Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Atap Tradisional Kayu pada Masjid Bersejarah Abad Ke-16 di Jakarta Studi Kasus: Masjid Al-Alam Marunda dan Masjid Al-Alam Cilincing Atie Ernawati; Ryan Hidayat; Marselly Dwiputri; Karya Widyawati; Atfal Murodif; Asri Budiarto; Luis Ferdian; Yusuf Irwansyah
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v6i1.17129

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji struktur atap kayu tradisional masjid-masjid bersejarah abad ke-16 di Jakarta. Pergeseran tradisi bangunan masjid dari arsitektur tradisional ke nuansa Timur Tengah modern akibat dinamika perkembangan dan globalisasi, menyebabkan perubahan gaya arsitektur masjid yang dulu menggunakan atap kayu tradisional menjadi atap kubah atau menggunakan struktur atap modern. Jika fenomena ini dibiarkan, dikhawatirkan akan kehilangan ilmu dan nilai-nilainya di kemudian hari. Melalui studi kasus masjid Al Alam Marunda dan Al Alam Cilincing, teknik konstruksi dan material yang digunakan pada potongan struktur atap di masa lalu dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem struktur atap kayu pada masjid bersejarah ini telah teruji dan terbukti mampu bertahan selama berabad-abad. Upaya pelestarian ini dilakukan selain untuk mempertahankan pengetahuan, nilai seni dan budayanya, upaya pelestarian dilakukan dalam upaya memberikan wawasan kearifan lokal dalam pemanfaatan kayu sebagai bahan konstruksi atap.
Sosialisasi Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Kelompok Tani Hutan Gintung Anita Nurfida; Griselda Happy Ramadhani; Atfal Murodif; Muhammad Kusni Fahrizal
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1123

Abstract

Industri tempe di Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, menghasilkan limbah cair yang belum diolah dan langsung dibuang ke lingkungan, yang dapat mencemari kualitas air dan lingkungan sekitar. Meskipun Kelompok Tani Hutan Gintung (KTH Gintung) memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan, mereka belum memiliki pengetahuan tentang cara mengolah limbah cair tersebut secara tepat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan memberikan pelatihan tentang pengolahan limbah cair tempe menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui sosialisasi, praktik, dan evaluasi. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 36,14%, mencerminkan keberhasilan pelatihan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan kesuburan tanah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.