Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Kinerja Lingkungan, Konsentrasi Kepemilikan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon pada Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Batu Bara di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023 Cindy Cindy Pratiwi; Agus Sutardjo; Yuli Ardiany
Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2026): Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi (Juli 2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/epja.v4i3.1475

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana prestasi perusahaan dalam menjaga lingkungan, seberapa besar kekuasaan pemilik saham, dan seberapa besar skala bisnis perusahaan dapat memengaruhi informasi tentang emisi CO2 yang diumumkan oleh perusahaan-perusahaan sumber batu bara yang terdaftar dialam pasar modal nasional selama periode 2019 hingga 2023. Riset ini memakai metode kuantitatif, dengan proses pengambilan contoh yang telah ditentukan sebelumnya. Hasilnya, didapatkan tujuh perusahaan dengan jumlah total 35 pengamatan data panel.Performa perusahaan terkait lingkungan hidup dinilai melalui sistem PROPER. Struktur kepemilikan diukur berdasarkan besarnya bagian saham yang dimiliki. Skala bisnis perusahaan dinilai menggunakan logaritma natural dari keseluruhan aset yang dimiliki. Publikasi informasi mengenai emisi CO2 dievaluasi mengandalkan indeks yang mencakup 18 poin informasi yang diungkapkan. Analisis data dilaksanakan lewat metode regresi linier berganda setelah validasi prasyarat-prasyarat dasar terpenuhi. Hasil studi memperlihatkan bahwa mutu pengelolaan lingkungan hidup memiliki dampak yang baik dan cukup besar terhadap penyampaian informasi terkait buangan karbon dioksida. Sementara itu, tingkat kepemilikan saham oleh beberapa pihak dan besarnya perusahaan tidak terlalu berpengaruh.Walaupun begitu, ketiga variabel bebas itu secara meyakinkan memengaruhi seberapa banyak informasi tentang emisi CO2 yang diungkapkan, dengan sumbangan sebesar 30,8 persen.Temuan ini memperkuat dugaan bahwa organisasi yang sangat peduli terhadap lingkungan hidup biasanya lebih terbuka dalam menyampaikan informasi tentang polusi karbon yang mereka hasilkan demi mendapatkan pengakuan dari masyarakat, meskipun bentuk kepemilikan perusahaan dan jumlah aset yang dimiliki tidak terlalu berpengaruh
Pengaruh Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2023 Chintia Sari; Desi Ilona; Yuli Ardiany
Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2026): Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi (Juli 2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/epja.v4i3.1478

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh corporate governance dan kemampuan manajerial terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia di BEI periode 2021–2023. Metode purposive sampling digunakan dalam pemilihan sampel. Hasil menunjukkan bahwa corporate governance tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara kemampuan manajerial berpengaruh signifikan. Secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan, tetapi profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas manajemen lebih menentukan peningkatan nilai perusahaan dibandingkan praktik tata kelola yang bersifat administratif
Pengaruh Good Coorporate Governance Terhadap Penyusunan Laporan Keuangan PT. Semen Padang Muthiya Muthiya; Agussalim M; Yuli Ardiany
Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi (Januari 2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/epja.v4i1.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Coorporate Governance terhadap penyusunan laporan keuangan pada PT. Semen Padang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini yaitu dengan menggunakan riset lapangan dan riset pustaka. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Variabel Good Coorporate Governance berpengaruh signifikan terhadap Penyusunan Laporan Keuangan PT. Semen Padang, 2) Dari hasil analisa determinasi ditemukan bahwa variabel Good Coorporate Governance memiliki pengaruh sebesar 91,9% terhadap Penyusunan Laporan Keuangan PT. Semen Padang.
Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Dan Akuntansi Pertanggungjawaban Terhadap Kinerja Manajerial Di Satuan Kerja Kementerian Perindustrian Padang Prasemiati Ningsih; Rina Asmeri; Yuli Ardiany
Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi (Januari 2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/epja.v4i1.1372

