Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Adaptasi Pengobatan ARV Pada Wanita Pekerja Seks di Puskesmas Kabupaten Pemalang Nabela Putri Yanuari; Anik Dwi Marga; Putri Isriyatil Jannah; Ruri Trisasri; Rizki Kurniawan Saputra; Desy Eliana
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 02 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 meningkatkan mangkirnya pengobatan ARV pada wanita pekerja seks di Kabupaten Pemalang. Meski saat ini pemerintah sedang menggalakkan New Normal, kasus Covid-19 masih ada di Indonesia, dan tingkat kepatuhan pengobatan ARV masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya adaptasi untuk mencegah ketidakpatuhan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun Model Adaptasi Pengobatan ARV bagi Pekerja Seks Wanita di Puskesmas Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Subyek penelitian terdiri dari LSM Forum Komunikasi Batang Peduli), Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Kepala Puskesmas, dan Program Penanggung Jawab HIV di Puskesmas. Analisis data menggunakan metode metode analisis (content analysis). Model Adaptasi Pengobatan ARV bagi Pekerja Seks Wanita dapat dilakukan oleh Puskesmas Mulyoharjo dan Puskesmas Kebondalem untuk Penanganan Pandemi Covid-19 adalah home visit.
Analisis Efektifitas Metode Amenorehea Laktasi Pada Ibu Nifas – Systematic Review Putri Isriyatil Jannah; Desy Eliana; Ruri Trisasri; Nabela Putri Yanuari; Anik Dwi Marga; Rizki Kurniawan Saputra
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 02 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk salah satunya dengan cara Program Keluarga Berencana. Kontrasepsi alamiah yang dapat digunakan tanpa menggunakan alat berupa Metode Amenorea Laktasi (MAL). MAL merupakan metode dengan cara mengatur jarak kehamilan menggunakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan metode Systematic literature review/ Review Artikel Terstruktur. Data diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Sumber data sekunder berupa buku dan laporan primer atau asli yang terdapat dalam artikel publikasi ilmiah atau jurnal. Berdasarkan 5 artikel yang sesuai dengan topik Metode Amenorhea Laktasi diatas memiliki beberapa kesamaan dalam tujuan penelitian yang akan peneliti kaji. Dari segi judul artikel, metode, subjek dan hasil penelitian terdapat informasi yang valid mengenai efektivitas MAL sebagai kontrasepsi alami pada ibu nifas. Efektivitas Metode Amenorhea Laktasi sebagai kontrasepsi alami sebesar 98% dengan syarat menyusui dalam waktu 6 bulan setelah kelahiran, amenore efektif, dan pemberian ASI eksklusif (siang/malam).
Analisis Perspektif Vaksin Covid terhadap keterlibatan Vaksin Covid 19 di Masyarakat Indonesia Tahun 2021-2022 Systematic Review Desy Eliana; Ruri Trisasri; Rizki Kurniawan Saputra; Putri Isriyatil jannah; Nabela Putri Yanuari; Anik Dwi Marga
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 02 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan Vaksin Covid 19 dosis satu, dua, tiga dan ke empat di Indonesia. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis perspektif tentang vaksin covid keterlibatan vaksin covid di Masyarakat Indonesia, melalui studi penelitan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi referensi atau systematic review dengan menggunakan metode PICO. Jumlah artikel yang masuk kriteria inklusi sebanyak 14 artikel. Hasil penelitian ini adalah faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap vaksin covid 19 adalah pengetahuan ada faktor usia, Jenis Kelamin, pekerjaan, sumber informasi, kecemasan, agama, status ekonomi, riwayat penyakit, status vaksinasi, jenis vaksinasi dan dukungan keluarga. Faktor yang paling umum diukur oleh peneliti adalah faktor pengetahuan. Dari 14 artikel yang di review, peneliti menyimpulkan bahwa ada pengaruh atau hubungan antara persepsi terhadap kesediaan vaksin covid 19. Saran Penting bagi pemerintah dan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat tentang vaksin COVID-19 kepada masyarakat, serta melakukan kampanye vaksinasi yang efektif dan menyediakan layanan vaksinasi yang mudah diakses
Kepatuhan Implementasi SOP Sampah Di Kalurahan Tegaltirto Sebagai Dasar Tahap Pemeliharaan Dan Audit: Kepatuhan Implementasi SOP Sampah Di Kalurahan Tegaltirto Sebagai Dasar Tahap Pemeliharaan Dan Audit Desy Eliana
Journal of Cyber Health and Computer Vol 2 No 2 (2024): Journal of Cyber Health and Computer (JOCHAC)
Publisher : SIBER PRESS Universitas SIBERMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64163/jochac.v2i2.27

