Annisa Maharani Awaluddin
IAIN PALANGKA RAYA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hambatan Guru Dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Praktikum Di SMA Jumrodah Jumrodah; Nurma Alya Meiana; Roulina Ashari; Annisa Maharani Awaluddin; Pratisa Delviera Ajiza; Rahmah Alia; Septia Puteri Maharani; Siti Karlina; Muhammad Syaiful Anwar
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v3i1.5987

Abstract

Laboratorium berperan sebagai tempat untuk peserta didik melatih keterampilan melalui berbagai macam kegiatan seperti eksperimen maupun aktivitas ilmiah lainnya. Praktikum sudah menjadi komponen penting dalam pembelajaran biologi. Namun kenyataan pelaksanaan praktikum di sekolah masih belum berjalan dengan baik. Kurang berjalannya praktikum di sekolah merupakan suatu hal yang dapat mengkhawatirkan dalam proses pembelajaran biologi. Tindakan yang dilakukan dengan mengumpulkan masalah/kendala penyebab tidak terlaksananya kegiatan praktikum secara optimal dan mencari solusi alternatif penyelesaian masalah praktikum biologi di SMA. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hambatan-hambatan praktikum biologi dari penelitian ini dapat memberikan memberikan solusi terkait kegiatan praktikum biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan wawancara terhadap guru biologi di SMAN 2 Buntok yang ada di Kalimantan Tengah untuk menggambarkan keadaan pada proses pembelajaran biologi berbasis praktikum serta hambatan guru biologi dalam melaksanakan praktikum tersebut. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hambatan kegiatan praktikum salah satu penyebabnya dikarenakan sarana dan prasarana yang belum memadai dan kurang kreatifnya guru dalam merencanakan kegiatan praktikum yang memanfaatkan lingkungan sekitar. Siswa lebih tertarik dengan pembelajaran biologi berbasis praktikum karena siswa langsung mengamati dan menyentuh secara langsung sehingga siswa akan labih memahami materi yang disampaikan
Efek Antimikroba Kombinasi Ektrak Daun Isotoma longinflora (L). C. Presl dan Bunga Clitoria ternatea terhadap S. aureus dan Fusarium sp. sebagai Faktor Pemicu Resiko Infeksi Konjungtiva secara In Vitro Noor Hujjatusnaini; Ridha Nirmalasari; Astuti Muh Amin; Nor Mila; Luthfi Aulia Rahman; Utin Tria Marshanda; Annisa Maharani Awaluddin; Ayu Tiara Putri; Fatri Najwa; Mila Mila
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.18409

Abstract

Infeksi konjungtiva sering disebabkan oleh berbagai mikroorganisme patogen, termasuk Staphylococcus aureus dan Fusarium sp. Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimikroba dari kombinasi ekstrak Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea terhadap Staphylococcus aureus dan Fusarium sp., yang berpotensi menyebabkan infeksi konjungtiva secara in vitro. Kombinasi ekstrak kedua tanaman dibuat dalam formulasi 1:1, dengan mencampurkan 50% ekstrak Isotoma longiflora dan 50% Clitoria ternatea. Formulasi kombinasi ini diuji pada konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90%, dengan waktu pengamatan selama 72 jam. Hasil uji statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan dari kombinasi ekstrak terhadap pertumbuhan kedua mikroba (p=0,001; p<0,05). Kombinasi ekstrak Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea memiliki efektivitas penghambatan lebih tinggi terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan Fusarium sp., terutama pada konsentrasi 50%. Diduga dipengaruhi kandungan senyawa seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang merusak dinding sel dan membran bakteri. Sebaliknya, efektivitas penghambatan terhadap Fusarium sp. relatif lebih rendah karena struktur dinding sel jamur yang lebih kompleks. Simpulan bahwa efek kombinasi ekstrak Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea lebih besar sebagai antibakteri bakteri Gram-positif seperti S. aureus, dibandingkan terhadap Fusarium sp., sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memvalidasi temuan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Clitoria ternatea, Isotoma longinflora, S. aureus, Fusarium sp. Conjunctival infections are often caused by various pathogenic microorganisms, including Staphylococcus aureus and Fusarium sp. Isotoma longiflora and Clitoria ternatea are known to contain secondary metabolites with potential as antimicrobial agents. This study aimed to test the antimicrobial effects of a combined extract of Isotoma longiflora and Clitoria ternatea against Staphylococcus aureus and Fusarium sp., which can potentially cause conjunctival infections, in vitro. The combined extract of the two plants was formulated in a 1:1 ratio, mixing 50% Isotoma longiflora extract and 50% Clitoria ternatea. This combination was tested at concentrations of 50%, 60%, 70%, 80%, and 90%, with an observation period of 72 hours. Statistical testing using One-Way ANOVA showed a significant effect of the combined extract on the growth of both microorganisms (p=0.001; p<0.05). The combined extract of Isotoma longiflora and Clitoria ternatea exhibited a higher inhibitory effect against Staphylococcus aureus than Fusarium sp., especially at the 50% concentration. This effect is thought to be influenced by compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that can damage bacterial cell walls and membranes. Conversely, the inhibition effect on Fusarium sp. was relatively lower, possibly due to the more complex structure of fungal cell walls. In conclusion, the combined extract of Isotoma longiflora and Clitoria ternatea demonstrates a stronger antibacterial effect against Gram-positive bacteria like Staphylococcus aureus compared to Fusarium sp., indicating a need for further research to validate these findings.