Yunita Tri Wahyuni, Yunita Tri
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGALAMAN HIDUP LANSIA YANG MENGASUH CUCU: Studi Kualitatif Fenomenologis dengan Interpretative Phenomenological Analysis Wahyuni, Yunita Tri; Abidin, Zaenal
Empati Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.503 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman hidup lansia yang mengasuh cucu. Penelitian ini didasari adanya fenomena wanita berkarier yang memberikan tanggung jawab mengasuh anak kepada orangtuanya. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis, khususnya IPA, yang bertujuan untuk menjelajahi pemaknaan subjek terhadap kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan karakteristik lanjut usia (lansia) yang berjenis kelamin perempuan, berusia 60 tahun keatas,  mengasuh cucu, dan berdomisili di dua kota, yaitu Kota Malang dan Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan keluarga besar (extended family) dapat membantu dalam pengasuhan anak di sebuah keluarga, seperti lansia yang mengasuh cucu. Lansia dalam menyikapi perubahan di usia lanjutnya dapat menerima dengan baik, namun terdapat yang menolak jika diberi penyakit. Keputusan lansia untuk mengasuh cucu,disebabkan oleh anak perempuannya berkarier, situasi kondisi keluarga anak, ketidakpercayaan pengasuhan cucu dilakukan pembantu, sangkar kosong (empty nesting), serta ketiadaan pasangan hidup. Dalam mengasuh cucu terdapat pola asuh yang diterapkan, baik sama dengan yang diterapkan kepada anak, maupun berbeda. Mengasuh cucu juga memberikan dampak bagi lansia, baik secara fisik maupun non fisik, yaitu mengalami kelelahan, kedekatan dengan cucu, dan pemahaman yang lebih akan kebutuhan cucu dibanding orangtuanya. Suka duka dalam membesarkan anak hingga dapat berkarier, dan kerukunan keluarga membawa pengaruh dalam kehidupan lansia. Selain mengasuh cucu, lansia juga dapat bermanfaat bagi sosial, yaitu merawat orangtua dan aktif dalam kegiatan masyarakat. Terdapat pula yang memilih untuk fokus kepada keluarga setelah masa pensiun.
Membangun Literasi Kesehatan Reproduksi Wanita di Ujung Timur Indonesia: Pengabdian Masyarakat pada Komunitas Adat Kampung Kokoda, Kota Sorong, Papua Barat Daya Sudayasa, I Putu; Jamaluddin, Jamaluddin; Mappaware, Nasruddin Andi; Kusnan, Adius; Armaijn, Liasari; Masrika , Nur Upik En; Silava , Rahmawati; Wahyuni, Yunita Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi wanita di wilayah terpencil seperti Kampung Kokoda, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, seringkali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya literasi kesehatan, dan hambatan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita Kampung Kokoda tentang kesehatan reproduksi secara komprehensif, mencakup infeksi genital, menopause, kanker reproduksi, dan teknik deteksi dini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional AIPKI oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif yang sensitif terhadap nilai budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang infeksi genital dan penanganannya, gejala dan manajemen menopause, kanker reproduksi wanita (serviks, endometrium, ovarium, payudara), serta teknik SADARI, SADAMI, SADARO, dan pentingnya Pap smear serta vaksinasi HPV. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi khususnya pada sesi menopause dan deteksi dini kanker. Kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif sebagai platform edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan berbudaya di wilayah terpencil Indonesia.