Abstract

This study is a continuation of previous research on the development of a Standard Operating Procedure (SOP) for waste management in Kalurahan Tegaltirto. Although the SOP has been established, its implementation still faces challenges such as low public awareness and a lack of supporting infrastructure. This study aims to evaluate the implementation of the SOP as a basis for the maintenance and audit phase to ensure its long-term effectiveness.The research method used is descriptive qualitative, employing observation, interviews, and focus group discussions (FGD). The study sample consists of 40 respondents, including BUMDes managers, waste management officers, village officials, and community representatives. The discussion in this study emphasizes the importance of regular audits, capacity building for officers, and continuous public education to ensure the consistent implementation of the SOP.The conclusion of this study is that the maintenance and auditing of the SOP need to be conducted regularly to ensure more effective and sustainable waste management. It is recommended to improve infrastructure, strengthen regulations, and implement more intensive educational programs to enhance public compliance with the waste management SOP. Keywords: Waste Management, SOP Implementation, Maintenance, Audit.
Digital Health Literacy Training: Penguatan Kompetensi Administrasi Kesehatan di Rumah Sakit Era Transformasi Digital Desy Eliana; Fauzia Liesly Anindya; Putri Isriyatil Jannah; Awaludin Awaludin; Ruri Trisasri
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 2 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/mfsb4684

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan menuntut tenaga kesehatan masa depan memiliki kemampuan literasi kesehatan digital yang kuat. Namun, masih banyak mahasiswa administrasi kesehatan yang belum optimal dalam memahami, menilai, dan memanfaatkan teknologi digital di lingkungan rumah sakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan digital melalui pelatihan Penguatan Kompetensi Administrasi Kesehatan di Rumah. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 mahasiswa Administrasi Kesehatan Universitas Siber Muhammadiyah yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik accidental sampling, yaitu peserta yang hadir secara sukarela dalam webinar dan bersedia mengikuti pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata literasi kesehatan digital dari 67,8 pada pre-test menjadi 83,9 pada post-test, dengan hasil uji t berpasangan p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pelatihan berbentuk webinar efektif meningkatkan literasi kesehatan digital mahasiswa. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan dalam format e-learning interaktif untuk menjangkau lebih banyak peserta.
IMPLEMENTASI PROGRAM INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA – SYSTEMATIC REVIEW Putri Isriyatil Jannah; Desy Eliana; Fauzia Liesly Anindya; Ruri Trisasri; Awaludin; Rahmat Kurniawan Rizki
Journal of Health Service Management Vol 29 No 00 (2026): Vol 29/Edisi Khusus/Februari/2026
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v29i00.25774

Abstract

Background: Primary health care plays a key role in ensuring the achievement of Universal Health Coverage (UHC), which is a main goal in the global health system. As one effort to strengthen primary health care services, the Indonesian government launched the Integrated Primary Care (IPC) Program (Program Integrasi Layanan Primer - ILP). Objective: This study aims to determine and analyze the implementation of the ILP program as an effort to improve public health in Indonesia. Methods: Literature searches were conducted using the Google Scholar databases, using the keywords: "primary care integration," "effectiveness of the IPC Program," "Puskesmas," and "constraints of the IPC Program." Results: The literature search process applied clear inclusion and exclusion criteria to obtain relevant literature. Based on the six articles obtained using the PRISMA method, the implementation of the Integrated Primary Care (IPC) Program (ILP) at the Puskesmas plays a vital role in improving public health status. Conclusions: Collaboration among policymakers, village governments, health workers, and health cadres is a key point in the success of the IPC Program.
PENGARUH MEDIA GALERI IMERSIF DAN KUIS INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI ANAK SEKOLAH DASAR Desy Eliana; Putri Isriyatil Jannah
Journal of Health Service Management Vol 29 No 00 (2026): Vol 29/Edisi Khusus/Februari/2026
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v29i00.27113