Abstract

Pada Satuan Kerja Kementerian Perindustrian Padang yang terdiri dari Baristand Padang merupakan satu subtansi yang berada dibawah lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI). Untuk satuan kerja BDI, ATIP, SMTI, dan SMAK merupakan satu substansi yang berada di bawah lingkungan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Dalam pengelolaan keuangannya harus dipertanggungjawabkan kepada Kementerian Perindustrian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Dan Akuntansi Pertanggungjawaban Terhadap Kinerja Manajerial Di Satuan Kerja Kementerian Perindustrian Padang. Penelitian Lapangan (Field Research) dan Penelitian Kepustakaan (Library Research). Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Populasi adalah seluruh pegawai Bagian Keuangan Satuan Kerja Kementrian Perindustrian Padang (Studi Kasus Baristand Industri Padang, ATIP, BDI, SMAK, SMTI), sampel sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ditemukan (1) variabel kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial di Satuan Kerja Kementerian Perindustrian Padang, (2) Variabel akuntansi pertanggungjawaban berpengaruh terhadap kinerja manajerial di Satuan Kerja Kementerian Perindustrian Padang, dimana Nilai t hitung 3.189 dan nilai (sig = 0,003< 0,05). (3) Variable kejelasan sasaran anggaran dan akuntansi pertanggungjawaban berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja manajerial di Satuan Kerja Kementerian Perindustrian Padang, dimana berdasarkan uji F diketahui bahwa nilai F hitung 38.683 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).
Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Pengukur Kinerja Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Datar Wilda Afriany; Rice Haryati; Yuli Ardiany
Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2026): Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi (April 2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/epja.v4i2.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja keuangan selama kurun waktu 2014-2017 ditinjau dari laporan keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Datar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitan ini yaitu dengan menggunakan riset lapangan dan riset pustaka. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji komparasi. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa: 1) Terdapat peningkatan kinerja keuangan Satuan Polisi Pamong Praja dari tahun 2014-2017 dengan realisasi tahun 2014 sebesar 87,10% (cukup efektif), pada tahun 2015 menurun menjadi 85,82% (cukup efektif), pada tahun 2016 meningkat menjadi 92,96% (efektif) meningkat kembali setelah melakukan penggabungan SKPD Satpol PP dan SKPD Damkar menjadi OPD Satpol PP dan Damkar menjadi 94,42% (efektif). Namun terjadi penurunan kinerja keuangan pada Pemadam Kebakaran dengan realsisasi tahun 2014 sebesar 93,82% (cukup efektif), pada tahun 2015 terjadi penurunan yang signifikan karena anggaran penanggulangan pasca bencana alam yang hanya terealisasi 0,8% dari anggaran sebesar 14.744.339.000 sehingga secara keseluruhan realisasi anggarannya menjadi 16,09% (tidak efektif) dan pada tahun 2016 terjadi peningkatan menjadi 80,61%. (cukup efektif). 2) Berdasarkan hasil uji komparasi 2 sampel berpasangan diketahui bahwa anggaran OPD Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran dari tahun 2014 – 2017 mengalami peningkatan dan kinerja anggaran OPD Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran dari tahun 2014 – 2017 mengalami peningkatan pula.
Penerapan Pajak Penghasilan Pasal (PPh) 21 atas Gaji Karyawan Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang A. Yani Padang Yuli Ardiany; Renda Rendana
Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/3xnpc668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 atas gaji karyawan pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Cabang A. Yani Padang, serta untuk menilai kesesuaian perhitungan dan pemotongan, pelaporan pajak tersebut dengan ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. PPh pasal 21 merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang diterima oleh karyawan dalam hubungan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data dengan cara meminta langsung kepada wajib pajak PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang A. Yani Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Cabang A. Yani Padang telah melaksanakan kewajiban perpajakannya secara tepat, dan telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jendral Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 dan Undang Unadang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP) Nomor 7 Tahun 2021 dan UU No.6 Tahun 2023. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman praktik perpajakan di sektor perbankan dan dapat menjadi acuan bagi perusahaan lain dalam mengeloloa kewajiban PPh 21 secara efisien dan regulasi.
Intercultural Financial Literacy and Cultural Orientation: Predicting Pay Later Behavior Among University Students in West Sumatra Mia Muchia Desda; Ria Widia sari; Irna Bontor Febyola; Marlinda Saputri; Yuli Ardiany
Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta Vol. 21 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Universitas Bung Hatta
Publisher : Management Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/jmubh.v21i2.30009

Abstract

The development of the digital economy has given rise to the phenomenon of Buy Now, Pay Later (BNPL), which is popular among students but poses risks of consumptive behavior and unhealthy debt management due to low financial literacy and cultural awareness. This study aims to develop and test the Intercultural Financial Literacy (IFL) model as a new construct that combines financial literacy and cross-cultural awareness in explaining Pay Later usage behavior among students in West Sumatra. Using an explanatory quantitative approach with 300 respondents and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis, the results show that IFL significantly influences financial attitudes and risk perceptions, which indirectly affect Pay Later behavior, while cultural orientation positively moderates this relationship. The research model explains 61.1% of the variation in digital financial behavior (R²=0.611) with good construct validity and reliability. These findings confirm that cross-cultural financial literacy is an important competency for the younger generation to shape ethical, responsible, and sustainable financial behavior in the pay later economy era.