27065

Abstract

AbstrakSampah merupakan sisa-sisa dari kegiatan manusia yang tidak lagi memiliki nilai ekonomi atau kegunaan secara langsung. Tak bisa kita pungkiri bahwasanya kebanyakan sampah saat ini dihasilkan dari limbah rumah tangga. Apabila limbah rumah tangga ini tidak dikelola dengan baik, maka sampah tadi akan membusuk dan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Masalah ini sama seperti yang dialami oleh warga Dusun Klandungan Kota Malang. Padatnya penduduk Dusun Klandungan menjadikan produksi limbah organik rumah tangga di wilayah tersebut kian membludak. Masalah ini diperparah oleh tidak adanya pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Akibatnya lingkungan menjadi tercemar dan berbau tidak sedap. Salah satu solusi pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Melihat masalah seperti ini, perangkat Dusun Klandungan bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat qaryah thayyibah UIN Malang untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait bagaimana tata cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di Dusun Klandungan. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dan pemahaman warga Dusun Klandungan tentang bagaimana tata cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai alternatif solusi pemecahan masalah yang dialami warga Dusun Klandungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) dimana melibatkan secara aktif semua pihak yang terkait (stakeholder) dalam mengkaji tindakan yang sedang dilakukan, dimana pengalaman dari stakeholder sendiri sebagai persoalan dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh warga Dusun Klandungan, dimana hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah kesadaran diri warga Dusun Klandungan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat meningkat, selain itu sampah di TPA menjadi berkurang, dan hasil pupuk kompos yang diolah dijadikan sebagai kompos tanaman oleh warga Dusun Klandungan. Kata kunci: sampah organik; pupuk kompos; lingkungan bersih. AbstractWaste is a remnant of human activities that no longer has economic value or direct use. We cannot deny that most of the current waste is generated from household waste. If this household waste is not managed properly, the waste will rot and have a bad impact on the environment and society. This problem is the same as experienced by the residents of Klandungan Hamlet, Malang City. The dense population of Klandungan Hamlet has made the production of household organic waste in the area increasingly explosive. This problem is exacerbated by theabsence of waste management in the region. As a result, the environment becomes polluted and smells bad. One solution to solve this problem is to process organic waste into compost. Seeing problems like this, the Klandungan Hamlet apparatus collaborated with the qaryah thayyibah community service team of UIN Malang to carry out educational and socialization activities related to the procedures for processing organic waste into compost in Klandungan Hamlet. The purpose of holding this activity is to increase the insight and understanding of the residents of Klandungan Hamlet about how to process organic waste into compost as an alternative solution to solve problems experienced by the residents of Klandungan Hamlet. The method used in this service is the Participatory Action Research (PAR) method which actively involves all relevant parties (stakeholders) in reviewing the actions being taken, where the experience of the stakeholders themselves is a problem in order to make changes and improvements for the better. Participants in this activity are all residents of Klandungan Hamlet, where the results achieved from this activity are the self-awareness of Klandungan Hamlet residents to create a clean and healthy environment increases, besides that waste in the landfill is reduced, and the results of compost fertilizer processed are used as plant compost by the residents of Klandungan Hamlet. Keywords: organic waste; compost; clean environment.
Manajemen Strategi Kepala Madrasah Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Madrasah Diniyah (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Mardliyah Tambakberas Jombang) Fitriyana Pratama; Marno Marno; Ahmad Barizi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4865

Abstract

Madrasa principals play a crucial role in ensuring the effective implementation of educational programs, particularly in diniyah madrasa settings. Effective strategic management is therefore essential to achieve curriculum goals. This study aims to analyze the strategic management of the madrasa principal in implementing the diniyah madrasa curriculum at Al-Mardliyah Islamic Boarding School, Tambakberas Jombang. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The results show that curriculum implementation is conducted systematically through three main stages: planning, implementation, and evaluation. Planning is carried out participatively with curriculum innovations based on students’ ability levels. Implementation is conducted adaptively by integrating traditional pesantren methods with contextual learning approaches. Evaluation is conducted continuously through monitoring and reflection for ongoing improvement. The study concludes that the madrasa principal has a strategic role as a leader who directs and drives curriculum implementation, although challenges such as limited human resources, facilities, and funding remain.