Abstract

Background: Good nutritional knowledge among elementary school children plays an essential role in supporting healthy physical growth and cognitive development. However, many children still have limited understanding of nutrition due to monotonous learning approaches that do not stimulate engagement. Innovative tools such as immersive gallery media and interactive quizzes have the potential to enhance learning experiences by providing visual, enjoyable, and participatory activities.. Objective: This study aimed to examine the effect of immersive gallery media and interactive quizzes on improving nutritional knowledge among elementary school students Methods: This research used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 26 second-grade students from SDICT Al Abidin Surakarta. Nutritional knowledge was measured using a 15-item questionnaire. Data analysis included the Shapiro–Wilk test to assess normality and the paired sample t-test to compare pretest and posttest scores Results: The findings showed an increase in the mean knowledge score from 57.12 before the intervention to 76.92 after the intervention. The statistical test yielded p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in nutritional knowledge following the use of immersive gallery media and interactive quizzes. Conclusions: In conclusion, immersive gallery media and interactive quizzes are effective learning tools that significantly enhance students’ nutritional knowledge. These methods are recommended as engaging and developmentally appropriate innovations for nutrition education, although further research with larger samples and control groups is needed to strengthen generalization.
Community Empowerment Through Digital Literacy Education, Entrepreneurship, and Local Economic Governance Based on Community Service Programs Khairina Eka Setyaputri; Afriansyah Tanjung; Agniya Thahira; Desy Eliana; Devi Wulandari
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i3.1625

Abstract

The gap in digital literacy capacity, entrepreneurship, and local economic governance remains a structural challenge faced by most Indonesian communities, particularly micro, small, and medium enterprise (MSME) actors, Village-Owned Enterprise (BUMDes) managers, and communities with limited access to quality education. This article aims to describe, analyze, and document the effectiveness of four University-Based Community Service (PBMU) programs implemented by Universitas Muhammadiyah Siber (SiberMU) during the November–December 2025 period. The four programs encompass plant-based entrepreneurship training, BUMDes governance training, digital literacy education on the brain rot phenomenon, and the development of an online Learning Management System (LMS) platform at 4u.mooc.or.id. A descriptive qualitative case study approach was employed, with data collected through pre-tests, post-tests, participatory observation, and participant satisfaction surveys. The results indicate that participants' technical competence in entrepreneurship improved by over 80%, understanding of BUMDes governance was significantly strengthened, digital literacy awareness increased among more than 100 webinar participants, and the LMS platform was successfully launched with eleven free e-courses accessible to the wider public. The study concludes that a multidisciplinary, online, and outcome-oriented community service approach can produce measurable transformative impacts on target groups, and recommends strengthening post-program mentoring mechanisms and multi-stakeholder collaboration to sustain long-term program outcomes.
Demokratisasi Literasi Digital via Webinar dan MOOC: Model Pengabdian Interdisipliner Enam Disiplin Ilmu Khairina Eka Setyaputri; Afriansyah Tanjung; Agniya Thahira; Desy Eliana; Devi Wulandari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8645

Abstract

Masyarakat Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam era transformasi digital, yakni kesenjangan akses pendidikan berkualitas dan degradasi kognitif akibat fenomena brain rot yang dipicu konsumsi konten digital berkualitas rendah secara berlebihan. Merespons kondisi tersebut, program Proyek Berbasis Masyarakat Universitas (PBMU) Universitas Siber Muhammadiyah merancang model edukasi interdisipliner berbasis webinar dan platform Massive Open Online Course (MOOC) sebagai solusi pemberdayaan yang inklusif dan melampaui batasan geografis maupun ekonomi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen terhadap empat program PBMU yang dilaksanakan pada September 2025 hingga Januari 2026, dengan total peserta mencakup pengelola BUMDes, pelaku UMKM, mahasiswa, dan ibu rumah tangga dari berbagai wilayah Indonesia. Data dikumpulkan melalui dokumentasi proposal, laporan pelaksanaan, hasil pre-test dan post-test, serta evaluasi kepuasan peserta. Hasil kajian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan nilai terendah naik dari 30 menjadi rentang 60–100, tingkat kepuasan mencapai 82–89,4%, dan completion rate platform MOOC 4u.mooc.or.id sebesar 80%, jauh melampaui rata-rata global sebesar 5–15%. Kolaborasi enam disiplin ilmu terbukti menghasilkan pemahaman holistik terhadap permasalahan kompleks masyarakat sekaligus membangun self-efficacy peserta untuk berinisiatif secara ekonomi.